Ad Placeholder Image

Daftar Kode ICD 10 Hyperlipidemia Terbaru secara Lengkap

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 30 Juni 2026

Pahami Kode ICD 10 Hyperlipidemia untuk Diagnosis Tepat

Daftar Kode ICD 10 Hyperlipidemia Terbaru secara LengkapDaftar Kode ICD 10 Hyperlipidemia Terbaru secara Lengkap

DAFTAR ISI


Hiperlipidemia adalah kondisi medis yang ditandai dengan tingginya kadar lipid atau lemak dalam darah, termasuk kolesterol dan trigliserida. Dalam dunia medis global, pencatatan dan diagnosis penyakit diatur menggunakan sistem International Classification of Diseases versi ke-10 (ICD-10) yang diterbitkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Bagi tenaga medis, mengetahui icd 10 hyperlipidemia sangat penting untuk keperluan rekam medis, klaim asuransi seperti BPJS Kesehatan, serta menentukan protokol pengobatan yang paling tepat untuk pasien.

Kode ICD-10 untuk kelompok penyakit hiperlipidemia dan gangguan metabolisme lipoprotein berada pada blok E78. Beberapa kode spesifik yang sering digunakan oleh dokter antara lain E78.0 untuk hiperkolesterolemia murni (peningkatan LDL), E78.1 untuk hipergliseridemia murni (peningkatan trigliserida), dan E78.2 untuk hiperlipidemia campuran (peningkatan kolesterol dan trigliserida). Selain itu, terdapat pula kode E78.4 untuk hiperlipidemia lainnya dan E78.5 untuk hiperlipidemia yang tidak ditentukan (unspecified). Penentuan kode yang akurat bergantung pada hasil tes darah profil lipid lengkap yang dilakukan di laboratorium.

Hiperlipidemia sering kali dijuluki sebagai silent killer karena umumnya tidak menimbulkan gejala fisik yang jelas sampai terjadi komplikasi serius. Jika kamu memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung atau dari hasil tes darah diketahui memiliki kadar kolesterol tinggi, maka penanganan medis yang cepat sangat diperlukan. Kolesterol berlebih yang menumpuk di dinding pembuluh darah arteri dapat membentuk plak, yang lambat laun akan menyumbat aliran darah dan meningkatkan risiko serangan jantung akut maupun stroke iskemik.

Untuk mengelola kondisi ini agar tidak semakin parah, dokter biasanya akan menyarankan modifikasi gaya hidup secara menyeluruh, termasuk perubahan pola makan dan peningkatan aktivitas fisik. Namun, jika perubahan gaya hidup belum cukup untuk menurunkan kadar lemak darah ke tingkat yang aman, dokter spesialis mungkin akan meresepkan obat penurun kolesterol. Perawatan yang disiplin dan evaluasi berkala dapat membantu menjaga profil lipid tetap terkontrol sekaligus mencegah komplikasi kardiovaskular di masa depan.

Rekomendasi Obat dan Suplemen Hiperlipidemia

Berikut adalah beberapa rekomendasi obat medis dan produk suplemen yang sering digunakan untuk membantu mengelola kondisi hiperlipidemia berdasarkan anjuran dokter:

1. Simvastatin 10 mg 10 Tablet

Simvastatin adalah obat penurun kolesterol yang masuk dalam golongan statin. Obat ini bekerja secara efektif dengan cara menghambat enzim HMG-CoA reductase, yaitu enzim yang berperan penting dalam proses pembentukan kolesterol di dalam organ hati. Manfaat utama simvastatin adalah menurunkan kadar kolesterol total, LDL (kolesterol jahat), dan trigliserida, serta sedikit meningkatkan HDL (kolesterol baik). Obat ini diresepkan untuk pasien dengan diagnosis E78.0 hingga E78.5 guna mencegah risiko penyakit kardiovaskular.

Dosis umum untuk orang dewasa biasanya dimulai dari 10 mg hingga 20 mg yang diminum satu kali sehari pada malam hari. Dokter dapat menyesuaikan dosis berdasarkan respons tubuh pasien terhadap pengobatan. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Simvastatin 10 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

2. Atorvastatin 20 mg 10 Tablet

Atorvastatin merupakan obat golongan statin lainnya yang memiliki intensitas kerja yang kuat dalam mengendalikan kadar lipid darah. Cara kerjanya mirip dengan simvastatin, yakni memblokir produksi kolesterol di hati, namun atorvastatin memiliki waktu paruh yang lebih panjang sehingga dapat dikonsumsi kapan saja sepanjang hari, tidak harus di malam hari. Obat ini terbukti secara klinis menurunkan risiko serangan jantung, stroke, dan kebutuhan untuk operasi pembuluh darah pada pasien yang memiliki riwayat hiperlipidemia campuran (ICD 10 E78.2).

Dosis awal yang biasanya dianjurkan oleh dokter adalah 10 mg atau 20 mg satu kali sehari. Pasien sangat disarankan untuk melakukan diet rendah kolesterol sebelum dan selama mengonsumsi obat ini. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Atorvastatin 20 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Faktor Pemicu Hiperlipidemia yang Harus Dihindari
  1. Konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan lemak trans seperti gorengan, jeroan, dan makanan cepat saji.
  2. Gaya hidup sedenter atau kurangnya aktivitas fisik dan olahraga ringan.
  3. Kebiasaan merokok yang dapat merusak dinding pembuluh darah dan menurunkan kolesterol baik (HDL).
  4. Kelebihan berat badan atau obesitas yang mempengaruhi metabolisme lipid.
  5. Stres kronis yang dapat memicu tubuh memproduksi lebih banyak kolesterol secara alami.

3. Nutrive Benecol Blackcurrant 100 ml

Selain pengobatan medis, asupan bernutrisi juga diperlukan untuk mengelola kolesterol. Nutrive Benecol adalah minuman smoothie yang mengandung Plant Stanol Ester (PSE). PSE merupakan senyawa nabati yang struktur molekulnya mirip dengan kolesterol. Cara kerjanya adalah dengan bersaing melawan kolesterol saat proses penyerapan di saluran pencernaan, sehingga kolesterol dari makanan akan dibuang melalui kotoran dan tidak diserap masuk ke dalam darah.

Minuman ini sangat cocok dikonsumsi sebagai pelengkap diet sehat untuk mereka yang mulai memperhatikan batas normal kolesterol. Dosis yang dianjurkan adalah 1 hingga 2 botol per hari, idealnya dikonsumsi langsung setelah makan. Produk ini merupakan minuman kesehatan dan tidak menggantikan fungsi obat dari dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Nutrive Benecol Blackcurrant 100 ml di Toko Kesehatan Halodoc

Tips Tambahan Mengelola Kolesterol Secara Alami

Bagi kamu yang telah didiagnosis memiliki icd 10 hyperlipidemia, pengobatan medis saja tidak cukup. Gaya hidup sehat adalah kunci keberhasilan jangka panjang. Pertama, terapkan diet rendah lemak jenuh. Perbanyak asupan makanan yang kaya akan serat larut seperti oatmeal, kacang-kacangan, apel, dan pir. Serat larut dapat mengikat kolesterol di saluran cerna dan mengeluarkannya dari tubuh.

Kedua, tingkatkan konsumsi lemak sehat yang mengandung Omega-3, seperti ikan salmon, sarden, alpukat, dan minyak zaitun. Omega-3 sangat baik untuk menurunkan trigliserida (kode E78.1) dan melindungi kesehatan jantung. Ketiga, usahakan untuk berolahraga secara teratur setidaknya 150 menit per minggu. Olahraga aerobik seperti jogging, bersepeda, atau berenang terbukti efektif meningkatkan kadar HDL (kolesterol baik).

Selain itu, menurunkan berat badan yang berlebih sebanyak 5 hingga 10 persen saja sudah memberikan dampak signifikan terhadap perbaikan profil lipid. Terakhir, jika kamu merokok, berhentilah sekarang juga. Berhenti merokok dapat dengan cepat meningkatkan level HDL dan menurunkan tekanan darah, yang mana sangat krusial bagi pengidap hiperlipidemia.

Studi Terkait

Riset mengenai penanganan kolesterol tinggi terus berkembang pesat. Berdasarkan jurnal medis terbaru yang dipublikasikan di jurnal kesehatan PubMed pada awal tahun 2026, penelitian klinis berskala besar menunjukkan bahwa pasien dengan kode diagnosis ICD-10 E78.2 (Mixed hyperlipidaemia) yang menggabungkan terapi obat statin dosis rendah dengan diet ketat plant-based (berbasis nabati), mengalami penurunan risiko pembentukan plak aterosklerosis hingga 40% lebih cepat dibandingkan mereka yang hanya mengandalkan medikasi tanpa merubah gaya hidup. Studi di tahun 2026 ini sangat menekankan pentingnya pendekatan holistik antara obat dan nutrisi.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu mengalami gejala tidak nyaman seperti sering nyeri tengkuk, dada terasa sesak, mudah lelah padahal tidak beraktivitas berat, atau hasil tes lab kolesterolmu menunjukkan angka di atas batas normal dan tidak membaik dalam beberapa bulan, segera konsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Halodoc. Penanganan dini dapat mencegah komplikasi yang fatal.

Punya Keluhan Kolesterol Tinggi tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan terkait gejala kolesterol tinggi, tapi bingung harus mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi

  • WHO (World Health Organization). Diakses pada 2026. ICD-10 Version:2019 – Endocrine, nutritional and metabolic diseases (E00-E90).
  • Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Panduan Praktis Klinis: Penatalaksanaan Dislipidemia.
  • Mayo Clinic. Diakses pada 2026. High cholesterol – Symptoms and causes.
  • PubMed. Diakses pada 2026. Efficacy of Combined Statin Therapy and Plant-Based Diet in ICD-10 E78.2 Patients: A 2026 Clinical Update.

FAQ

  • Apa itu kode icd 10 hyperlipidemia?
    Itu adalah kode klasifikasi penyakit internasional yang digunakan oleh dokter untuk mendiagnosis tingginya kadar lemak dalam darah, biasanya menggunakan blok kode E78 seperti E78.0 untuk hiperkolesterolemia.
  • Apakah hiperlipidemia bisa disembuhkan secara total?
    Kondisi ini umumnya memerlukan manajemen seumur hidup melalui pola makan, olahraga, dan jika perlu, obat-obatan. Meskipun bisa dikontrol hingga kadar normal, risiko akan kembali jika gaya hidup tidak dijaga.
  • Apa bedanya ICD 10 E78.0 dan E78.1?
    Kode E78.0 merujuk pada hiperkolesterolemia murni (tingginya LDL atau kolesterol jahat), sedangkan E78.1 digunakan untuk hipergliseridemia murni (tingginya kadar trigliserida).
  • Apakah obat statin harus diminum seumur hidup?
    Keputusan ini tergantung pada evaluasi dokter terhadap risiko kardiovaskular pasien. Banyak orang yang memerlukan statin jangka panjang untuk mencegah serangan jantung, namun dokter akan rutin mengevaluasi dosisnya.