Ad Placeholder Image

Cocok untuk Diet, Ini Kalori Pisang Rebus yang Perlu Diketahui

3 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 23 Juni 2026
Cocok untuk Diet, Ini Kalori Pisang Rebus yang Perlu DiketahuiCocok untuk Diet, Ini Kalori Pisang Rebus yang Perlu Diketahui

DAFTAR ISI


Pisang adalah salah satu buah yang paling digemari oleh masyarakat Indonesia. Selain rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut, pisang juga sangat mudah ditemukan dan harganya relatif terjangkau. Salah satu cara mengolah pisang yang dianggap paling sehat adalah dengan merebusnya. Namun, muncul sebuah pertanyaan yang sering diperdebatkan bagi mereka yang sedang menjaga berat badan: apakah pisang rebus bikin gemuk?

Memahami nilai gizi dari makanan yang kita konsumsi sehari-hari adalah langkah awal yang krusial dalam menjaga kesehatan metabolisme. Pisang rebus sering kali dianggap sebagai alternatif camilan berat atau pengganti gorengan yang jauh lebih aman bagi lingkar pinggang. Namun, seperti halnya makanan lain, konsumsi yang berlebihan atau cara pengolahan yang kurang tepat tetap memiliki risiko terhadap asupan kalori harian kamu.

Penting bagi kita untuk mengetahui konteks nutrisi di balik proses perebusan pisang. Apakah pemanasan mengubah struktur gulanya? Atau justru perebusan membantu kita merasa kenyang lebih lama? Dengan menjawab keraguan tentang “apakah pisang rebus bikin gemuk”, kamu bisa lebih bijak dalam menyusun menu diet harian tanpa harus merasa bersalah saat mengonsumsi buah favorit ini.

Jika kamu memiliki kekhawatiran spesifik mengenai metabolisme atau kondisi kesehatan tertentu yang memengaruhi berat badan, kamu bisa konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan saran medis yang dipersonalisasi. Nah, mau tahu lebih dalam mengenai fakta nutrisi dan kalori pisang rebus? Berikut ulasannya!

Kandungan Gizi Pisang Rebus yang Perlu Kamu Tahu

Proses perebusan pada dasarnya tidak menambah kalori pada pisang, berbeda dengan menggoreng yang menambah lemak jenuh dari minyak. Satu buah pisang ukuran sedang (sekitar 100-120 gram) mengandung kurang lebih 90 hingga 105 kalori. Ketika direbus, kandungan air dalam pisang mungkin sedikit berubah, namun kepadatan nutrisinya tetap terjaga dengan baik.

Pisang rebus kaya akan karbohidrat kompleks, terutama jika menggunakan jenis pisang yang belum terlalu matang (pisang mengkal). Pisang jenis ini mengandung resistant starch atau pati resisten yang berfungsi mirip dengan serat. Pati resisten tidak dicerna di usus halus, melainkan masuk ke usus besar untuk difermentasi oleh bakteri baik. Hal ini sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan pencernaan dan mengontrol kadar gula darah agar tidak melonjak drastis.

Selain karbohidrat, pisang rebus adalah sumber potasium (kalium) yang sangat baik. Kalium berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh, mendukung fungsi otot, serta membantu menstabilkan tekanan darah. Kandungan vitamin B6 dan vitamin C di dalamnya juga tetap ada, meskipun beberapa vitamin yang larut dalam air mungkin sedikit berkurang selama proses perebusan. Oleh karena itu, disarankan untuk merebus pisang dengan kulitnya agar nutrisi di dalamnya tetap terkunci dengan maksimal.

Apakah Pisang Rebus Bikin Gemuk? Ini Faktanya

Jawaban singkatnya adalah: tidak, selama dikonsumsi dalam porsi yang wajar. Kenaikan berat badan terjadi ketika ada surplus kalori, yaitu saat kalori yang masuk lebih besar daripada kalori yang dibakar oleh tubuh. Pisang rebus sendiri bukanlah makanan “ajaib” yang secara langsung menyebabkan timbunan lemak. Sebaliknya, pisang rebus sering direkomendasikan dalam program penurunan berat badan karena kemampuannya memberikan rasa kenyang yang lebih lama.

Namun, faktor “apakah pisang rebus bikin gemuk” sangat bergantung pada jenis pisang dan tingkat kematangannya. Pisang yang sangat matang memiliki kandungan gula sederhana (fruktosa dan glukosa) yang lebih tinggi dibandingkan pisang yang masih agak hijau. Saat direbus, gula ini tetap ada. Jika kamu mengonsumsi pisang rebus dalam jumlah banyak (misalnya 4-5 buah sekaligus) sebagai camilan di luar makan besar, maka asupan kalori harian kamu tentu akan meningkat signifikan.

Selain itu, perhatikan pula teman makannya. Di Indonesia, pisang rebus sering kali dinikmati dengan parutan kelapa yang diberi gula merah atau dicelupkan ke dalam kental manis. Penambahan bahan-bahan ini justru yang berpotensi menyumbang kalori berlebih dan lemak jenuh. Jika kamu ingin mengonsumsi pisang rebus untuk diet, sebaiknya konsumsi secara polos tanpa tambahan pemanis buatan agar manfaat alaminya tetap terjaga.

Faktor yang Memengaruhi Kalori Pisang Rebus
  1. Tingkat Kematangan: Semakin matang pisang, semakin tinggi kandungan gulanya.
  2. Jenis Pisang: Pisang Kepok atau Pisang Raja memiliki kepadatan kalori yang berbeda dengan Pisang Ambon.
  3. Toping Tambahan: Penambahan gula, susu, atau keju dapat meningkatkan kalori hingga dua kali lipat.

Manfaat Pisang Rebus untuk Diet dan Kesehatan

Mengganti camilan olahan seperti biskuit atau gorengan dengan pisang rebus adalah langkah cerdas bagi kamu yang ingin menurunkan berat badan. Kandungan serat yang tinggi dalam pisang membantu memperlambat pengosongan lambung. Efeknya, kamu tidak akan mudah merasa lapar di antara waktu makan utama. Ini sangat membantu dalam mengontrol nafsu makan yang sering kali menjadi musuh utama saat diet.

Pisang rebus juga memiliki indeks glikemik (IG) yang tergolong rendah hingga sedang, terutama pisang kepok rebus. Makanan dengan IG rendah tidak menyebabkan lonjakan insulin yang cepat. Perlu diketahui bahwa hormon insulin yang tinggi cenderung memicu tubuh untuk menyimpan lemak. Dengan menjaga kadar insulin tetap stabil melalui konsumsi pisang rebus, proses pembakaran lemak dalam tubuh dapat berjalan lebih optimal.

Bagi kamu yang aktif berolahraga, pisang rebus bisa menjadi sumber energi (pre-workout) yang sangat baik. Karbohidratnya memberikan energi instan namun bertahan lama, sementara kaliumnya membantu mencegah kram otot selama latihan intens. Jadi, alih-alih menyebabkan kegemukan, pisang rebus justru bisa menjadi “bahan bakar” yang mendukung aktivitas fisik kamu untuk membakar lebih banyak kalori.

Jika kamu membutuhkan asupan nutrisi tambahan untuk mendukung program dietmu, kamu bisa beli obat online di Halodoc, mulai dari vitamin hingga suplemen serat yang produknya 100% asli dan diantar langsung ke rumah.

Studi Mengenai Konsumsi Pisang dan Berat Badan

Journal of Nutrients menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa konsumsi buah-buahan secara utuh, termasuk pisang, berkorelasi negatif dengan kenaikan berat badan pada orang dewasa. Serat makanan dari buah berperan besar dalam meningkatkan rasa kenyang (satiety) dan mengurangi asupan energi total harian.

Studi lain dalam jurnal Food Chemistry menunjukkan bahwa pati resisten yang ditemukan melimpah pada pisang yang diolah (seperti direbus dalam kondisi mengkal) dapat meningkatkan oksidasi lemak dan mengurangi penyimpanan lemak di jaringan adiposa. Hal ini memperkuat bukti bahwa pisang rebus, jika dikonsumsi dengan benar, justru mendukung manajemen berat badan yang sehat.

FAQ Mengenai Pisang Rebus

1. Apakah pisang rebus aman dikonsumsi setiap hari saat diet?

Ya, pisang rebus aman dikonsumsi setiap hari asalkan jumlahnya dibatasi, misalnya 1-2 buah per hari. Pastikan kamu tetap mengonsumsi variasi makanan lain untuk memenuhi kebutuhan protein dan lemak sehat.

2. Jenis pisang apa yang paling bagus untuk direbus?

Pisang Kepok dan Pisang Tanduk adalah jenis yang paling populer untuk direbus di Indonesia. Pisang Kepok memiliki tekstur yang tetap padat dan rasa yang tidak terlalu manis jika direbus sebelum benar-benar lembek, sehingga sangat cocok untuk diet.

3. Kapan waktu terbaik makan pisang rebus agar tidak gemuk?

Waktu terbaik adalah saat sarapan atau sebagai camilan di sore hari. Makan pisang rebus di pagi hari memberikan energi untuk beraktivitas, sementara di sore hari bisa mencegah kamu makan berlebihan saat makan malam.

4. Bisakah pisang rebus menggantikan nasi?

Bisa, pisang rebus dapat berfungsi sebagai sumber karbohidrat pengganti nasi dalam satu porsi makan. Namun, jangan lupa untuk tetap menyertakan sayuran dan sumber protein seperti telur atau tempe agar gizinya seimbang.


Punya Keluhan Mengenai Berat Badan atau Diet? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan atau bingung mengatur pola makan yang tepat agar tidak gemuk? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

HILDA adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.


Referensi:
Healthline. Diakses pada 2026. Are Bananas Fattening or Weight Loss Friendly?.
Medical News Today. Diakses pada 2026. What are the health benefits of bananas?.
PubMed – Journal of Nutrients. Diakses pada 2026. Impact of Whole Fruit Intake on Body Weight Outcomes.
WebMD. Diakses pada 2026. Health Benefits of Boiled Bananas.