Ad Placeholder Image

Daftar Kode ICD 10 Gangren Pedis Terbaru dan Terlengkap

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 30 Juni 2026

Kode ICD 10 Gangren Pedis Lengkap dan Penjelasan Terbaru

Daftar Kode ICD 10 Gangren Pedis Terbaru dan TerlengkapDaftar Kode ICD 10 Gangren Pedis Terbaru dan Terlengkap

DAFTAR ISI


Dalam dunia medis dan administrasi kesehatan, sistem pengkodean penyakit sangatlah penting untuk memastikan diagnosis yang akurat, perawatan yang tepat, serta kelancaran klaim asuransi kesehatan. Salah satu kondisi medis yang cukup serius dan sering ditemui di fasilitas kesehatan adalah gangren pada area kaki. Untuk mengklasifikasikan kondisi ini, tenaga medis menggunakan sistem ICD 10 gangren pedis. International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems 10th Revision (ICD-10) adalah panduan standar internasional yang diterbitkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Gangren pedis sendiri merujuk pada kondisi kematian jaringan (nekrosis) yang terjadi pada area kaki, khususnya telapak hingga jari-jari kaki. Kematian jaringan ini umumnya disebabkan oleh terhentinya suplai darah ke area tersebut atau akibat infeksi bakteri yang sangat parah. Kasus gangren pedis paling sering dijumpai pada pasien yang menderita diabetes melitus yang tidak terkontrol, di mana terjadi komplikasi berupa neuropati diabetik (kerusakan saraf) dan penyakit arteri perifer (penyempitan pembuluh darah).

Mengetahui secara rinci mengenai ICD 10 gangren pedis tidak hanya penting bagi tenaga kesehatan seperti dokter, perawat, atau medical coder, tetapi juga bermanfaat bagi pasien dan keluarganya untuk memahami seberapa serius diagnosis yang sedang dihadapi. Jika kamu atau anggota keluargamu mengalami gejala penyakit yang mencurigakan pada area kaki, seperti perubahan warna kulit menjadi kehitaman atau luka yang tak kunjung sembuh, pemahaman dasar mengenai kondisi ini akan mendorong kamu untuk segera mencari pertolongan medis sebelum komplikasi yang lebih parah terjadi.

Artikel ini akan mengupas tuntas mengenai daftar kode ICD 10 yang berkaitan dengan gangren pedis, proses patofisiologi terjadinya penyakit, penyebab utama, gejala yang harus diwaspadai, hingga langkah-langkah pencegahan yang bisa dilakukan secara mandiri di rumah.

Memahami Kode ICD 10 Gangren Pedis

Penting untuk dicatat bahwa dalam sistem ICD-10, tidak ada satu kode tunggal yang secara eksklusif berbunyi “gangren pedis”. Kode yang digunakan akan sangat bergantung pada penyakit penyerta (komorbiditas) dan akar penyebab terjadinya kematian jaringan tersebut. Seorang dokter atau coder rekam medis harus menelusuri etiologi atau penyebab dasarnya.

Berikut adalah beberapa kode ICD 10 yang paling sering digunakan dan berkaitan langsung dengan diagnosis gangren pedis:

  • R02 – Gangrene, not elsewhere classified: Ini adalah kode dasar untuk gangren yang belum diklasifikasikan ke dalam kategori penyakit spesifik lainnya. Jika pasien datang dengan gangren namun penyebab utamanya (seperti diabetes atau aterosklerosis) belum terdiagnosis, kode R02 ini sering digunakan sebagai diagnosis awal.
  • E11.5 – Type 2 diabetes mellitus with circulatory complications: Ini adalah salah satu kode ICD 10 gangren pedis yang paling sering digunakan. Kode ini merujuk pada gangren yang muncul sebagai komplikasi dari sirkulasi darah yang buruk akibat diabetes melitus tipe 2 (kondisi yang sering disebut ulkus kaki diabetik dengan gangren).
  • E10.5 – Type 1 diabetes mellitus with circulatory complications: Sama seperti E11.5, namun kode ini dikhususkan bagi pasien yang menderita diabetes melitus tipe 1.
  • I70.26 – Atherosclerosis of native arteries of extremities with gangrene: Jika gangren pedis terjadi akibat penyempitan pembuluh darah arteri (aterosklerosis) parah pada area ekstremitas (kaki) yang bukan disebabkan oleh diabetes, maka kode blok I70 ini yang akan digunakan.
  • A48.0 – Gas gangrene: Kode ini merujuk pada gangren gas, yaitu bentuk gangren akut dan mengancam jiwa yang disebabkan oleh infeksi bakteri Clostridium perfringens. Kondisi ini biasanya terjadi pada luka trauma yang dalam dan kotor.

Pemilihan kode yang tepat sangat memengaruhi tata laksana dan persetujuan tindakan medis dari pihak penjamin kesehatan. Oleh karena itu, asesmen klinis yang komprehensif sangat diutamakan.

Patofisiologi dan Proses Terjadinya Gangren

Bagaimana jaringan di kaki bisa mati dan membusuk? Proses terjadinya gangren pedis melibatkan kaskade kejadian medis yang kompleks. Secara umum, semua sel di dalam tubuh manusia membutuhkan suplai oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah untuk tetap hidup. Ketika aliran darah menuju area kaki terhambat atau berhenti total, sel-sel jaringan di area tersebut mulai mengalami iskemia (kekurangan oksigen).

Jika iskemia ini berlangsung dalam waktu yang lama dan tidak segera ditangani, sel-sel jaringan akan mati secara permanen (nekrosis). Jaringan yang mati ini kemudian berubah warna menjadi biru keunguan, lalu perlahan menjadi hitam pekat dan mengering—kondisi yang dikenal sebagai gangren kering (dry gangrene).

Dalam skenario lain, terutama pada pasien dengan kadar gula darah tinggi, jaringan kaki yang mati merupakan tempat berkembang biak yang sangat ideal bagi bakteri. Bakteri akan menginfeksi area nekrotik tersebut, menghasilkan nanah, pembengkakan, dan bau busuk yang sangat menyengat. Kondisi ini disebut sebagai gangren basah (wet gangrene). Infeksi ini bisa dengan cepat menyebar ke aliran darah, menyebabkan sepsis, yang merupakan kondisi kegawatdaruratan medis yang dapat merenggut nyawa.

Faktor Pemicu Utama Kerusakan Jaringan Kaki:
  1. Neuropati Diabetik: Hilangnya sensasi rasa sakit pada kaki. Pasien sering tidak sadar saat kakinya terluka, tertusuk paku, atau lecet akibat sepatu sempit.
  2. Penyakit Arteri Perifer (PAD): Penumpukan plak kolesterol pada dinding pembuluh darah kaki yang membatasi aliran darah kaya oksigen.
  3. Merokok: Nikotin dan bahan kimia dalam rokok merusak pembuluh darah, mempercepat penyempitan arteri, dan sangat meningkatkan risiko gangren.
  4. Trauma atau Luka: Luka benturan, luka sayat, atau bahkan cantengan parah yang dibiarkan tanpa perawatan higienis dapat menjadi pintu masuk bakteri.

Penyebab dan Faktor Risiko Utama

Memahami penyebab di balik ICD 10 gangren pedis sangat penting untuk pencegahan. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, diabetes adalah biang keladi utama. Kadar glukosa darah yang tinggi secara kronis bersifat toksik bagi pembuluh darah kecil (mikrovaskular) dan saraf perifer di ujung-ujung tubuh, seperti jari kaki.

Selain diabetes, beberapa kondisi kesehatan lain juga meningkatkan risiko seseorang terkena gangren pedis, antara lain:

  • Penyakit Raynaud: Suatu kondisi di mana pembuluh darah di jari tangan dan kaki menyempit secara tidak normal saat terpapar suhu dingin atau stres, yang secara drastis membatasi aliran darah.
  • Imunosupresi: Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti penderita HIV/AIDS, atau mereka yang sedang menjalani kemoterapi, sangat rentan terhadap infeksi bakteri yang bisa berkembang menjadi gangren.
  • Obesitas: Berat badan berlebih memberikan tekanan ekstra pada kaki dan sering kali berkaitan dengan sindrom metabolik serta diabetes.
  • Riwayat Operasi Vaskular: Komplikasi dari pembedahan pembuluh darah di area kaki bisa memicu kegagalan sirkulasi.

Gejala dan Tanda Peringatan Dini

Gangren pedis tidak terjadi dalam semalam. Tubuh biasanya akan memberikan berbagai sinyal peringatan dini. Mengenali tanda-tanda ini bisa menjadi perbedaan antara menyelamatkan kaki atau harus merelakannya melalui prosedur amputasi. Gejala yang patut diwaspadai meliputi:

Pada Tahap Awal (Iskemia dan Peringatan Dini):

  • Warna kulit kaki tampak pucat, kebiruan, atau merah keunguan yang tidak wajar.
  • Kaki terasa sangat dingin saat disentuh dibandingkan dengan area tubuh lainnya.
  • Rasa nyeri yang hebat dan terus-menerus, yang sering kali memburuk di malam hari (rest pain).
  • Mati rasa yang persisten atau sensasi kesemutan seperti tertusuk-tusuk jarum.
  • Kulit kaki tampak tipis, mengkilap, dan rambut-rambut halus di jari kaki rontok.

Pada Tahap Lanjut (Fase Gangren):

  • Perubahan warna kulit menjadi hitam pekat dan tampak mengerut (pada gangren kering).
  • Luka terbuka (ulkus) yang mengeluarkan cairan nanah kental berbau sangat busuk (pada gangren basah).
  • Pembengkakan hebat dan kemerahan yang menyebar di sekitar area yang menghitam.
  • Terdengar suara berderak ringan di bawah kulit saat ditekan (tanda adanya penumpukan gas akibat bakteri pada gas gangren).
  • Gejala sistemik seperti demam tinggi, menggigil, denyut jantung cepat, dan pusing berkunang-kunang, yang menandakan infeksi telah menyebar ke aliran darah (sepsis).

Langkah Pencegahan dan Perawatan Kaki Mandiri

Mencegah jauh lebih baik daripada mengobati, terutama dalam kasus yang melibatkan kode ICD 10 gangren pedis. Bagi para penderita diabetes dan penyakit pembuluh darah, perawatan kaki harus menjadi ritual harian yang tidak boleh dilewatkan.

Pertama dan yang paling krusial adalah pengendalian kadar gula darah. Gula darah yang stabil adalah kunci untuk mencegah kerusakan saraf dan pembuluh darah lebih lanjut. Konsumsi obat diabetes sesuai resep, jalani diet gizi seimbang, dan lakukan olahraga ringan secara teratur untuk melancarkan sirkulasi darah ke area kaki.

Kedua, jadikan pemeriksaan kaki sebagai rutinitas setiap malam. Gunakan cermin kecil untuk memeriksa bagian telapak kaki dan sela-sela jari yang sulit terlihat. Cari tanda-tanda lecet, kemerahan, kapalan yang mengeras, atau luka potong kecil. Untuk melakukan perawatan kebersihan dasar secara aman, pastikan kamu selalu memiliki persediaan salep luka antiseptik, kassa steril, dan perban pembalut di kotak P3K rumahmu.

Ketiga, hindari kebiasaan berjalan tanpa alas kaki (nyeker), bahkan saat berada di dalam rumah sekalipun. Sensitivitas kaki yang berkurang akibat neuropati membuat pasien tidak sadar jika menginjak benda tajam. Gunakan sepatu dengan ukuran yang pas, tidak terlalu sempit atau terlalu longgar, serta memiliki ruang yang cukup lebar di bagian jari (toe box). Gunakan kaus kaki berbahan katun yang menyerap keringat untuk menjaga kaki tetap kering dan mencegah pertumbuhan jamur.

Terakhir, berhenti merokok sesegera mungkin. Tidak ada kompromi dalam hal ini; merokok secara langsung mencekik pembuluh darah kapiler yang bertugas memberikan kehidupan pada jari-jari kaki kamu.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu atau orang terdekat menyadari adanya perubahan warna pada jari kaki menjadi kehitaman, luka basah yang mengeluarkan bau busuk menyengat, atau mengalami nyeri hebat di area kaki yang disertai demam, segera konsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Halodoc. Keterlambatan penanganan pada kondisi gangren pedis tidak hanya berisiko tinggi memicu perlunya tindakan amputasi, tetapi infeksi bakteri dapat menyebar cepat ke aliran darah dan menyebabkan kondisi sepsis yang mengancam nyawa.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis! 
  • Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.  
  • Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
  • Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.

Studi Terkait

Menurut studi terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism pada tahun 2026, pendekatan tata laksana multidisiplin yang agresif terhadap ulkus diabetik—termasuk debridemen luka yang tepat, kontrol glikemik yang ketat, dan revaskularisasi arteri dini—telah terbukti mampu menurunkan tingkat kejadian amputasi mayor pada pasien dengan kode diagnosis ICD 10 gangren pedis (E11.5) hingga 42%. Penelitian ini juga menyoroti efektivitas Terapi Oksigen Hiperbarik (HBOT) sebagai pengobatan tambahan dalam merangsang angiogenesis (pembentukan pembuluh darah baru) pada jaringan nekrotik yang sedang dalam fase pemulihan.

Studi lain dalam International Wound Journal (2026) menekankan bahwa keterlambatan presentasi pasien ke rumah sakit rata-rata 14 hari sejak munculnya luka awal menjadi faktor penyumbang tertinggi terhadap progresi gangren kering menjadi gangren basah yang terinfeksi bakteri resisten antibiotik.

Referensi

  • World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. ICD-10 Version:2019 – R02 Gangrene, E11.5 Type 2 diabetes mellitus.
  • Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Gangrene – Symptoms and causes.
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2024. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Diabetes Melitus Tipe 2 dan Komplikasinya.
  • National Institutes of Health (PubMed). Diakses pada 2024. Pathophysiology and Comprehensive Management of Diabetic Foot Ulcers and Gangrene.

FAQ

1. Apa itu ICD 10 gangren pedis?
ICD 10 gangren pedis merujuk pada kode klasifikasi penyakit standar internasional yang digunakan untuk mendiagnosis kematian jaringan pada kaki. Kode yang paling sering digunakan adalah E11.5 untuk gangren akibat komplikasi diabetes tipe 2, atau R02 jika tidak diklasifikasikan secara spesifik.

2. Apakah gangren pedis bisa disembuhkan tanpa operasi amputasi?
Tergantung pada tingkat keparahannya. Jika terdeteksi sangat dini dan jaringan mati belum menyebar, pengobatan dengan antibiotik kuat, pembedahan pembersihan jaringan mati (debridemen), serta revaskularisasi (memulihkan aliran darah) bisa menyelamatkan kaki. Namun, jika infeksi sudah parah dan mengancam jiwa, amputasi sebagian mungkin tak terhindarkan.

3. Apa perbedaan utama antara gangren kering dan gangren basah?
Gangren kering terjadi akibat aliran darah yang terhenti tanpa adanya infeksi bakteri yang menyertai, sehingga kulit tampak menghitam, kering, dan mengerut. Sebaliknya, gangren basah melibatkan infeksi bakteri aktif pada jaringan mati, yang menyebabkan pembengkakan, nanah, bau busuk, dan dapat menyebar dengan sangat cepat.

4. Bagaimana cara terbaik mencegah gangren pedis bagi penderita diabetes?
Cara terbaik adalah dengan menjaga kadar gula darah tetap normal, menghindari merokok yang dapat merusak pembuluh darah, dan selalu menjaga kebersihan kaki. Periksa telapak kaki setiap hari untuk mendeteksi lecet kecil, serta pastikan selalu menggunakan alas kaki pelindung yang nyaman di dalam maupun di luar rumah.