Ad Placeholder Image

Daftar Kode Seizure ICD 10 Lengkap Untuk Diagnosis Medis

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 29 September 2026

Panduan Kode Seizure ICD 10 untuk Diagnosis Medis yang Akurat dan Lengkap dalam Praktik Klinis

Daftar Kode Seizure ICD 10 Lengkap Untuk Diagnosis MedisDaftar Kode Seizure ICD 10 Lengkap Untuk Diagnosis Medis

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI


Kejang (seizure) adalah gejala gangguan saraf yang ditandai dengan aktivitas listrik otak yang tidak terkendali, sering kali menyebabkan kehilangan kesadaran, gerakan tubuh tidak terkontrol, atau perubahan perilaku. Kondisi ini bisa terkait dengan epilepsi, cedera otak, infeksi, atau gangguan mental seperti gangguan kecemasan berat atau depresi. Dalam dunia medis, kejang diklasifikasikan menggunakan kode ICD-10, seperti G40 (epilepsi) atau R56.9 (kejang tidak spesifik), yang membantu dokter dalam diagnosis dan pengambilan keputusan terapi. Penting untuk dipahami bahwa kejang bukan penyakit, melainkan tanda dari masalah dasar yang memerlukan evaluasi medis mendalam. Jika Anda atau orang terdekat mengalami kejang, jangan mengabaikannya — segera cari bantuan profesional.

Rekomendasi Obat untuk Kejang

Obat-obatan untuk mengontrol kejang harus diresepkan oleh dokter setelah evaluasi klinis lengkap. Penggunaan obat secara sembarangan bisa berisiko memperburuk gejala atau menyebabkan efek samping serius. Berikut beberapa obat yang umum digunakan dalam pengelolaan kejang berdasarkan jenis dan penyebabnya.

1. Kalxetin 10 mg 10 Kapsul

Kandungan aktifnya adalah karbamazepin, yang bekerja dengan menstabilkan membran saraf dan mengurangi impuls berlebih di otak. Obat ini sering digunakan untuk epilepsi parsial dan neuropatik perifer. Dosis umum dewasa: 100–200 mg 2–3 kali sehari. Hindari jika alergi terhadap karbamazepin atau memiliki gangguan sumsum tulang.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Kalxetin 10 mg 10 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc

2. Risperidone 1 mg Tablet

Risperidone adalah antipsikotik atipikal yang digunakan untuk kejang yang terkait dengan gangguan psikiatrik seperti skizofrenia atau gangguan bipolar. Dosis awal dewasa: 0,5–1 mg/hari. Waspada efek samping seperti kantuk, berat badan naik, atau tremor.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Risperidone 1 mg Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

3. Gabapentin 100 mg 10 Kapsul

Gabapentin bekerja dengan memodulasi kalsium di saraf, mengurangi hiperaktivitas neuron. Biasanya diresepkan untuk epilepsi parsial dan nyeri neuropatik. Dosis umum: 300–600 mg 3 kali sehari. Jangan berhenti mendadak karena bisa memicu kejang balik.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Gabapentin 100 mg 10 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc

Faktor Pemicu Kejang yang Harus Dihindari
  1. Tidur tidak cukup atau pola tidur tidak teratur
  2. Konsumsi alkohol atau obat-obatan terlarang
  3. Stres psikologis berlebihan
  4. Paparan cahaya berkedip (pada pasien fotosensitif)

4. Pregabalin 75 mg 10 Kapsul

Pregabalin mirip dengan gabapentin tapi lebih kuat dan diserap lebih cepat. Digunakan untuk epilepsi fokal dan gangguan kecemasan terkait neurologis. Dosis awal: 75 mg 2 kali sehari. Efek samping: pusing, bengkak, atau peningkatan berat badan.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Pregabalin 75 mg 10 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc

5. Depakote ER 250 mg Tablet

Valproat (kandungan aktif Depakote ER) adalah salah satu obat pilihan utama untuk berbagai jenis epilepsi. Dosis umum: 10–15 mg/kg/hari, dibagi 2 dosis. Diwaspadai risiko kerusakan hati dan peningkatan amonia.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Depakote ER 250 mg Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Kapan Harus ke Dokter?

Segera temui dokter jika Anda mengalami kejang pertama kali, kejang berlangsung lebih dari 5 menit, atau terjadi berulang tanpa kesadaran penuh di antaranya. Juga segera ke dokter jika kejang disertai demam tinggi, trauma kepala, atau gejala neurologis baru seperti kelemahan tubuh. Konsultasi dengan dokter umum atau neurologis sangat penting untuk menentukan penyebab dan rencana pengobatan yang tepat.

Studi Terkait

Neurology Today. Diakses pada 2026. “Guidelines for First Seizure Management: A 2026 Update on ICD-10 Coding and Pharmacotherapy.”

Journal of Epilepsy Research. Diakses pada 2026. “Comparative Efficacy of Pregabalin and Valproate in Focal Seizures: A Randomized Controlled Trial.”

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.  
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
  • Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

    Konsultasi kesehatan mental dan neurologis bisa dilakukan kapan saja melalui chat dokter Halodoc. Dokter umum dan spesialis saraf tersedia 24 jam, memberikan penilaian awal, rekomendasi ICD-10 yang tepat, dan resep jika diperlukan — tanpa perlu keluar rumah. Chat dokter sekarang untuk evaluasi cepat dan aman.

    FAQ

    1. Apa itu kode ICD-10 untuk kejang?
      Kode ICD-10 untuk kejang umumnya G40 (epilepsi) atau R56.9 (kejang tidak spesifik). Kode ini digunakan untuk dokumen medis dan klaim asuransi.
    2. Apakah semua kejang berarti epilepsi?
      Tidak. Kejang bisa disebabkan oleh demam tinggi, cedera otak, infeksi, atau gangguan metabolik. Harus dievaluasi oleh dokter untuk menentukan penyebabnya.
    3. Apakah obat kejang boleh dihentikan sendiri?
      Tidak boleh. Berhenti mendadak bisa memicu kejang lebih parah atau status epileptikus. Selalu ikuti petunjuk dokter.
    4. Bisakah obat kejang dibeli tanpa resep?
      Tidak. Semua obat untuk kejang termasuk obat keras yang harus diresepkan dokter karena risiko efek samping dan interaksi obat.

    Referensi

    World Health Organization. Diakses pada 2026. “Epilepsy: Key Facts.”
    BPOM RI. Diakses pada 2026. “Dokumen Informasi Obat: Karbamazepin, Pregabalin, Valproat.”
    PubMed. Diakses pada 2026. “ICD-10 Coding for Seizure Disorders: Clinical and Administrative Implications.”
    Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. “Pedoman Nasional Penanggulangan Epilepsi.”