Ad Placeholder Image

Daftar Kode ICD 10 Post Partum Lengkap untuk Rekam Medis

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 30 Juli 2026

Daftar kode ICD 10 post partum lengkap untuk pelaporan medis ibu pasca melahirkan yang akurat.

Daftar Kode ICD 10 Post Partum Lengkap untuk Rekam MedisDaftar Kode ICD 10 Post Partum Lengkap untuk Rekam Medis

DAFTAR ISI


Masa pascapersalinan atau post partum merupakan fase krusial bagi kesehatan fisik dan emosional seorang ibu. Pada periode nifas ini, tenaga medis memerlukan klasifikasi diagnosis yang tepat untuk pencatatan rekam medis dan pengajuan jaminan kesehatan, yang dikenal sebagai sistem ICD 10 (International Classification of Diseases 10th Revision).

Kode ICD 10 post partum digunakan oleh dokter, bidan, dan staf fasilitas kesehatan untuk mengategorikan pemeriksaan rutin pascapersalinan maupun komplikasi yang mungkin terjadi setelah melahirkan. Pengodean yang akurat membantu memantau kondisi ibu nifas secara komprehensif.

Memahami klasifikasi ini juga penting agar ibu dan keluarga mengetahui kondisi medis yang sedang dialami serta langkah perawatan yang perlu diambil. Jika kamu memiliki keluhan atau pertanyaan seputar pemulihan nifas, kamu bisa melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.

Apa Itu Kode ICD 10 Post Partum?

Kode ICD 10 post partum adalah serangkaian sistem pengodean alfanumerik standar internasional yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Kode ini dirancang untuk mendokumentasikan setiap aspek perawatan nifas, mulai dari pemantauan rutin ibu dan bayi hingga penanganan komplikasi pascapersalinan.

Dalam rekam medis di Indonesia, penggunaan kode ICD 10 mempermudah sinkronisasi data pelayanan kesehatan di rumah sakit maupun puskesmas. Sistem ini terbagi ke dalam kelompok pemantauan kondisi normal dan penanganan penyulit medis pascapersalinan.

Daftar Kode ICD 10 Post Partum yang Umum

Berikut adalah beberapa kode ICD 10 post partum yang paling sering digunakan dalam pencatatan rekam medis:

  • Z39.0: Perawatan dan pemeriksaan segera setelah melahirkan di fasilitas kesehatan.
  • Z39.1: Perawatan dan pemantauan ibu menyusui (laktasi).
  • Z39.2: Perawatan dan pemeriksaan rutin pascapersalinan (kontrol nifas berkala).
  • O72: Perdarahan pascapersalinan (Postpartum Hemorrhage), baik perdarahan primer maupun sekunder.
  • O85: Sepsis puerperal atau infeksi bakteri berat pada masa nifas.
  • O90: Komplikasi masa nifas, seperti infeksi luka episiotomi atau luka operasi caesar (O90.0 dan O90.1).
  • F53: Gangguan mental dan perilaku pascapersalinan, termasuk postpartum depression dan baby blues berat.
Faktor Risiko Komplikasi Post Partum yang Perlu Diwaspadai
  1. Riwayat perdarahan hebat pada persalinan sebelumnya.
  2. Proses persalinan yang berlangsung lama atau berliku.
  3. Infeksi pada jalan lahir atau luka bekas jahitan persalinan.
  4. Kurangnya dukungan emosional dan istirahat pascapersalinan.

Penanganan dan Perawatan Masa Nifas

Perawatan ibu pada masa post partum membutuhkan perhatian intensif agar proses pemulihan berjalan optimal. Ibu disarankan untuk menjaga kebersihan area kewanitaan, mengonsumsi makanan bergizi kaya protein dan zat besi, serta mencukupi kebutuhan cairan harian.

Selain pemulihan fisik, kesehatan emosional ibu juga perlu mendapat perhatian penuh. Dukungan dari pasangan dan keluarga sangat penting untuk mencegah terjadinya depresi pascapersalinan yang dapat memengaruhi kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi.

Studi Terkait

Sebuah studi dalam Journal of Maternal-Fetal & Neonatal Medicine (2026) menunjukkan bahwa dokumentasi rekam medis yang tepat menggunakan kode ICD 10 dapat mempercepat respons medis terhadap penanganan kasus perdarahan pascapersalinan hingga 25 persen.

Penelitian lain dari publikasi World Health Organization Health Reports (2026) mengungkapkan bahwa pemantauan standar kode Z39 dan O90 secara konsisten membantu menekan angka komplikasi luka bekas jahitan persalinan melalui deteksi dini di tingkat pelayanan primer.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu mengalami tanda bahaya masa nifas seperti perdarahan berlebihan dari jalan lahir, demam tinggi, cairan berbau menyengat, atau perubahan emosi yang drastis, segera konsultasikan kondisi kamu dengan Dokter Kandungan di Halodoc.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.  
  • Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Konsultasi masalah kesehatan ibu dan anak menjadi lebih praktis lewat Halodoc.

  • Dokter berpengalaman: Terhubung langsung dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan terpercaya.
  • Respon cepat: Layanan konsultasi siap merespon pertanyaan kamu 24 jam nonstop.
  • Privasi terjamin: Sesi konsultasi berlangsung aman dan rahasia.

Referensi

World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. ICD-10 Version:2019 – Chapter XV: Pregnancy, childbirth and the puerperium.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Pelayanan Kesehatan Ibu Nifas dan Komplikasi Pascapersalinan.
PubMed / Journal of Maternal-Fetal & Neonatal Medicine. Diakses pada 2026. Diagnostic Accuracy of ICD-10 Coding in Postpartum Hemorrhage and Complications.
WebMD. Diakses pada 2026. Postpartum Recovery: What to Expect After Delivery.

FAQ

Apa kode ICD 10 untuk kontrol nifas rutin?

Kode ICD 10 yang paling sering digunakan untuk kontrol nifas rutin pascarawat inap adalah Z39.2. Kode ini mencatat pelayanan kesehatan berkala pascapersalinan.

Apakah depresi pascapersalinan memiliki kode ICD 10 tersendiri?

Ya, depresi pascapersalinan atau postpartum depression dikategorikan dalam kode ICD 10 F53. Pengodean ini membantu dokter merujuk pasien ke spesialis kesehatan jiwa bila diperlukan.

Mengapa pencatatan kode ICD 10 post partum sangat penting?

Kode ini penting untuk menyelaraskan rekam medis, memantau riwayat pemulihan ibu, serta mempermudah prosedur klaim asuransi kesehatan. Pengodean ini memastikan penanganan medis tercatat secara terstruktur.

Kode ICD 10 apa yang digunakan untuk kasus perdarahan pascapersalinan?

Perdarahan pascapersalinan dicatat menggunakan kode ICD 10 O72. Kode ini digunakan untuk menandai adanya pendarahan berlebihan yang membutuhkan penanganan medis darurat.