Ad Placeholder Image

Daftar Kode ICD 10 CML Terbaru untuk Rekam Medis Pasien

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 20 Agustus 2026

Mengenal Kode ICD 10 CML untuk Diagnosis Medis Penyakit Leukemia Mieloid Kronis yang Tepat.

Daftar Kode ICD 10 CML Terbaru untuk Rekam Medis PasienDaftar Kode ICD 10 CML Terbaru untuk Rekam Medis Pasien

DAFTAR ISI


Dalam dunia medis, pengkodean diagnosis penyakit sangat penting untuk administrasi, rekam medis, dan klaim asuransi. Salah satu diagnosis yang sering dicari dalam klasifikasi penyakit kanker darah adalah kode ICD 10 CML. Kode ICD 10 (International Classification of Diseases 10th Revision) memfasilitasi pencatatan standar secara internasional untuk kondisi medis tertentu.

CML atau Chronic Myeloid Leukemia (Leukemia Mieloid Kronis) merupakan jenis kanker darah yang berkembang di sumsum tulang akibat adanya mutasi genetik pada kromosom Philadelphia (BCR-ABL). Penyakit ini menyebabkan sumsum tulang memproduksi sel darah putih secara berlebihan dan tidak terkendali, sehingga mengganggu fungsi normal organ tubuh.

Pengkodean ICD 10 untuk CML secara umum masuk dalam kategori C92.1 (Chronic myeloid leukemia, BCR/ABL-positive). Penetapan kode ini membantu dokter hematologi-onkologi merencanakan pengobatan yang spesifik, seperti terapi target (targeted therapy) atau kemoterapi oral guna menekan laju perkembangan sel kanker.

Pengobatan CML umumnya membutuhkan pemantauan rutin dan konsumsi obat-obatan secara berkelanjutan di bawah pengawasan ketat dari dokter spesialis. Berikut adalah beberapa rekomendasi obat dan suplemen pendukung yang sering digunakan dalam penanganan pasien CML.

Rekomendasi Obat Penanganan CML

1. Glivec 100 mg 10 Tablet

Glivec mengandung zat aktif Imatinib Mesylate yang bekerja sebagai inhibitor tirosin kinase (tyrosine kinase inhibitor/TKI). Obat ini menghambat aktivitas protein BCR-ABL abnormal yang menyebabkan pertumbuhan sel leukemia pada CML. Glivec menjadi pilihan terapi target utama untuk mengontrol produksi sel darah putih abnormal.

Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Glivec 100 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

2. Hydroxyurea Medac 500 mg 10 Kapsul

Hydroxyurea merupakan agen antineoplastik (kemoterapi) yang berfungsi untuk menurunkan jumlah sel darah putih yang terlalu tinggi pada tahap awal diagnosis CML sebelum terapi target dimulai. Obat ini bekerja dengan mengganggu sintesis DNA pada sel-sel kanker yang membelah dengan cepat.

Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Hydroxyurea Medac 500 mg di Toko Kesehatan Halodoc

3. Curcuma FCT 10 Tablet

Curcuma FCT mengandung ekstrak rimpang kunyit (Curcuma xanthorrhiza) yang bermanfaat sebagai terapi suportif. Obat ini membantu memelihara fungsi hati serta membantu memperbaiki nafsu makan pasien yang sedang menjalani pengobatan jangka panjang.

Obat ini termasuk golongan obat bebas. Kamu dapat membelinya secara bebas di apotek.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Curcuma FCT 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Mengenal Kode ICD 10 CML dalam Rekam Medis

Klasifikasi ICD 10 untuk CML dibagi ke dalam beberapa sub-kode tergantung status respons klinis dan hasil pemeriksaan genetik pasien:

  • C92.10: Chronic myeloid leukemia, BCR/ABL-positive, not having achieved remission (belum mencapai remisi).
  • C92.11: Chronic myeloid leukemia, BCR/ABL-positive, in remission (dalam kondisi remisi).
  • C92.12: Chronic myeloid leukemia, BCR/ABL-positive, in relapse (mengalami kekambuhan).
  • C92.9: Myeloid leukemia, unspecified (digunakan jika informasi genetik belum lengkap).

Studi Terkait

Studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal medis internasional tahun 2026 menunjukkan bahwa pemantauan molekuler berkala pada pasien CML yang terdiagnosis dengan kode ICD 10 C92.1 secara signifikan meningkatkan angka harapan hidup hingga di atas 85%. Penggunaan obat TKI generasi pertama dan kedua terbukti efektif menekan aktivitas gen BCR-ABL jika dikonsumsi secara teratur sesuai petunjuk dokter.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu atau kerabat mengalami gejala seperti demam tanpa sebab jelas, tubuh sering lelah, penurunan berat badan drastis, serta pembesaran limpa (terasa ganjal di perut kiri atas), segera konsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Halodoc untuk pemeriksaan laboratorium lanjutan.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Konsultasi masalah kesehatan kini semakin gampang lewat Halodoc. Kamu bisa langsung terhubung dengan dokter spesialis berpengalaman secara online kapan saja.

  • ✅ Dokter berlisensi: Semua dokter memiliki STR dan SIP yang aktif dan terverifikasi.
  • ✅ Tersedia 24/7: Layanan konsultasi siap melayani kamu kapan saja, di mana saja.
  • ✅ Privasi terjamin: Sesi konsultasi berlangsung secara privat dan kerahasiaan medis kamu terjaga.
  • ✅ Konsultasi ke dokter Halodoc sekarang untuk mendapatkan saran penanganan yang tepat.

Referensi

World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. ICD-10 International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems: C92.1 Chronic Myeloid Leukemia.
National Center for Biotechnology Information (NCBI) PubMed. Diakses pada 2026. Management and Targeted Therapy Outcomes in Chronic Myeloid Leukemia Patients.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI). Diakses pada 2026. Cek Produk BPOM: Imatinib Mesylate & Hydroxyurea.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Leukemia Mieloid Kronis.

FAQ

1. Apa arti dari kode ICD 10 CML C92.1?
Kode C92.1 adalah kode klasifikasi internasional ICD 10 yang digunakan untuk mengidentifikasi penyakit Chronic Myeloid Leukemia (Leukemia Mieloid Kronis) dengan hasil konfirmasi positif gen BCR/ABL. Kode ini dipakai oleh fasilitas kesehatan untuk pencatatan rekam medis dan klaim asuransi.

2. Apakah CML termasuk jenis kanker yang bisa disembuhkan?
Dengan kemajuan terapi target berupa Tyrosine Kinase Inhibitors (TKI), CML kini dapat dikontrol dengan sangat baik. Banyak pasien dapat mencapai remisi molekuler total dan menjalani hidup normal selama mengonsumsi obat secara teratur.

3. Mengapa pemeriksaan kode ICD 10 CML penting bagi pasien?
Pengkodean yang tepat membantu dokter dan tim medis menentukan riwayat fase penyakit pasien (apakah dalam fase kronis, akselerasi, atau krisis blastik) sehingga pemberian terapi obat yang diberikan sesuai dengan protokol medis resmi.

4. Bisakah obat CML dibeli bebas di apotek tanpa resep?
Tidak, obat-obatan utama untuk CML seperti Imatinib atau Hydroxyurea merupakan golongan Obat Keras. Pembelian obat ini wajib menggunakan resep resmi dari dokter spesialis hematologi-onkologi demi keamanan pasien.