• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Delirium Tidak Selalu Menyerang Orang Usia Lanjut

Delirium Tidak Selalu Menyerang Orang Usia Lanjut

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Delirium adalah gangguan serius yang dapat menyebabkan pengidapnya mengalami kebingungan mental dan gangguan emosi. Gangguan ini paling sering terjadi pada orang berusia lanjut, yaitu berusia 65 tahun ke atas. Namun, delirium ternyata tidak hanya dialami oleh lansia saja lho. Simak penjelasannya di bawah ini.

Delirium adalah kondisi yang terjadi ketika pengiriman dan penerimaan sinyal di otak tiba-tiba menjadi terganggu. Kerusakan ini kemungkinan besar disebabkan oleh kombinasi faktor-faktor yang membuat otak menjadi rentan dan memicu kegagalan fungsi otak.

Baca juga: Sama Penyakit Lupa, Ini Bedanya Delirium dengan Demensia

Penyebab Delirium

Delirium mungkin dapat disebabkan oleh penyebab tunggal atau lebih dari satu penyebab. Kadang-kadang, penyebab delirium juga bisa tidak teridentifikasi. Berikut ini beberapa hal yang dapat menyebabkan delirium:

  • Konsumsi obat-obatan tertentu atau keracunan obat, seperti obat tidur, obat pereda nyeri, anti-alergi (antihistamin), obat asma, kortikosteroid, dan masih banyak lagi.

  • Kecanduan alkohol atau gejala putus alkohol.

  • Kondisi medis tertentu, seperti stroke, serangan jantung, penyakit paru-paru atau liver yang memburuk, atau cedera akibat terjatuh.

  • Ketidakseimbangan metabolisme, seperti kekurangan natrium atau kekurangan kalsium.

  • Mengidap penyakit yang parah, kronis, atau terminal.

  • Mengalami demam dan infeksi akut.

  • Mengalami infeksi saluran kemih, radang paru-paru atau flu, terutama pada orang yang lanjut usia.

  • Paparan terhadap racun, seperti karbon monoksida, sianida, atau racun lainnya.

  • Mengalami malnutrisi atau dehidrasi.

  • Kurang tidur atau mengalami tekanan emosional yang parah.

  • Menjalani pembedahan atau prosedur medis lainnya yang mencakup anestesi.

Kelompok Lain yang Berisiko Mengalami Delirium Selain Lansia

Orang yang berusia 65 tahun ke atas dan memiliki banyak kondisi kesehatan memang lebih berisiko mengalami delirium. Namun, tidak hanya menyerang lansia, delirium juga bisa terjadi pada:

  • Orang-orang yang menjalani operasi. Kondisi apapun yang mengakibatkan tinggal di rumah sakit, terutama dalam perawatan intensif atau setelah operasi, dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami delirium.

  • Orang-orang yang tiba-tiba berhenti dari kecanduan alkohol atau narkoba.

  • Mereka yang pernah mengalami kondisi yang merusak otak, misalnya stroke, penyakit Parkinson, dan demensia.

  • Orang yang berada di bawah tekanan emosional yang ekstrem.

  • Anak-anak yang mengalami demam dan infeksi akut.

  • Orang-orang yang mengalami gangguan pendengaran dan penglihatan.

Jadi, tidak selalu menyerang orang lanjut usia saja, orang-orang dengan faktor risiko di atas juga mesti mewaspadai delirium.

Bila kamu mengalami gejala-gejala delirium, seperti sulit berkonsentrasi dan bingung dengan lingkungan sekitar, kamu juga tidak bisa berpikir atau berbicara dengan jelas, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Gejala delirium memang dapat muncul secara mendadak, tetapi biasanya hanya berlangsung sementara dan dapat diobati.

Baca juga: Tak Hanya Sulit Mengingat dan Berkonsentrasi, Ini 4 Gejala Delirium

Cara Mencegah Delirium

Cara yang paling efektif untuk mencegah delirium adalah dengan menghindari faktor-faktor risiko yang mungkin memicu terjadinya episode gangguan mental tersebut. Misalnya, sebisa mungkin menghindari rawat inap di rumah sakit. Hal ini karena lingkungan rumah sakit, seperti pergantian ruangan yang sering, suara yang keras, kurangnya cahaya alami, dan pencahayaan yang kurang baik dapat memperburuk kebingungan pada pengidap delirium.

Beberapa strategi tertentu juga sudah terbukti dapat mengurangi keparahan delirium, seperti menerapkan kebiasaan tidur yang baik, membantu pengidap tetap tenang dan berorientasi dengan baik, serta membantu mencegah masalah medis tertentu atau komplikasi lainnya.

Baca juga: Begini Cara Mengatasi Delirium yang Sebabkan Mental Terganggu

Bila kamu ingin bertanya lebih lanjut seputar delirium, gunakan saja aplikasi Halodoc. Melalui Video/Voice Call dan Chat, kamu bisa menghubungi dokter untuk bertanya apa saja seputar kesehatan, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Delirium.
Healthline. Diakses pada 2020. What’s Delirium and How Does It Happen?