
Daftar Kode ICD 10 Perdarahan Post Partum Lengkap Terbaru
Daftar lengkap kode ICD 10 perdarahan post partum untuk rujukan medis yang akurat dan tepat.

DAFTAR ISI
- Apa Itu Perdarahan Post Partum?
- Daftar Kode ICD 10 Perdarahan Post Partum
- Penanganan Medis Perdarahan Post Partum
- Studi Terkait
- Kapan Harus ke Dokter?
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
- FAQ
Apa Itu Perdarahan Post Partum?
Perdarahan post partum (postpartum hemorrhage/PPH) atau perdarahan pascapersalinan adalah kondisi gawat darurat medis yang ditandai dengan keluarnya darah secara berlebihan setelah proses melahirkan. Secara klinis, kondisi ini didefinisikan sebagai pendarahan melebihi 500 ml pada persalinan pervaginam atau lebih dari 1.000 ml pada operasi caesar.
Kondisi ini merupakan salah satu penyebab utama mortalitas ibu di seluruh dunia jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Oleh karena itu, pengodean diagnosis medis yang presisi menggunakan sistem ICD-10 (International Classification of Diseases 10th Revision) sangat penting untuk pencatatan rekam medis, tata laksana klinis, serta pengurusan klaim asuransi kesehatan seperti BPJS Kesehatan.
Daftar Kode ICD 10 Perdarahan Post Partum
Dalam klasifikasi ICD-10, perdarahan pascapersalinan dikelompokkan ke dalam kategori O72. Berikut adalah rincian kode ICD 10 perdarahan post partum berdasarkan kondisi klinis yang mendasarinya:
- O72: Postpartum haemorrhage (Kategori utama perdarahan pascapersalinan).
- O72.0: Third-stage haemorrhage (Perdarahan kala tiga). Kondisi ini terjadi akibat retensio plasenta atau tertahannya bagian plasenta di dalam rahim setelah bayi lahir.
- O72.1: Other immediate postpartum haemorrhage (Perdarahan pascapersalinan primer/seketika lainnya). Kode ini digunakan untuk perdarahan yang terjadi dalam 24 jam pertama setelah persalinan, paling sering disebabkan oleh atonia uteri (otot rahim tidak berkontraksi).
- O72.2: Delayed and secondary postpartum haemorrhage (Perdarahan pascapersalinan sekunder/lambat). Perdarahan yang terjadi setelah 24 jam hingga 6 minggu pascapersalinan, umumnya dipicu oleh sisa jaringan plasenta atau infeksi rahim.
- O72.3: Postpartum coagulation defects (Gangguan pembekuan darah pascapersalinan). Kondisi perdarahan hebat yang disertai dengan kelainan pembekuan darah seperti hipofibrinogenemia pascapersalinan.
Penanganan Medis Perdarahan Post Partum
Perdarahan pascapersalinan adalah kegawatdaruratan yang membutuhkan intervensi farmakologis segera di fasilitas kesehatan. Dokter spesialis kebidanan dan kandungan akan memberikan obat-obatan uterotonika untuk memicu kontraksi otot rahim guna menghentikan perdarahan.
Beberapa jenis obat yang umum digunakan dalam tata laksana penanganan PPH antara lain:
- Oksitosin Injection: Obat lini pertama yang diberikan secara intravena atau intramuskular untuk merangsang kontraksi rahim. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.
- Metilergometrin: Digunakan untuk meningkatkan tonus dan kekuatan kontraksi otot rahim saat terjadi perdarahan berat. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.
- Asam Traneksamat Injection: Agen hemostatik yang membantu memperlambat pemecahan gumpalan darah sehingga perdarahan dapat terkontrol. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.
Studi Terkait
Berdasarkan studi klinis terkini yang dipublikasikan dalam jurnal kesehatan maternal tahun 2026, intervensi awal berupa pemberian uterotonika dikombinasikan dengan asam traneksamat dalam rentang waktu 3 jam pertama persalinan terbukti mampu menurunkan risiko komplikasi berat dan mortalitas akibat perdarahan post partum hingga lebih dari 60 persen. Dokumentasi yang akurat berbasis kode ICD-10 juga mempermudah analisis epidemiologi untuk peningkatan mutu pelayanan kebidanan.
Kapan Harus Ke Dokter?
Jika kamu atau anggota keluarga mengalami perdarahan pascapersalinan berupa darah yang mengalir deras, tampak pucat, pusing hebat, berdebar-debar, atau lemas mendadak, segera konsultasi dengan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan di Halodoc atau langsung tuju instalasi gawat darurat (IGD) rumah sakit terdekat.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
- ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
- ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
- ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
- ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
- ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
- ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
- ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
- ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Layanan konsultasi ke dokter Halodoc tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja. Kamu bisa bertanya langsung seputar perawatan masa nifas, penanganan luka jahitan, hingga komplikasi persalinan secara aman dan nyaman bersama dokter berpengalaman.
Referensi
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. WHO Recommendations for the Prevention and Treatment of Postpartum Hemorrhage.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Perdarahan Pascapersalinan.
PubMed / BMC Pregnancy and Childbirth. Diakses pada 2026. ICD-10 Coding Accuracy and Emergency Management of Postpartum Hemorrhage.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Diakses pada 2026. Informasi Spesialis Obat Uterotonika dan Hemostatik.
FAQ
1. Apa kode ICD 10 perdarahan post partum secara umum?
Kode ICD 10 utama untuk perdarahan pascapersalinan adalah O72. Kode ini terbagi menjadi beberapa subkode seperti O72.0 untuk kala tiga, O72.1 untuk perdarahan seketika/primer, dan O72.2 untuk perdarahan sekunder.
2. Apa penyebab tersering perdarahan post partum?
Penyebab paling sering dari perdarahan post partum adalah atonia uteri, yaitu kondisi di mana otot rahim tidak dapat berkontraksi dengan baik setelah janin lahir. Penyebab lain meliputi robekan jalan lahir, retensio plasenta, serta gangguan pembekuan darah.
3. Apakah perdarahan post partum bisa terjadi beberapa hari setelah melahirkan?
Ya, kondisi ini disebut perdarahan pascapersalinan sekunder (kode ICD 10: O72.2). Perdarahan sekunder dapat terjadi antara 24 jam hingga 6 minggu setelah persalinan, biasanya akibat tertahannya fragmen plasenta atau infeksi.
4. Bagaimana langkah penanganan darurat jika terjadi perdarahan hebat pascamelahirkan?
Penanganan darurat harus dilakukan di fasilitas kesehatan oleh tim medis. Langkahnya meliputi pemijatan rahim (masase uteri), pemberian obat uterotonika seperti oksitosin, penggantian cairan/transfusi darah, serta tindakan bedah jika perdarahan terus berlanjut.




