Melindungi Anak di Era Digital dengan Pola Asuh yang Tepat

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Melindungi Anak di Era Digital dengan Pola Asuh yang Tepat

Halodoc, Jakarta – Mengasuh anak pada era digital tentu tidak semudah zaman dulu. Kemajuan teknologi memudahkan anak untuk mendapatkan informasi. Tentu saja perkembangan ini memiliki dampak bagi perkembangan anak, baik dampak yang positif hingga dampak negatif. Namun yang paling penting, orangtua harus menggunakan pola asuh yang tepat agar anak bisa menggunakan kemajuan teknologi dengan baik.

Baca juga: Aturan Aman Penggunaan Gadget pada Anak

Pola asuh yang tepat di era digital ini memberikan banyak manfaat bagi orangtua. Beberapa diantaranya adalah anak mampu menyerap informasi yang baik dari kemajuan teknologi dan hubungan anak dengan orangtua tentu akan berjalan dengan baik serta tetap terjaga.

Menurut psikolog, Elly Risman, ada beberapa cara pola asuh yang harus dijalani oleh orangtua pada era digital ini, agar tumbuh kembang anak berjalan baik, yaitu di antaranya:

1. Tanggung Jawab

Masalah pola asuh merupakan tanggung jawab penuh dari kedua orangtua. Tidak hanya ibu, sosok ayah dalam tumbuh kembang anak juga diperlukan. Orangtua harus memiliki pandangan pola asuh yang sama agar konsistensi bisa terjaga dengan baik. Orangtua akan bersama-sama bertanggung jawab atas jiwa, tubuh, pikiran, keimanan serta kesejahteraan anak secara utuh.

2. Kedekatan

Tidak hanya membangun kedekatan secara fisik, kedekatan secara emosional perlu dibangun. Hal ini membuat anak selalu merasa nyaman berada di dekat kedua orangtuanya, tidak hanya itu, kedekatan emosional yang terjadi bisa menjadi cara yang baik untuk membantu tumbuh kembang anak.

Baca juga: Timbang-menimbang Pola Asuh Untuk Anak

3. Tujuan Pengasuhan

Sebaiknya, sejak anak dilahirkan, orangtua harus memiliki tujuan pengasuhan pada anak. Sepakati dengan pasangan, bagaimana pengasuhan akan dilakukan dan prioritas apa yang diberikan pada anak. Dengan memiliki tujuan yang akan dicapai, orangtua lebih mudah untuk menjalankan tata asuh anak.

4. Bicara dengan Baik pada Anak

Orangtua wajib berbicara baik pada anak, baik nada berbicara maupun tutur kata. Komunikasi yang baik membuat pengasuhan berjalan dengan baik. Sebaiknya orangtua jangan membohongi anak, mengerti bahasa tubuh anak dan mendengarkan serta menghargai perasaan dan keputusan yang anak buat. Sebaliknya, jangan berbicara pada anak dengan nada memerintah, menyalahkan, dan membandingkan karena akan memengaruhi rasa percaya diri serta tumbuh kembang anak.

5. Mengajarkan Keimanan atau Agama

Ajarkan anak dasar-dasar agama yang dianut. Pendidikan agama yang baik dapat membantu anak untuk menjalankan kehidupan. Dasar pendidikan agama yang kuat membantu tumbuh kembang anak. Hal ini menjadi modal ketika ia mulai belajar untuk berinteraksi dengan lingkungan sosial.

6. Melakukan Aktivitas Bersama Anak

Jangan ragu untuk melakukan aktivitas bersama anak. Kegiatan positif yang dilakukan bersama orangtua membangun emosional anak dan mampu menjadikan anak sosok yang bertanggung jawab ke depannya. Jangan lupa luangkan waktu untuk menghabiskan waktu bersama di akhir pekan atau sisihkan waktu sebentar setiap orangtua baru saja pulang beraktivitas setiap harinya.

7. Persiapkan Mental Anak untuk Masuk Era Digital

Tidak ada salahnya untuk memperkenalkan anak dengan gawai dan teknologi. Namun, sebaiknya orangtua punya sikap tegas akan hal ini. Berikan aturan untuk anak ketika anak akan menggunakan gawai dan teknologi. Jangan lupa untuk tetap memantau anak. Ketika orangtua membatasi waktu anak bermain gawai, isi waktu mereka dengan kegiatan positif seperti mengikuti les atau kegiatan lain yang disukai anak.

Pola asuh setiap orangtua memang berbeda. Berikan yang terbaik untuk anak agar tumbuh kembang anak menjadi sempurna. Tidak hanya emosional anak yang perlu diperhatikan, sebaiknya orangtua juga memerhatikan kesehatan anak. Gunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya langsung pada dokter mengenai kondisi kesehatan anak. Yuk, download aplikasi Halodoc melalui App Store atau Google Play sekarang juga!

Baca juga: Ini 4 Akibat Pola Asuh Otoriter pada Anak