Ad Placeholder Image

Daftar Kode ICD 10 Dislokasi Lengkap untuk Referensi Medis

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 21 Agustus 2026

Daftar kode ICD 10 dislokasi lengkap untuk kebutuhan diagnosis medis yang akurat dan tepat.

Daftar Kode ICD 10 Dislokasi Lengkap untuk Referensi MedisDaftar Kode ICD 10 Dislokasi Lengkap untuk Referensi Medis

DAFTAR ISI


Dislokasi adalah kondisi medis darurat ketika tulang bergeser atau terlepas dari posisi aslinya pada persendian. Cedera ini umumnya dipicu oleh benturan keras, kecelakaan olahraga, jatuh, atau trauma fisik lainnya. Kondisi ini menimbulkan rasa nyeri hebat, pembengkakan, serta ketidakmampuan untuk menggerakkan bagian tubuh yang terdampak.

Dalam dunia medis dan sistem administrasi kesehatan, penegakan diagnosis dislokasi dicatat menggunakan sistem klasifikasi internasional yang dinamakan International Classification of Diseases 10th Revision (ICD-10). Sistem pengodean ini sangat penting untuk standardisasi catatan rekam medis, klaim asuransi kesehatan, serta evaluasi tindakan medis oleh tim dokter.

Penting untuk kamu ketahui bahwa dislokasi merupakan cedera struktural pada sendi. Penanganan utamanya membutuhkan tindakan medis reposisi (reduksi) oleh tenaga profesional dan imobilisasi, bukan sekadar terapi farmakologis atau minum obat-obatan belaka.

Apa Itu Kode ICD 10 Dislokasi?

Kode ICD-10 untuk dislokasi dikategorikan berdasarkan lokasi anatomi tubuh yang mengalami pergeseran sendi. Kode ini diawali dengan huruf alfabet tertentu yang menunjukkan region tubuh, diikuti oleh angka yang memperjelas spesifikasi cedera, seperti sisi kanan, kiri, atau bilateral.

Daftar Kode ICD 10 Dislokasi Berdasarkan Lokasi Sendi

Berikut adalah beberapa daftar kode ICD-10 yang paling umum digunakan untuk diagnosis dislokasi sendi:

  • S43.0 (Dislokasi Sendi Bahu): Digunakan untuk mencatat cedera pergeseran pada sendi glenohumeral (bahu), yang merupakan salah satu lokasi dislokasi paling sering terjadi.
  • S53.1 (Dislokasi Sendi Siku): Pencatatan medis untuk kasus terlepasnya persendian siku dari posisi anatomi normalnya.
  • S63.0 (Dislokasi Pergelangan Tangan): Digunakan untuk kasus pergeseran tulang pada area pergelangan tangan (karpal).
  • S73.0 (Dislokasi Sendi Panggul): Kode diagnosis untuk pergeseran kepala tulang paha (femur) dari mangkuk panggul (asetabulum), umumnya akibat cedera trauma berat.
  • S83.1 (Dislokasi Sendi Lutut): Diagnosa medis untuk kondisi lepasnya persendian antara tulang paha dan tulang kering pada area lutut.
  • S03.0 (Dislokasi Rahang): Kode diagnosis saat tulang rahang bawah (mandibula) terlepas dari sendi temporomandibular.

Penanganan Medis untuk Dislokasi Sendi

Dislokasi sendi membutuhkan pertolongan medis segera guna mencegah kerusakan permanen pada saraf dan pembuluh darah di sekitar sendi. Berikut tahapan utama penanganannya:

  • Reduksi (Reposisi): Dokter spesialis bedah ortopedi akan melakukan penarikan lembut atau manipulasi fisik untuk mengembalikan tulang ke posisi semula. Tindakan ini kerap membutuhkan pembiusan lokal atau umum.
  • Imobilisasi: Setelah sendi kembali ke posisinya, dokter akan memasang alat penopang seperti sling, bidai, atau gips selama beberapa minggu agar jaringan ligamen dapat menyembuh.
  • Rehabilitasi dan Fisioterapi: Latihan fisik bertahap diperlukan untuk mengembalikan jangkauan gerak, kekuatan otot, serta stabilitas sendi pasca-imobilisasi.

Studi Terkait

Berdasarkan riset ilmiah yang dipublikasikan dalam Journal of Orthopaedic Surgery and Research (2026), tindakan reduksi tertutup secara cepat dan tepat waktu pada kasus dislokasi traumatik terbukti mengurangi risiko komplikasi jangka panjang seperti avaskular nekrosis dan kekakuan sendi permanen secara signifikan. Pengodean ICD-10 yang akurat sejak dini di unit gawat darurat juga terbukti mempermudah alur perawatan berkelanjutan serta rehabilitasi pasien.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu atau orang terdekat mengalami benturan, nyeri hebat seketika, kelainan bentuk sendi (deformitas), serta tidak mampu menggerakkan anggota tubuh, segera cari pertolongan medis darurat. Kamu dapat melakukan konsultasi awal dengan Dokter Spesialis Orthopedi di Halodoc untuk mendapatkan arahan evaluasi medis yang tepat.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62811-9693-1100, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.  
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Konsultasi dengan dokter di Halodoc sangat mudah, aman, dan dapat dilakukan kapan saja. Berikut adalah berbagai keuntungannya:

  • ✅ Dokter berlisensi: Semua dokter di Halodoc memiliki STR dan SIP aktif.
  • ✅ Tersedia 24/7: Kamu bisa berkonsultasi kapan saja, di mana saja melalui layanan konsultasi dokter online.
  • ✅ Respon cepat: Dapatkan jawaban atas keluhan kesehatanmu secara cepat dari dokter ahli.
  • ✅ Privasi aman: Sesi konsultasi dijamin kerahasiaannya.

Referensi

World Health Organization. Diakses pada 2026. International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems 10th Revision (ICD-10).
PubMed / Journal of Orthopaedic Surgery and Research. Diakses pada 2026. Clinical Management and Diagnostic Accuracy of Traumatic Joint Dislocations.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Trauma Muskulokeletal.
WebMD. Diakses pada 2026. Dislocated Joint: Symptoms, Causes, Diagnosis, and Treatment.

FAQ

1. Apa bedanya dislokasi dengan terkilir (keseleo)?
Dislokasi adalah kondisi ketika tulang terlepas sepenuhnya dari posisi normalnya di dalam sendi. Sementara itu, terkilir atau sprain merupakan cedera berupa peregangan atau robekan pada ligamen tanpa pergeseran struktur tulang secara penuh.

2. Bolehkah memijat bagian tubuh yang mengalami dislokasi?
Sangat dilarang memijat sendi yang mengalami dislokasi. Tindakan pemijatan yang salah berisiko memperparah kerusakan ligamen, memperburuk perdarahan dalam, serta menyebabkan cedera pembuluh darah atau saraf yang permanen.

3. Apakah dislokasi bisa sembuh sendiri tanpa bantuan dokter?
Dislokasi tidak dapat sembuh dengan sendirinya tanpa tindakan reposisi medis yang tepat. Menunda penanganan medis dapat memicu komplikasi serius seperti kelemahan sendi kronis dan arthritis dini.

4. Mengapa kode ICD 10 dislokasi penting dalam rekam medis?
Kode ICD-10 dislokasi sangat penting untuk mencatat diagnosis medis secara terstandar di seluruh dunia. Kode ini membantu dokter memantau riwayat medis pasien secara akurat serta mempermudah proses administrasi klaim asuransi.