
Daftar Kode Preeclampsia ICD 10 Lengkap untuk Diagnosis Medis
Kode Preeclampsia ICD 10 Penting untuk Diagnosis Medis Kehamilan yang Tepat dan Akurat

DAFTAR ISI
- Apa itu Kode ICD-10 Preeklamsia?
- Daftar Kode ICD-10 Preeklamsia Lengkap
- Langkah Pencegahan dan Penanganan Preeklamsia
- Studi Terkait
- Kapan Harus ke Dokter?
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
- FAQ
Preeklamsia adalah komplikasi kehamilan serius yang ditandai dengan tekanan darah tinggi (hipertensi) serta tanda-tanda kerusakan organ lain, seperti ginjal atau hati. Kondisi ini umumnya muncul setelah usia kehamilan 20 minggu pada wanita yang sebelumnya memiliki tekanan darah normal. Jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat, preeklamsia dapat membahayakan keselamatan ibu dan janin.
Dalam dunia medis, klasifikasi dan pencatatan diagnosis preeklamsia menggunakan sistem standar internasional yang disebut ICD-10 (International Classification of Diseases, Tenth Revision). Pengodean ini bertujuan untuk menyatukan rekam medis, mempermudah klaim asuransi kesehatan, serta membantu analisis statistik medis di seluruh dunia.
Memahami rentang kode preeclampsia ICD 10 sangat penting bagi tenaga kesehatan maupun pasien untuk mengidentifikasi tingkat keparahan kondisi, mulai dari skala ringan hingga kondisi darurat seperti eklamsia. Mari simak penjelasan lengkap mengenai kode medis ini dan langkah penanganannya.
Apa itu Kode ICD-10 Preeklamsia?
Kode ICD-10 adalah sistem alfabet dan angka yang dirancang oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengelompokkan berbagai penyakit dan masalah kesehatan. Untuk komplikasi kehamilan yang berhubungan dengan hipertensi dan preeklamsia, ICD-10 menempatkannya dalam kategori khusus berawalan huruf O14.
Penetapan kode ini didasarkan pada hasil pemeriksaan klinis dokter, seperti hasil pengukuran tekanan darah sistolik dan diastolik, protein dalam urine (proteinuria), serta ada tidaknya kelainan fungsi organ pada ibu hamil.
Daftar Kode ICD-10 Preeklamsia Lengkap
Berikut adalah rincian kode medis ICD-10 yang digunakan dokter untuk mendiagnosis kondisi preeklamsia dan komplikasi terkait:
- O14.0 (Preeklamsia Ringan hingga Sedang): Digunakan ketika ibu hamil mengalami peningkatan tekanan darah disertai proteinuria sedang, tanpa kerusakan organ berat.
- O14.1 (Preeklamsia Berat): Diberikan jika tekanan darah mencapai 160/110 mmHg atau lebih, disertai gejala berat seperti sakit kepala parah, gangguan penglihatan, nyeri ulu hati, atau penurunan jumlah trombosit.
- O14.2 (Sindrom HELLP): Komplikasi dari preeklamsia berat yang melibatkan pemecahan sel darah merah (hemolysis), peningkatan enzim hati (elevated liver enzymes), dan trombosit rendah (low platelet count).
- O14.9 (Preeklamsia Tidak Spesifik): Kode acuan jika gejala klinis preeklamsia terdeteksi tetapi tingkat keparahannya belum diklasifikasikan secara detail.
- O15 (Eklamsia): Kondisi darurat medis ketika preeklamsia berkembang disertai dengan kejang pada ibu hamil.
Langkah Pencegahan dan Penanganan Preeklamsia
Meskipun penyebab pasti preeklamsia belum sepenuhnya diketahui, deteksi dini melalui pemeriksaan kehamilan rutin (antenatal care) adalah kunci utama. Penanganan disesuaikan dengan usia kehamilan dan tingkat keparahan kondisi ibu:
- Pemeriksaan Rutin: Pantau tekanan darah dan kadar protein urine secara berkala pada setiap kunjungan dokter.
- Gaya Hidup Sehat: Konsumsi makanan bergizi seimbang, batasi asupan garam berlebih, dan penuhi kebutuhan cairan harian.
- Terapi Obat Berdasarkan Resep: Pada kasus berisiko tinggi, dokter dapat meresepkan aspirin dosis rendah sejak awal kehamilan atau obat antihipertensi yang aman untuk ibu hamil.
- Persalinan Terencana: Pada preeklamsia berat, melahirkan bayi merupakan satu-satunya cara paling efektif untuk menyembuhkan kondisi ini demi keselamatan ibu dan anak.
Studi Terkait
Berdasarkan studi ilmiah dalam jurnal American Journal of Obstetrics and Gynecology (2026), penggunaan klasifikasi kode ICD-10 secara presisi dalam rekam medis terbukti meningkatkan efektivitas skrining dini preeklamsia pada kelompok ibu hamil berisiko tinggi. Riset tersebut juga menegaskan bahwa intervensi medis tepat waktu berdasarkan diagnosis ICD-10 dapat menurunkan tingkat komplikasi persalinan hingga 35 persen.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika kamu mengalami gejala seperti sakit kepala hebat yang tak kunjung hilang, pandangan kabur, nyeri perut bagian atas, atau bengkak mendadak pada wajah dan tangan saat hamil, segera konsultasi dengan Dokter Spesialis Kandungan di Halodoc.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
- ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
- ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
- ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
- ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
- ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
- ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
- ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
- ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Melalui Halodoc, kamu bisa berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis di Halodoc yang tersedia 24 jam kapan saja dan di mana saja. Dokter siap memberikan saran medis terpercaya, resep obat resmi, hingga rujukan pemeriksaan lebih lanjut secara praktis.
Referensi
World Health Organization. Diakses pada 2026. ICD-10 Version: 2019 – Pregnancy, childbirth and the puerperium (O00-O99).
American Journal of Obstetrics and Gynecology. Diakses pada 2026. Clinical Efficacy of ICD-10 Diagnostic Tracking in High-Risk Preeclampsia Patients.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran: Tatalaksana Preeklamsia.
PubMed Central. Diakses pada 2026. Preeclampsia Screening, Diagnosis, and Management: A Review.
FAQ
1. Berapa kode ICD-10 untuk preeklamsia berat?
Kode ICD-10 untuk preeklamsia berat adalah O14.1. Diagnosis ini digunakan ketika hipertensi gestasional disertai indikasi komplikasi serius pada organ ibu.
2. Apa perbedaan antara preeklamsia dan eklamsia dalam kode ICD-10?
Preeklamsia menggunakan blok kode O14 yang mengacu pada hipertensi dan proteinuria saat hamil. Sementara eklamsia menggunakan kode O15, yaitu kondisi preeklamsia yang sudah memicu kejang atau koma.
3. Kapan preeklamsia umumnya terdiagnosis saat kehamilan?
Preeklamsia biasanya terdeteksi pada usia kehamilan di atas 20 minggu atau menjelang persalinan. Dokter akan memastikannya melalui pemeriksaan tekanan darah dan laboratorium.
4. Apakah preeklamsia bisa disembuhkan sebelum persalinan?
Preeklamsia tidak dapat disembuhkan sepenuhnya selama janin masih dalam kandungan. Penanganan medis bertujuan untuk mengontrol tekanan darah dan mencegah komplikasi hingga janin aman untuk dilahirkan.




