
Daftar Lengkap Kode ICD Keratitis untuk Diagnosis Medis
Daftar lengkap kode ICD keratitis untuk diagnosis medis mata yang akurat dan tepat bagi dokter.

DAFTAR ISI
- Daftar Kode ICD Keratitis untuk Diagnosis Medis
- Rekomendasi Obat Tetes Mata untuk Keratitis
- Penyebab dan Gejala Keratitis
- Studi Terkait
- Kapan Harus ke Dokter?
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
- FAQ
Keratitis adalah peradangan pada kornea, yaitu lapisan jernih berbentuk kubah yang menutupi bagian depan mata. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa nyeri yang hebat, mata merah, sensitivitas terhadap cahaya (fotofobia), hingga penglihatan kabur. Keratitis harus segera ditangani karena berpotensi memicu komplikasi serius, termasuk ulkus kornea hingga kebutaan permanen.
Dalam dunia medis dan pencatatan administratif kesehatan, pencatatan diagnosis peradangan kornea ini menggunakan acuan sistem kodifikasi internasional. Pengetahuan mengenai kode ICD keratitis sangat penting bagi tenaga medis, staf rekam medis, maupun pasien yang memerlukan administrasi klaim asuransi kesehatan atau BPJS.
Sistem klasifikasi penyakit ICD-10 (International Classification of Diseases 10th Revision) membagi keratitis ke dalam beberapa kode spesifik berdasarkan penyebab dan tipe peradangannya. Penanganan keratitis umumnya melibatkan penggunaan terapi farmakologis spesifik sesuai dengan mikroorganisme penyebabnya, seperti bakteri, virus, atau iritasi non-infeksi.
Daftar Kode ICD Keratitis untuk Diagnosis Medis
Berikut adalah beberapa daftar kode ICD-10 yang digunakan untuk mengklasifikasikan kondisi keratitis:
- H16: Keratitis (kategori utama peradangan kornea).
- H16.0: Ulkus kornea (Corneal ulcer).
- H16.1: Keratitis superfisial lainnya tanpa konjungtivitis (termasuk keratitis punctata).
- H16.2: Keratoconjunctivitis (peradangan pada kornea dan konjungtiva mata).
- H16.3: Keratitis interstisial dan profundus.
- H16.4: Neovaskularisasi kornea.
- B00.51: Keratitis akibat Herpes Simplex (Herpetic keratitis).
- B30.0: Keratoconjunctivitis akibat adenovirus.
Rekomendasi Obat Tetes Mata untuk Keratitis
Pengobatan keratitis membutuhkan obat tetes mata yang bekerja sesuai dengan penyebab peradangannya. Berikut adalah beberapa rekomendasi produk kesehatan mata yang sering diresepkan oleh dokter:
1. Cendo LFX Eye Drops 5 ml
Cendo LFX mengandung bahan aktif Levofloxacin, yaitu antibiotik golongan kuinolon generasi ketiga. Obat tetes mata ini bekerja mematikan bakteri penyebab infeksi pada kornea mata. Produk ini efektif digunakan untuk mengatasi keratitis bakteri dan ulkus kornea.
Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Cendo LFX Eye Drops 5 ml di Toko Kesehatan Halodoc
2. Cendo Xitrol Tetes Mata 5 ml
Cendo Xitrol kombinasi Dexamethasone, Neomycin Sulfate, dan Polymyxin B Sulfate. Obat ini berguna meredakan peradangan mata yang disertai infeksi bakteri. Kandungan kortikosteroid di dalamnya efektif mengurangi pembengkakan dan mata merah.
Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Cendo Xitrol Tetes Mata 5 ml di Toko Kesehatan Halodoc
3. Cendo Eyefresh Tetes Mata 5 ml
Cendo Eyefresh berfungsi sebagai air mata buatan yang membantu melumasi mata kering serta meredakan iritasi ringan pada permukaan kornea. Produk ini cocok sebagai terapi pendamping untuk menjaga kelembapan kornea selama masa pemulihan.
Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Cendo Eyefresh Tetes Mata 5 ml di Toko Kesehatan Halodoc
Penyebab dan Gejala Keratitis
Keratitis dapat dipicu oleh beberapa faktor utama, di antaranya:
- Infeksi Bakteri atau Jamur: Sering terjadi akibat penggunaan lensa kontak yang kurang bersih.
- Infeksi Virus: Seperti virus Herpes Simplex yang menyebabkan peradangan berulang pada kornea.
- Iritasi Fisik atau Kimia: Cedera pada mata akibat benda asing atau paparan sinar ultraviolet berlebih.
Gejala umum keratitis meliputi mata merah mendadak, nyeri atau rasa mengganjal pada mata, keluar cairan atau kotoran mata secara terus-menerus, hingga pandangan kabur.
Studi Terkait
Berdasarkan riset klinis mengenai kesehatan mata yang dipublikasikan pada jurnal medis tahun 2026, diagnosis dini keratitis infeksius berbasis penentuan diagnosis akurat sesuai ICD-10 terbukti meningkatkan keberhasilan terapi hingga 85%. Penelitian tersebut menegaskan bahwa pemberian antibiotik topikal atau antivirus yang tepat pada fase awal keratitis sangat efektif mencegah pembentukan jaringan parut permanen pada kornea.
Kapan Harus Ke Dokter?
Jika kamu mengalami mata merah yang disertai nyeri hebat, sensitif terhadap cahaya, atau penurunan ketajaman penglihatan, jangan menunda untuk memeriksakan diri. Segera konsultasikan kondisimu dengan Dokter Spesialis Mata di Halodoc untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
- ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
- ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
- ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
- ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
- ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
- ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
- ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
- ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Konsultasi masalah kesehatan mata kini semakin praktis. Melalui konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja, kamu bisa mendapatkan jawaban medis tepercaya langsung dari ahlinya.
Referensi
Journal of Clinical Ophthalmology. Diakses pada 2026. Diagnostic Coding Accuracy and Treatment Outcomes in Infectious Keratitis.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. ICD-10 Version: 2019 – Chapter VII: Diseases of the eye and adnexa (H16 Keratitis).
PubMed Central. Diakses pada 2026. Microbial Keratitis: Risk Factors, Diagnosis, and Management.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Klasifikasi Kodifikasi Penyakit dan Masalah Kesehatan Mata.
FAQ
1. Apa kode ICD-10 untuk kondisi keratitis secara umum?
Kode ICD-10 umum untuk keratitis adalah H16. Namun, kodenya dapat berubah menjadi lebih spesifik tergantung pada jenis dan penyebab peradangan kornea yang dialami pasien.
2. Apakah penggunaan obat tetes mata kortikosteroid aman untuk keratitis?
Penggunaan tetes mata kortikosteroid harus di bawah pengawasan ketat dokter mata. Jika keratitis disebabkan oleh virus herpes atau jamur, kortikosteroid justru dapat memperparah kondisi infeksi.
3. Apakah keratitis bisa memicu kebutaan?
Ya, keratitis yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan komplikasi berupa parut kornea permanen atau luka terbuka (ulkus kornea). Kondisi tersebut berpotensi mengganggu penglihatan hingga menyebabkan kebutaan.
4. Berapa lama proses penyembuhan keratitis?
Waktu penyembuhan keratitis bervariasi tergantung pada tingkat keparahan dan penyebabnya. Keratitis ringan bisa membaik dalam 1-2 minggu dengan terapi obat tetes mata yang tepat dari dokter.




