
Daftar Lengkap Kode ICD 10 Hiperkalemia untuk Rekam Medis
Daftar Kode ICD 10 Hiperkalemia untuk Rekam Medis dan Penanganan Klinis yang Akurat

DAFTAR ISI
- Rekomendasi Obat untuk Hiperkalemia
- Cara Alami Menurunkan Kadar Kalium
- Studi Terkait
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
- FAQ
Hiperkalemia adalah kondisi medis yang ditandai dengan kadar kalium dalam darah lebih tinggi dari batas normal (lebih dari 5,0 mEq/L). Kalium sendiri adalah elektrolit penting yang berperan dalam fungsi otot, termasuk jantung, serta keseimbangan cairan tubuh. Kondisi ini sering terjadi pada pasien dengan gangguan ginjal, gagal ginjal kronis, atau penggunaan obat tertentu seperti penghambat ACE atau diuretik hemat kalium. Tanpa penanganan tepat, hiperkalemia bisa menyebabkan aritmia jantung, bahkan henti jantung mendadak.
Kode ICD-10 untuk hiperkalemia adalah E87.5, yang digunakan oleh tenaga medis untuk mencatat diagnosis dalam rekam medis. Meskipun kode ini penting untuk administrasi kesehatan, yang lebih krusial adalah penanganan medis yang tepat—termasuk pengendalian penyebab utama dan pemberian obat penurun kalium. Karena hiperkalemia sering berasosiasi dengan penyakit kardiovaskular dan gangguan ginjal, obat-obatan seperti statin dan antiplatelet juga sering diperlukan untuk mengelola komorbiditasnya secara menyeluruh.
Rekomendasi Obat untuk Hiperkalemia
1. Atorvastatin 20 mg 10 Tablet
Kandungan aktif: Atorvastatin. Obat ini termasuk golongan statin yang menurunkan kolesterol LDL, membantu mengurangi risiko komplikasi kardiovaskular sering menyertai hiperkalemia, terutama pada pasien gagal ginjal. Dosis umum: 10–80 mg per hari. Peringatan: Hindari konsumsi alkohol berlebihan. Tidak langsung menurunkan kalium, tapi penting untuk pencegahan kardiovaskular jangka panjang.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Atorvastatin 20 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc
2. Simvastatin 20 mg 10 Tablet
Kandungan aktif: Simvastatin. Menurunkan kolesterol dan trigliserida, cocok untuk pasien hiperkalemia dengan dislipidemia. Dosis umum: 5–80 mg/hari. Efek samping langka: nyeri otot atau peningkatan enzim hati. Penting untuk rutin memantau fungsi ginjal dan hati saat konsumsi.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Simvastatin 20 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc
Faktor Pemicu Hiperkalemia yang Harus Diwaspadai
- Konsumsi garam alternatif atau suplemen kalium tanpa resep
- Penggunaan obat penghambat ACE atau ARB untuk tekanan darah
- Gagal ginjal kronis atau penurunan fungsi ginjal
- Konsumsi berlebihan makanan tinggi kalium seperti pisang, alpukat, dan kentang
3. Rosuvastatin 20 mg 10 Tablet
Kandungan aktif: Rosuvastatin. Statin generasi terbaru dengan efikasi tinggi dalam menurunkan kolesterol, serta risiko efek samping otot yang lebih rendah dibanding statin lama. Dosis: 5–40 mg/hari. Ideal untuk pasien dengan hiperkalemia dan risiko tinggi penyakit jantung koroner.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Rosuvastatin 20 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc
4. Clopidogrel 75 mg 10 Tablet
Kandungan aktif: Clopidogrel. Antiplatelet yang mencegah pembekuan darah, sering diresepkan untuk pasien dengan riwayat serangan jantung atau stroke, yang juga rentan mengalami hiperkalemia. Dosis umum: 75 mg/hari. Hindari jika sedang mengonsumsi obat pengencer darah lain tanpa konsultasi dokter.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Clopidogrel 75 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc
5. Kalnex 500 mg 10 Tablet
Kandungan aktif: Kalium klorida. Justru digunakan untuk mengobati hipokalemia, bukan hiperkalemia. Namun sering menjadi sumber kebingungan. Pasien hiperkalemia HARUS menghindari obat ini. Pastikan resep sesuai diagnosis, dan selalu konsultasi dokter sebelum mengonsumsi obat apapun yang mengandung kalium.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Kalnex 500 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc
Cara Alami Menurunkan Kadar Kalium
Untuk mendukung pengobatan medis, Anda bisa mengurangi konsumsi makanan tinggi kalium seperti pisang, alpukat, kentang, tomat, dan cokelat. Pilih bahan makanan rendah kalium seperti apel, kubis, wortel, dan nasi putih. Hindari garam rendah sodium karena sering mengandung kalium. Juga, hindari suplemen herbal yang tidak diawasi, seperti ekstrak daun sirsak atau kumis kucing yang diduga memengaruhi keseimbangan elektrolit.
Studi Terkait
Journal of the American Society of Nephrology. Diakses pada 2026. “Management of Hyperkalemia in Chronic Kidney Disease: A 2026 Update.”
New England Journal of Medicine. Diakses pada 2026. “Novel Potassium-Binding Agents in the Treatment of Hyperkalemia: Long-Term Safety and Efficacy.”
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Jika Anda mencurigai hiperkalemia—misalnya mengalami detak jantung tidak teratur, kelelahan berlebihan, atau nyeri dada—segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja. Dokter dapat melakukan penilaian darah lanjutan, menyesuaikan obat, dan memberikan rencana pengendalian jangka panjang secara aman.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
Referensi
World Health Organization. Diakses pada 2026. Hyperkalaemia and Cardiovascular Risk: Clinical Guidelines.
BPOM Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Daftar Obat dengan Kandungan Kalium dan Kontraindikasi.
PubMed. Diakses pada 2026. Statin Therapy in Patients with Chronic Kidney Disease and Electrolyte Imbalance.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Panduan Manajemen Hiperkalemia di Puskesmas dan Rumah Sakit Rujukan.
FAQ
- Apa gejala awal hiperkalemia?
Gejala awal sering tidak spesifik, seperti kelelahan, otot lemah, atau jantung berdebar. Kadang tanpa gejala sampai terjadi aritmia serius. - Bisakah hiperkalemia sembuh total?
Bisa, jika disebabkan oleh obat sementara. Namun jika akibat gagal ginjal, kontrol jangka panjang diperlukan dengan diet dan obat. - Apakah diet rendah kalium saja cukup?
Tidak cukup. Diet penting sebagai pendukung, tapi harus dikombinasikan dengan pengobatan medis dan pemantauan laboratorium rutin. - Obat apa yang harus dihindari jika punya hiperkalemia?
Hindari obat penghambat ACE, ARB, diuretik hemat kalium, dan suplemen kalium tanpa resep dokter.




