• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Edukasi Anggota Tubuh pada Anak Agar Terhindar Pedofilia

Edukasi Anggota Tubuh pada Anak Agar Terhindar Pedofilia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Mengajari anak-anak mengenai anggota tubuh dan sentuhan yang pantas dengan tubuh mereka adalah hal utama yang harus dilakukan. Ini tidak ada ada hubungannya dengan jika mereka menyentuh diri mereka sendiri. Sebab, anak laki-laki dan perempuan di segala usia memiliki hak untuk menjelajahi tubuh mereka sendiri dan tidak boleh malu untuk berpikir itu “kotor” atau “salah”. Jika mereka berpikir begitu, mereka sudah masuk dalam perjalanan menyimpan rahasia mengenai sentuhan.

Tubuh anak adalah ruang mereka sendiri dan mereka harus bisa mengatakan TIDAK untuk disentuh oleh orang lain kapan saja, terlepas dari siapa orang itu dan hubungannya dengan anak. Itulah yang perlu mereka pikirkan dan perlu ketahui. Jangan sampai anak yang belum mendapat edukasi dari orangtua dimanfaatkan oleh niat buruk pedofilia. Untuk itu, kenalkan dan ajaran anggota tubuh pada anak dengan cara berikut:

1. Jelaskan mengenai Perbedaan Berdasarkan Ukuran

Memberi pemahaman yang jelas mengenai setiap bagian tubuh yang terlihat oleh mata Si Kecil merupakan hal yang harus dilakukan sebagai langkah awal. Orangtua dapat melakukan dengan mengenalkan bagian-bagian tubuh anak berdasarkan ukuran. 

Baca juga: Melindungi Anak di Era Digital dengan Pola Asuh yang Tepat

Ibu dapat memperlihatkan buku mengenai tubuh manusia yang menunjukkan gambar dan namanya. Untuk anak perempuan, ibu dapat memberitahunya saat mandi bersama. Lalu imbangi dengan ibu turut mengucapkan nama dari masing-masing anggota tubuh secara lisan dan menunjuknya. Untuk membantu anak mengingatnya dengan mudah. Selain itu, cobalah untuk memulainya dari organ tubuh terkecil hingga terbesar. 

2. Jelaskan Fungsi Setiap Anggota Tubuh

Setelah anak mengenai masing-masing nama dan mengenal bentuk dari anggota tubuhnya, imbangi dengan kemampuannya memahami fungsi dari setiap bagian tubuhnya. Gunanya agar anak dapat memanfaatkan tubuhnya untuk hal-hal yang positif pada sikap dan kelakuannya.

3. Informasikan Mengenai Privasi

Saat berbicara tentang fungsi tubuh, beritahu juga bahwa ada berbagai bagian tubuh yang bersifat privat atau pribadi. Artinya tidak boleh diperlihatkan kepada publik, apalagi ada orang lain yang menyentuhnya. Ini merupakan informasi penting yang harus disadari dan dipahami oleh setiap anak. 

Baca juga: Inilah 6 Jenis Pola Asuh Anak yang Bisa Diterapkan Orangtua

Untuk hal ini, ibu sebaiknya mengomunikasikannya secara lisan dengan gaya bahasa yang sederhana. Ibu juga bisa menyelaraskannya dengan memberi reaksi seperti “malu” ketika anak lupa untuk menutup bagian privasi. Dengan begitu, pemahaman dan perasaan secara natural untuk menjaganya dari mata publik termasuk orangtuanya akan tumbuh, sehingga anak mengerti mengenai pentingnya menjaga bagian tubuh yang bersifat privasi.

4. Ajari Anak untuk Menjaganya

Setelah membicarakan bagian-bagian tubuh yang bersifat privasi. Ajarkan anak untuk memiliki perasaan untuk menjadi keseluruhan tubuhnya secara utuh. Ibu harus membuat Si Kecil paham untuk menjaga tubuhnya tidak terluka. Misalnya, mengupayakan dengan mengajar anak supaya tidak ceroboh saat bermain. Pastikan anak mengerti untuk tidak bermain dengan benda-benda yang berbahaya dengan memberi tahu konsekuensinya.

5. Bicarakan tentang Perubahan Tubuh

Anak mungkin masih kecil, tetapi perubahan secara fisik akan tetap terjadi pada waktunya. Dalam hal ini, ibu sebaiknya mempersiapkan mental anak dengan tidak lupa membicarakan mengenai perubahan fisik di kemudian hari. 

Berikan komunikasi yang sederhana, sehingga anak paham bahwa tubuhnya akan berubah dan itu merupakan hal-hal yang tidak memalukan. Katakan juga bahwa itu merupakan bagian pertumbuhan yang membuatnya semakin besar. 

Baca juga: Keuntungan Menerapkan Pola Asuh Autoritatif

Perlu diingat juga, bahwa edukasi sebaiknya dilakukan secara perlahan agar anak lebih mudah memahami dan tidak bingung. Jika ibu masih ragu dan ingin bertukar pikiran mengenai cara mengedukasi anggota tubuh pada anak agar terhindar dari pedofilia, ibu bisa berdiskusi pada psikolog melalui aplikasi Halodoc. Tanpa perlu keluar rumah, komunikasi dengan dokter lebih mudah melalui Halodoc dengan download aplikasinya sekarang!

Referensi:
Stay at home MUM. Diakses pada 2020. 7 Things to Do to Protect Our Kids From Paedophiles.