• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Diagnosis Hepatitis dengan Pemeriksaan Ini

Diagnosis Hepatitis dengan Pemeriksaan Ini

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Kamu tentu sudah tidak asing mendengar penyakit hepatitis, bukan? Hepatitis merupakan istilah umum penyakit yang merujuk pada peradangan yang terjadi di organ hati. Disebut istilah umum karena hepatitis ada banyak jenisnya, yaitu hepatitis A, B, C, D, E, dan G. Umumnya, penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus. Meski dapat juga disebabkan oleh kondisi lain, seperti penyakit autoimun, kebiasaan minum alkohol, serta konsumsi obat-obatan tertentu.

Pengobatan untuk hepatitis biasanya akan dilakukan berdasarkan penyebab dan jenisnya. Untuk itu, proses diagnosis hepatitis menjadi penting, guna mengetahui seperti apa dan separah mana kondisi yang dialami. Diagnosis hepatitis biasanya diawali dengan menanyakan berbagai gejala yang muncul dan bagaimana riwayat kesehatan yang dimiliki pengidap. Barulah kemudian dokter melakukan berbagai pemeriksaan, untuk memastikan diagnosis.

Baca juga: Fakta Tentang Penyakit Hepatitis

Rangkaian Pemeriksaan yang Harus Dilewati

Seperti dikatakan sebelumnya, bahwa sebelum melakukan berbagai pemeriksaan untuk mendiagnosis hepatitis, dokter biasanya akan menanyakan gejala atau keluhan yang dialami. Oleh karena itu, penting untuk mengenali apa saja gejala yang muncul, agar dokter bisa terbantu untuk menyimpulkan adanya kemungkinan hepatitis atau tidak. Beberapa gejala umum yang biasanya dialami oleh pengidap hepatitis adalah:

  • Mengalami gejala mirip flu, seperti mual, muntah, demam, dan lemas.
  • Feses berwarna pucat.
  • Mata dan kulit berubah menjadi kekuningan (jaundice). Hal ini terjadi karena peningkatan kadar bilirubin dalam darah.
  • Sakit perut.
  • Berat badan turun tanpa sebab.
  • Urine menjadi gelap seperti teh.
  • Kehilangan nafsu makan.

Jika kamu mengalami gejala-gejala seperti itu, segera download aplikasi Halodoc untuk bertanya pada dokter lewat chat. Kalau ingin lebih yakin lagi, gunakan saja aplikasi Halodoc untuk buat janji dengan dokter di rumah sakit, guna melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dokter biasanya akan melakukan berbagai protokol kesehatan untuk mendiagnosis hepatitis secara pasti.

Setelah menanyakan soal gejala, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik guna menemukan tanda atau kelainan yang muncul pada pengidap. Misalnya dengan menekan perut untuk mendeteksi pembesaran hati dan memeriksa kulit serta mata untuk melihat apakah ada perubahan warna menjadi kuning. Kemudian, pengidap akan disarankan untuk menjalani berbagai pemeriksaan tambahan seperti:

1. Tes Fungsi Hati 

Tes ini dilakukan dengan mengambil sampel darah, untuk mengecek kinerja atau fungsi hati. Pada tes ini, kandungan enzim hati dalam darah, yaitu enzim aspartat aminotransferase dan alanin aminotransferase (AST/SGOT dan ALT/SGPT), akan diukur. Normalnya, kedua enzim tersebut terdapat di dalam hati. Namun jika hati mengalami kerusakan akibat peradangan, kedua enzim tersebut akan tersebar dalam darah sehingga kadarnya meningkat. Meski demikian, perlu diingat bahwa tes fungsi hati tidaklah spesifik hanya untuk menentukan penyebab hepatitis saja.

Baca juga: Inilah Cara Penularan Hepatitis ke Tubuh

2. Tes Antibodi Virus Hepatitis 

Tes ini bertujuan untuk menentukan keberadaan antibodi yang spesifik untuk virus HAV, HBV, dan HCV. Ketika seseorang terkena hepatitis akut, tubuh biasanya akan membentuk antibodi spesifik untuk memusnahkan virus yang menyerang tubuh. Lalu, antibodi dapat terbentuk beberapa minggu setelah seseorang terkena infeksi virus hepatitis. 

Antibodi yang dapat terdeteksi pada pengidap hepatitis akut adalah:

  • Antibodi terhadap hepatitis A (anti HAV).
  • Antibodi terhadap material inti dari virus hepatitis B (anti HBc).
  • Antibodi terhadap material permukaan dari virus hepatitis B (anti HBs).
  • Antibodi terhadap material genetik virus hepatitis B (anti HBe).
  • Antibodi terhadap virus hepatitis C (anti HCV).
  • 2. Tes Protein dan Materi Genetik Virus 

Pada pengidap hepatitis kronis, antibodi dan sistem imun tubuh tidak dapat memusnahkan virus, sehingga virus akan terus berkembang dan lepas dari sel hati ke dalam darah. Keberadaan virus dalam darah dapat dideteksi dengan tes antigen spesifik dan material genetik virus, yaitu:

  • Antigen material permukaan virus hepatitis B (HBsAg).
  • Antigen material genetik virus hepatitis B (HBeAg).
  • DNA virus hepatitis B (HBV DNA).
  • RNA virus hepatitis C (HCV RNA).

Baca juga: A, B, C, D, atau E, Jenis Hepatitis yang Paling Parah?

3. USG Perut 

Dengan menggunakan bantuan gelombang suara, USG perut dapat mendeteksi kelainan pada hati, seperti adanya kerusakan, pembesaran, maupun tumor hati. Selain itu, USG perut juga dapat mendeteksi adanya cairan dalam rongga perut serta kelainan pada kandung empedu.

4. Biopsi Hati 

Dalam prosedurnya, sampel jaringan hati akan diambil untuk kemudian diamati menggunakan mikroskop. Melalui pemeriksaan biopsi hati, dokter dapat menentukan penyebab kerusakan yang terjadi di dalam hati.

Referensi:
World Health Organization. Diakses pada 2020. What is Hepatitis?
NHS Choices UK. Diakses pada 2020. Hepatitis.
Healthline. Diakses pada 2020. Hepatitis.