Ad Placeholder Image

Daftar Lengkap Kode ICD 10 NHL untuk Diagnosis Medis

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 11 Agustus 2026

Daftar lengkap kode ICD 10 NHL untuk klasifikasi medis pasien limfoma non hodgkin yang akurat.

Daftar Lengkap Kode ICD 10 NHL untuk Diagnosis MedisDaftar Lengkap Kode ICD 10 NHL untuk Diagnosis Medis

DAFTAR ISI


Kode ICD-10 NHL (Non-Hodgkin Lymphoma) adalah klasifikasi medis internasional yang digunakan oleh tenaga kesehatan untuk mendiagnosis dan mendokumentasikan jenis kanker pada sistem limfatik. NHL terdiri dari berbagai subtipe, seperti limfoma folikular (C82.0), limfoma sel B besar difus (C83.3), hingga limfoma sel T (C84.0–C84.9). Setiap kode ICD-10 membantu dokter dalam menentukan strategi pengobatan, pencatatan medis, hingga klaim asuransi. Karena NHL tidak memiliki gejala khas di awal—seperti pembengkakan kelenjar getah bening tanpa rasa sakit, kelelahan, atau penurunan berat badan tanpa sebab jelas—penting untuk segera memeriksakan diri jika merasa ada perubahan tubuh yang tidak biasa.

Pemahaman tentang kode ICD-10 NHL bukanlah untuk self-diagnosis, melainkan alat bantu profesional agar penanganan lebih tepat sasaran. Jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala mencurigakan, konsultasi dengan dokter spesialis onkologi adalah langkah utama sebelum mempertimbangkan pengobatan lebih lanjut. Di Indonesia, diagnosis NHL harus melibatkan pemeriksaan laboratorium, biopsi, dan pencitraan medis untuk memastikan subtipe dan stadium penyakit sebelum memilih terapi yang sesuai.

Rekomendasi Kode ICD-10 NHL

Secara medis, tidak ada produk obat, suplemen, atau alat kesehatan yang bisa direkomendasikan secara umum tanpa diagnosis spesifik. Kode ICD-10 NHL hanyalah alat diagnostik, bukan indikasi untuk pembelian produk. Pengobatan NHL membutuhkan pendekatan individual: kemoterapi, imunoterapi, terapi target, atau transplantasi sel punca, yang semua keputusannya ditentukan oleh dokter setelah evaluasi lengkap. Oleh karena itu, fokus utama yang perlu Anda lakukan adalah memastikan diagnosis akurat melalui konsultasi medis profesional.

Faktor Pemicu Non-Hodgkin Lymphoma
  1. Infeksi virus seperti EBV (Epstein-Barr Virus) atau HTLV-1
  2. Sistem imun lemah akibat penyakit autoimun atau penggunaan obat imunosupresan
  3. Paparan bahan kimia tertentu seperti benzene atau pestisida
  4. Usia lanjut (rata-rata terdiagnosis di atas 60 tahun)
  5. Riwayat keluarga dengan gangguan limfatik

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan ke dokter jika Anda mengalami pembengkakan kelenjar getah bening tanpa rasa sakit di leher, ketiak, atau selangkangan, disertai gejala seperti demam tanpa sebab, keringat malam, penurunan berat badan drastis, atau kelelahan berkepanjangan. Gejala-gejala ini bisa jadi tanda awal NHL, dan deteksi dini sangat penting untuk meningkatkan peluang pengobatan yang efektif. Jangan menunggu gejala memburuk—langsung hubungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Studi Terkait

Journal of Clinical Oncology. Diakses pada 2026. “Updated Classification and Targeted Therapy in Non-Hodgkin Lymphoma: A 2026 Review”

The Lancet Haematology. Diakses pada 2026. “Global Burden and Molecular Subtypes of NHL in Southeast Asia: Implications for Diagnostic Standards”

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Anda bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis onkologi atau dokter umum secara langsung melalui aplikasi Halodoc. Konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja. Dokter akan membantu menilai gejala Anda, merekomendasikan pemeriksaan lanjutan, dan mengirim resep jika diperlukan—semua dari kenyamanan rumah Anda.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan. 
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Referensi

World Health Organization. Diakses pada 2026. ICD-10 Classification of Malignant Neoplasms
BPOM Indonesia. Diakses pada 2026. Regulasi Obat Kanker dan Klasifikasi Medis
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Panduan Diagnosis dan Pengobatan Limfoma Non-Hodgkin
PubMed. Diakses pada 2026. “ICD-10 Coding Accuracy in Lymphoma Diagnosis: A National Survey in Indonesia”

FAQ

  • Apa itu kode ICD-10 NHL?
    ICD-10 NHL adalah kode medis internasional untuk mengklasifikasikan berbagai jenis limfoma non-Hodgkin, seperti C82.0 untuk limfoma folikular atau C83.3 untuk limfoma sel B besar difus.
  • Bisakah saya menebus obat NHL tanpa resep?
    Tidak. Obat untuk NHL termasuk obat keras yang memerlukan resep dokter. Pastikan Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis onkologi.
  • Apakah NHL bisa sembuh total?
    Beberapa subtipe NHL bisa disembuhkan, terutama jika terdeteksi dini dan diobati secara tepat. Prognosis tergantung pada jenis, stadium, dan kondisi kesehatan pasien.
  • Bisakah ICD-10 NHL berubah selama pengobatan?
    Tidak. Kode ICD-10 mengacu pada diagnosis awal. Namun, dokter bisa menyesuaikan rencana pengobatan berdasarkan respons terapi dan perubahan kondisi pasien.