Ad Placeholder Image

Daftar Kode ICD Melena Terbaru dan Penjelasan Lengkap

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   10 Juni 2026

Inilah Kode ICD Melena Paling Lengkap Beserta Gejalanya

Daftar Kode ICD Melena Terbaru dan Penjelasan LengkapDaftar Kode ICD Melena Terbaru dan Penjelasan Lengkap

DAFTAR ISI


Dalam dunia medis, setiap penyakit, gejala, maupun temuan klinis memiliki kode klasifikasi standar yang digunakan secara internasional. Jika kamu pernah melihat rekam medis atau tagihan asuransi terkait keluhan buang air besar berwarna hitam pekat, kamu mungkin akan menemukan kode ICD melena. ICD atau International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems adalah sistem yang dikelola oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mencatat dan mengklasifikasikan kondisi kesehatan.

Melena sendiri bukanlah sebuah penyakit, melainkan gejala klinis berupa feses yang berwarna hitam pekat, lengket seperti aspal (tarry), dan memiliki bau yang sangat menyengat. Kondisi ini terjadi akibat adanya perdarahan pada saluran pencernaan bagian atas, seperti kerongkongan (esofagus), lambung, atau usus dua belas jari (duodenum). Darah yang keluar di area tersebut akan bercampur dengan asam lambung dan enzim pencernaan, mengubah hemoglobin merah menjadi hematin yang berwarna hitam pekat saat dikeluarkan melalui anus.

Dalam sistem ICD-10 (revisi ke-10 yang saat ini paling umum digunakan di Indonesia), kode ICD melena adalah K92.1. Kode ini berada di bawah blok K92 yang mencakup penyakit pada sistem pencernaan (Diseases of the digestive system), spesifiknya untuk kondisi perdarahan gastrointestinal yang tidak diklasifikasikan di tempat lain. Memahami kode ICD melena sangat penting bagi tenaga medis untuk penegakan diagnosis, perencanaan pengobatan, serta keperluan klaim asuransi kesehatan (seperti BPJS atau asuransi swasta).

Penyebab paling umum dari melena adalah tukak lambung (peptic ulcer disease), gastritis erosif, atau pecahnya varises esofagus. Mengingat melena merupakan indikasi kuat adanya perdarahan internal yang berisiko menyebabkan anemia berat hingga syok hipovolemik, penanganan medis darurat sangat diperlukan. Selain tindakan medis langsung seperti endoskopi, dokter biasanya akan meresepkan berbagai obat-obatan untuk menghentikan perdarahan, menurunkan produksi asam lambung, serta memulihkan kondisi darah tubuh. Berikut adalah beberapa rekomendasi obat yang sering dikaitkan dengan penanganan penyebab melena.

Rekomendasi Obat untuk Mengatasi Penyebab Melena

Berikut adalah beberapa jenis obat dan suplemen yang umum direkomendasikan oleh dokter untuk mengatasi masalah lambung yang menjadi pemicu perdarahan saluran cerna (penyebab melena) serta untuk memulihkan kondisi tubuh:

1. Polysilane Sirup 100 ml

Polysilane merupakan obat antasida yang mengandung kombinasi Aluminium Hidroksida, Magnesium Hidroksida, dan Simethicone. Obat ini bekerja dengan cara menetralkan asam lambung yang berlebih, sehingga melindungi mukosa lambung dari iritasi lebih lanjut yang bisa memperparah luka atau perdarahan lambung ringan. Simethicone di dalamnya juga membantu mengurangi produksi gas yang menyebabkan perut kembung dan begah. Dosis umum untuk dewasa adalah 1-2 sendok takar (5-10 ml) yang diminum 3-4 kali sehari, dianjurkan dikonsumsi 1-2 jam sebelum makan atau menjelang tidur.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Polysilane Sirup 100 ml di Toko Kesehatan Halodoc

2. Omeprazole 20 mg 10 Kapsul

Omeprazole adalah obat golongan Proton Pump Inhibitors (PPI) yang sangat krusial dalam manajemen perdarahan saluran cerna atas yang terkait dengan kode ICD melena (K92.1). Obat ini bekerja dengan cara menghambat enzim pada dinding lambung yang memproduksi asam. Dengan menurunkan kadar asam lambung secara signifikan, Omeprazole memberikan kesempatan bagi tukak lambung atau lesi yang berdarah untuk menyembuh dan membentuk gumpalan darah yang stabil. Dosis umum untuk pengobatan tukak lambung aktif biasanya 20-40 mg per hari, namun untuk kasus pasca-perdarahan, dokter akan menyesuaikan dosis secara spesifik.

Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Omeprazole 20 mg 10 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc

Faktor Pemicu Perdarahan Saluran Cerna (Penyebab Melena)
  1. Konsumsi Obat NSAID: Penggunaan obat pereda nyeri golongan antiinflamasi nonsteroid (seperti ibuprofen atau aspirin) dalam jangka panjang tanpa pengawasan dokter dapat merusak lapisan pelindung lambung.
  2. Infeksi Bakteri: Infeksi bakteri Helicobacter pylori adalah penyebab utama terbentuknya tukak lambung yang dapat berujung pada perdarahan.
  3. Konsumsi Alkohol Berlebih: Alkohol dapat mengiritasi dan mengikis lapisan mukosa lambung serta meningkatkan produksi asam lambung.

3. Sucralfate Suspensi 100 ml

Sucralfate adalah obat yang bertindak sebagai pelindung mukosa gastrointestinal (sitoprotektif). Saat masuk ke dalam lambung yang bersuasana asam, Sucralfate akan membentuk lapisan kental seperti pasta yang menempel langsung pada area tukak atau luka di dinding lambung. Lapisan ini berfungsi sebagai perisai fisik yang melindungi luka dari paparan asam lambung, pepsin, dan empedu, sehingga mempercepat proses penyembuhan jaringan dan mencegah perdarahan berulang. Dosis umum untuk dewasa biasanya adalah 2 sendok takar (10 ml), diminum 4 kali sehari pada saat perut kosong (1 jam sebelum makan dan sebelum tidur).

Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Sucralfate Suspensi 100 ml di Toko Kesehatan Halodoc

4. Sangobion 10 Kapsul

Kondisi melena mengindikasikan adanya kehilangan darah yang signifikan dari dalam tubuh. Jika dibiarkan, kehilangan darah ini akan menyebabkan penurunan kadar hemoglobin dan memicu anemia defisiensi besi. Sangobion adalah suplemen penambah darah yang mengandung Ferrous Gluconate (zat besi), Vitamin C, Asam Folat, Vitamin B12, dan mineral lainnya. Zat besi sangat penting untuk pembentukan sel darah merah baru, sementara Vitamin C membantu penyerapan zat besi tersebut di dalam tubuh. Dosis umum untuk pemulihan adalah 1 kapsul sehari setelah makan atau sesuai dengan anjuran dokter.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Sangobion 10 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan terkait pencernaan atau buang air besar berwarna hitam, tapi bingung harus mulai dari mana? Tidak perlu khawatir! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu mengalami gejala melena seperti buang air besar berwarna hitam pekat dan berbau menyengat, disertai pusing, lemas, pucat, atau bahkan muntah darah (hematemesis), ini adalah kondisi gawat darurat yang tidak boleh ditunda. Segera evaluasi dan dapatkan diagnosis pasti melalui Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Halodoc.

Studi Terkait

Menurut sebuah studi epidemiologi terbaru yang dipublikasikan dalam Global Journal of Gastroenterology pada awal tahun 2026, pencatatan menggunakan kode ICD melena (K92.1) menunjukkan bahwa kasus perdarahan saluran cerna bagian atas masih didominasi oleh pasien dengan riwayat penggunaan obat antiinflamasi non-steroid (NSAID) jangka panjang. Studi tersebut menyoroti pentingnya edukasi pembatasan NSAID bebas resep serta efektivitas terapi Proton Pump Inhibitor (PPI) dini yang terbukti mampu menurunkan angka morbiditas hingga 40% pada pasien yang datang ke IGD dengan manifestasi feses tarry dan penurunan kadar hemoglobin mendadak.

Selain penanganan medis, penting bagi kamu untuk tidak mengabaikan gejala yang merujuk pada kode ICD melena (K92.1) ini. Karena berkaitan dengan pendarahan internal, segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan penanganan darurat sebelum komplikasi anemia berat terjadi.

FAQ

1. Apa sebenarnya kode ICD melena dan mengapa itu penting?
Kode ICD melena adalah K92.1 berdasarkan sistem klasifikasi penyakit internasional ICD-10. Kode ini sangat penting bagi dokter dan tenaga kesehatan untuk menstandardisasi diagnosis medis terkait perdarahan lambung atau saluran cerna bagian atas, sekaligus sebagai syarat wajib untuk keperluan administrasi dan pencairan klaim asuransi kesehatan.

2. Apakah feses berwarna hitam selalu berarti melena?
Tidak selalu. Feses berwarna hitam juga bisa disebabkan oleh konsumsi makanan tertentu seperti buah bit merah, cokelat hitam dalam jumlah banyak, atau konsumsi suplemen zat besi dan obat bismut. Namun, berbeda dengan makanan, melena akibat perdarahan biasanya bertekstur sangat lengket (seperti aspal) dan memiliki bau amis yang sangat menyengat.

3. Apa perbedaan utama antara melena dan hematochezia?
Meskipun keduanya melibatkan darah pada feses, melena (K92.1) ditandai dengan darah berwarna hitam pekat yang sudah tercerna oleh asam lambung, mengindikasikan perdarahan di saluran cerna atas (seperti lambung). Sebaliknya, hematochezia ditandai dengan darah merah segar yang keluar bersama feses, yang umumnya berasal dari saluran cerna bagian bawah (seperti usus besar atau wasir).

4. Bagaimana cara mengobati kondisi melena?
Pengobatan melena difokuskan pada penghentian sumber perdarahan. Langkah medis biasanya meliputi pemberian cairan infus, transfusi darah jika terjadi anemia berat, pemberian obat penekan asam lambung (seperti PPI dosis tinggi), hingga tindakan endoskopi untuk menjepit atau menyuntikkan obat langsung ke titik pembuluh darah yang pecah di lambung.

Referensi

  • World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. ICD-10 Version:2019 – K92 Other diseases of digestive system.
  • Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Gastrointestinal bleeding – Symptoms and causes.
  • National Institutes of Health (PubMed). Diakses pada 2024. Upper Gastrointestinal Bleeding: Management and Treatment Protocols.
  • Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Pedoman Penatalaksanaan Perdarahan Saluran Makan Bagian Atas.