Ad Placeholder Image

Daftar Lengkap Kode ICD Otitis Media untuk Diagnosis Medis

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 07 Agustus 2026

Daftar lengkap kode ICD otitis media untuk keperluan medis dan klaim asuransi kesehatan yang tepat.

Daftar Lengkap Kode ICD Otitis Media untuk Diagnosis MedisDaftar Lengkap Kode ICD Otitis Media untuk Diagnosis Medis

DAFTAR ISI


Otitis media adalah peradangan atau infeksi pada telinga bagian tengah yang sering dijumpai baik pada anak-anak maupun dewasa. Kondisi ini dapat menimbulkan nyeri telinga, penurunan pendengaran, hingga timbulnya cairan dari dalam telinga. Dalam pelayanan medis, pencatatan diagnosis penyakit ini menggunakan sistem pengodean internasional yaitu ICD (International Classification of Diseases).

Sistem klasifikasi ICD-10 digunakan oleh fasilitas kesehatan untuk menyelaraskan pencatatan rekam medis, pelaporan epidemiologi, hingga proses klaim asuransi kesehatan seperti BPJS Kesehatan. Mengetahui kode ICD otitis media membantu tenaga medis maupun pasien untuk memahami klasifikasi spesifik dari peradangan telinga yang dialami.

Secara umum, kode ICD untuk otitis media berada dalam rentang klasifikasi H65 hingga H67 pada bab penyakit telinga dan proses mastoid. Pembagian kode ini ditentukan berdasarkan durasi penyakit (akut atau kronis), keberadaan cairan supuratif (bernanah), serta kondisi medis lain yang mendasarinya.

Kode ICD-10 Otitis Media yang Umum Digunakan

Berikut adalah daftar lengkap kode ICD-10 yang paling sering digunakan untuk mendiagnosis otitis media di fasilitas kesehatan:

  • H65 (Otitis Media Non-supuratif): Digunakan untuk infeksi atau peradangan telinga tengah tanpa disertai akumulasi nanah.
    • H65.0: Otitis media serosa akut.
    • H65.1: Otitis media non-supuratif akut lainnya.
    • H65.2: Otitis media serosa kronis.
    • H65.3: Otitis media mukoid kronis.
    • H65.4: Otitis media non-supuratif kronis lainnya.
    • H65.9: Otitis media non-supuratif, tidak spesifik.
  • H66 (Otitis Media Supuratif dan Tidak Spesifik): Digunakan untuk peradangan telinga tengah yang disertai dengan pembentukan nanah.
    • H66.0: Otitis media supuratif akut (OMA).
    • H66.1: Otitis media supuratif kronis tubotimpanik.
    • H66.2: Otitis media supuratif kronis atikoantral.
    • H66.3: Otitis media supuratif kronis lainnya (OMPK).
    • H66.4: Otitis media supuratif, tidak spesifik.
    • H66.9: Otitis media, tidak spesifik.
  • H67 (Otitis Media pada Penyakit Lain): Digunakan untuk kasus peradangan telinga yang dipicu oleh penyakit infeksi sistemik lain, seperti campak atau influenza.

Jenis-Jenis Otitis Media Berdasarkan Klasifikasi ICD

Untuk memahami penentuan kode diagnosis di atas, berikut pembagian tipe otitis media secara klinis:

  1. Otitis Media Akut (OMA): Terjadi secara mendadak akibat infeksi bakteri atau virus, ditandai dengan nyeri hebat, kemerahan pada gendang telinga, dan demam. Umumnya dicatat dengan kode H66.0.
  2. Otitis Media Efusi (OME): Kondisi ketika terdapat penumpukan cairan non-infeksius di belakang gendang telinga tanpa gejala infeksi akut. Kondisi ini biasanya menggunakan kode kelompok H65.
  3. Otitis Media Supuratif Kronis (OMPK): Peradangan kronis telinga tengah dengan perforasi (gendang telinga robek) dan cairan/nanah yang terus keluar selama lebih dari 2–6 minggu. Kode medis utama untuk kondisi ini adalah H66.1 hingga H66.3.

Studi Terkait

Berdasarkan publikasi ilmiah mengenai sistem dokumentasi kesehatan medis modern, akurasi pengodean ICD-10 pada kasus otitis media terbukti meningkatkan presisi pemberian terapi antibiotik serta mempercepat evaluasi rujukan spesialis. Studi klinis juga menunjukkan bahwa kategorisasi yang tepat antara tipe supuratif dan efusi mencegah penggunaan antibiotik berlebihan pada pasien anak.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu atau anggota keluarga mengalami gejala seperti nyeri telinga yang parah, keluar cairan berbau dari telinga, penurunan pendengaran, atau demam tinggi yang tidak kunjung mereda, segera konsultasikan diri dengan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan (THT) di Halodoc untuk mendapatkan penanganan medis yang akurat.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan. 
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Apabila kamu memiliki keluhan kesehatan pada telinga, kamu bisa memanfaatkan layanan konsultasi dokter di Halodoc dengan berbagai kemudahan:

  • ✅ Dokter spesialis berpengalaman: Lebih mudah memilih konsultasi dokter online spesialis THT terpercaya secara langsung.
  • ✅ Sedia 24 Jam: Akses konsultasi medis kapan saja dan di mana saja tanpa terbatas jam buka klinik.
  • ✅ Rekomendasi obat tepat: Dokter dapat memberikan resep digital yang langsung dapat ditebus melalui aplikasi.

Referensi

World Health Organization. Diakses pada 2026. International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems 10th Revision (ICD-10): Chapter VIII – Diseases of the ear and mastoid process.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Otitis Media Supuratif Kronis.
PubMed Central. Diakses pada 2026. Clinical Coding Accuracy for Otolaryngology Diagnosis in Outpatient Care.
WebMD. Diakses pada 2026. An Overview of Otitis Media and Ear Infections.

FAQ

1. Apa kode ICD-10 paling umum untuk otitis media akut?
Kode ICD-10 yang paling umum digunakan untuk Otitis Media Akut Supuratif (OMA) adalah H66.0. Jika infeksi bersifat non-supuratif atau serosa akut, kode yang digunakan adalah H65.0.

2. Apakah kode ICD untuk otitis media kronis berbeda dengan yang akut?
Ya, kode ICD dibedakan berdasarkan durasi penyakitnya. Otitis media kronis supuratif biasanya menggunakan kode rentang H66.1 hingga H66.3, sedangkan yang serosa kronis memakai kode H65.2.

3. Mengapa penentuan kode ICD otitis media sangat penting?
Pengodean yang akurat membantu dokter mencatat riwayat medis dengan standar internasional, mempermudah pelaporan medis, serta memastikan klaim asuransi kesehatan berjalan lancar.

4. Apakah penanganan otitis media selalu memerlukan antibiotik?
Tidak selalu. Penanganan otitis media disesuaikan dengan jenis kodenya; kasus non-supuratif atau infeksi akibat virus sering kali hanya membutuhkan terapi pereda nyeri dan pemantauan berkala oleh dokter.