Ad Placeholder Image

Daftar Lengkap Kode ICD 10 Varicocele untuk Diagnosis Medis

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 20 Agustus 2026

Daftar Lengkap Kode ICD 10 Varicocele untuk Prosedur Medis dan Klaim Asuransi Kesehatan Resmi

Daftar Lengkap Kode ICD 10 Varicocele untuk Diagnosis MedisDaftar Lengkap Kode ICD 10 Varicocele untuk Diagnosis Medis

DAFTAR ISI


Varikokel atau varicocele adalah kondisi pembengkakan pada pembuluh darah vena di dalam kantong zakar (skrotum). Kondisi ini mirip dengan varises yang terjadi pada kaki, namun berlokasi di area reproduksi pria. Varikokel sering kali menjadi salah satu penyebab utama menurunnya kualitas sperma dan masalah kesuburan pada pria.

Dalam dunia medis, setiap penyakit dan kondisi kesehatan memiliki kode klasifikasi internasional yang baku. Penggunaan sistem pengodean ini sangat penting untuk pencatatan rekam medis, standarisasi diagnosis, hingga proses administrasi asuransi kesehatan.

Bagi tenaga medis maupun pasien yang membutuhkan informasi administrasi, mengetahui kode ICD 10 varicocele sangatlah krusial. Simak ulasan lengkap mengenai kode klasifikasi, gejala, serta penanganan medisnya di bawah ini.

Kode ICD 10 Varicocele dan Penjelasannya

Dalam sistem klasifikasi penyakit International Classification of Diseases 10th Revision (ICD-10) yang diterbitkan oleh WHO, kode resmi untuk varikokel adalah I86.1.

Kode I86.1 secara khusus merujuk pada diagnosis Scrotal varices atau varises skrotum (varikokel). Kode ini masuk ke dalam kategori besar I86 (Varicose veins of other sites) yang mencakup pelebaran pembuluh darah vena di area tubuh tertentu selain tungkai bawah.

Pencatatan kode ICD 10 yang akurat oleh dokter bertujuan untuk:

  • Memudahkan dokumentasi rekam medis pasien secara sistematis.
  • Memfasilitasi klaim asuransi kesehatan atau BPJS Kesehatan.
  • Menjadi data epidemiologi untuk penelitian medis terkait kesehatan reproduksi pria.

Penyebab dan Gejala Varikokel

Varikokel terjadi ketika katup di dalam vena spermatik tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya, aliran darah terhambat dan menumpuk, menyebabkan pembuluh darah membesar dan membengkak. Kondisi ini paling sering terjadi pada skrotum sebelah kiri karena jalur pembuluh darah vena di sisi kiri lebih tegak lurus.

Beberapa gejala yang sering dikeluhkan meliputi:

  • Rasa tidak nyaman atau nyeri: Nyeri tumpul pada skrotum yang bertambah parah saat berdiri lama atau beraktivitas fisik.
  • Benjolan di skrotum: Terlihat atau teraba seperti “kantung berisi cacing”.
  • Perbedaan ukuran testis: Testis pada sisi yang mengalami varikokel bisa tampak lebih kecil (atrofi).
  • Gangguan kesuburan: Varikokel dapat meningkatkan suhu di sekitar testis sehingga mengganggu produksi dan kualitas sperma.

Diagnosis dan Penanganan Varikokel

Untuk menegakkan diagnosis varikokel dengan kode ICD 10 I86.1, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada area skrotum, terkadang dibantu dengan teknik instruksi bernapas (maneuver Valsalva). Jika diperlukan, dokter akan menyarankan pemeriksaan USG Doppler skrotum untuk melihat aliran darah secara detail.

Penanganan varikokel tergantung pada tingkat keparahan dan gejalanya:

  • Observasi: Jika varikokel tidak menimbulkan gejala nyeri atau masalah kesuburan, dokter biasanya hanya menyarankan pemantauan berkala.
  • Penggunaan Celana Penyangga: Membantu mengurangi rasa tidak nyaman saat beraktivitas.
  • Tindakan Bedah (Varikokeloktomi): Dilakukan jika varikokel menyebabkan nyeri hebat, atrofi testis, atau infertilitas. Operasi bertujuan mengikat atau menutup vena yang bermasalah agar aliran darah dialirkan ke vena yang sehat.
  • Embolisasi: Prosedur minim invasif dengan memasukkan selang kecil (kateter) untuk menyumbat vena yang membengkak.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu merasakan nyeri, pembengkakan, atau melihat perubahan bentuk pada kantong zakar, jangan ragu untuk segera melakukan konsultasi medis. Kamu bisa konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja atau menemui Dokter Spesialis Urologi untuk mendapatkan pemeriksaan fisik serta penanganan yang tepat.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Konsultasi masalah kesehatan reproduksi kini semakin mudah dan menjaga privasimu melalui Halodoc:

  • ✅ Dokter Berpengalaman: Terhubung langsung dengan dokter umum maupun dokter spesialis urologi terpercaya.
  • ✅ Respon Cepat 24 Jam: Layanan konsultasi tersedia kapan saja tanpa perlu mengantre di rumah sakit.
  • ✅ Privasi Terjamin: Sesi konsultasi berlangsung secara aman dan terjaga kerahasiaannya.
  • ✅ Praktis: Bisa dilakukan dari mana saja melalui aplikasi Halodoc di smartphone kamu.

Referensi

World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. ICD-10 Version:2019 – Code I86.1 Scrotal Varices.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Varicocele: Symptoms, Causes, and Diagnosis.
National Center for Biotechnology Information (NCBI) StatPearls. Diakses pada 2026. Varicocele Management and Clinical Coding.
WebMD. Diakses pada 2026. What Are Varicoceles?

FAQ

Apa kode ICD 10 untuk varikokel?

Kode ICD 10 untuk varikokel adalah I86.1, yang mengategorikan varises atau pelebaran pembuluh darah vena pada skrotum.

Apakah varikokel selalu membutuhkan tindakan operasi?

Tidak selalu. Tindakan operasi biasanya hanya direkomendasikan jika varikokel menyebabkan nyeri kronis, pembengkakan signifikan, atau gangguan kesuburan (infertilitas).

Apakah varikokel bisa sembuh dengan sendirinya?

Varikokel tidak dapat hilang sendiri tanpa penanganan medis. Namun, kasus ringan tanpa gejala sering kali hanya memerlukan observasi dan pemantauan rutin dari dokter.