Ad Placeholder Image

Eustachian Tube: Fungsi, Masalah dan Cara Mengatasi

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   19 Juni 2026

Eustachian Tube: Fungsi, Masalah, & Cara Mengatasi

Eustachian Tube: Fungsi, Masalah dan Cara MengatasiEustachian Tube: Fungsi, Masalah dan Cara Mengatasi

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu merasakan telinga terasa penuh atau “mampet” saat sedang berada di pesawat atau setelah berenang? Kondisi ini sering kali berkaitan dengan saluran kecil namun vital yang disebut eustachian tube atau tuba eustachius. Saluran ini menghubungkan telinga bagian tengah dengan bagian belakang hidung dan tenggorokan atas (nasofaring). Fungsinya sangat krusial dalam menjaga kesehatan pendengaran kita sehari-hari.

Eustachian tube bertanggung jawab untuk menyeimbangkan tekanan udara di telinga tengah agar sama dengan tekanan udara di luar tubuh. Selain itu, saluran ini juga berfungsi mengalirkan lendir atau cairan dari telinga tengah ke tenggorokan. Jika saluran ini tersumbat atau tidak berfungsi dengan baik, tekanan udara di telinga tengah menjadi tidak seimbang, yang dapat menyebabkan rasa tidak nyaman, nyeri, hingga gangguan pendengaran sementara.

Masalah pada saluran ini, yang secara medis dikenal sebagai Eustachian Tube Dysfunction (ETD), bisa dipicu oleh berbagai hal, mulai dari pilek, alergi, hingga perubahan tekanan udara yang ekstrem. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa memicu penumpukan cairan atau infeksi telinga tengah (otitis media). Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami cara menjaga kesehatan saluran ini dan mengetahui kapan harus menggunakan bantuan obat-obatan.

Nah, mau tahu apa saja pilihan produk kesehatan untuk mengatasi keluhan pada eustachian tube? Berikut ulasannya!

Rekomendasi Obat dan Produk Kesehatan Telinga yang Ampuh

Keluhan telinga tersumbat akibat disfungsi tuba eustachius sering kali berawal dari peradangan atau penyumbatan pada saluran napas atas (hidung). Berikut adalah rekomendasi produk yang bisa membantu meredakan gejala tersebut agar saluran eustachius kembali berfungsi normal:

1. Iliadin 0.05% Nasal Spray 10 ml

Iliadin 0.05% Nasal Spray mengandung zat aktif Oxymetazoline HCl. Produk ini bekerja sebagai dekongestan topikal yang berfungsi mengecilkan pembuluh darah yang melebar di area saluran hidung. Dengan berkurangnya pembengkakan di hidung, tekanan pada muara tuba eustachius juga akan berkurang, sehingga saluran dapat terbuka kembali dan menyeimbangkan tekanan telinga.

Manfaat utamanya adalah meredakan hidung tersumbat akibat pilek, sinusitis, atau alergi yang sering kali menjadi penyebab utama gangguan tuba eustachius.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa dan anak usia di atas 6 tahun: 2-3 semprot, 2 kali sehari (pagi dan malam).
  • Disemprotkan ke dalam lubang hidung.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan. Jangan digunakan lebih dari 3 hari berturut-turut untuk menghindari risiko kongesti rebound.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Iliadin 0.05% Nasal Spray 10 ml di Toko Kesehatan Halodoc

2. Tremenza 10 Tablet

Tremenza merupakan kombinasi obat yang mengandung Pseudoephedrine HCl (dekongestan) dan Triprolidine HCl (antihistamin). Pseudoephedrine bekerja secara sistemik untuk mengecilkan pembengkakan mukosa di saluran napas atas, termasuk di sekitar saluran eustachius. Sementara Triprolidine membantu meredakan gejala alergi seperti bersin-bersin dan produksi lendir berlebih.

Obat ini sangat efektif jika gangguan telinga kamu disebabkan oleh rhinitis alergi atau flu yang memicu produksi lendir kental yang menyumbat saluran telinga tengah.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa dan anak di atas 12 tahun: 1 tablet, 3-4 kali sehari.
  • Anak usia 6-12 tahun: 1/2 tablet, 3-4 kali sehari.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan. Efek samping yang mungkin muncul adalah rasa kantuk, mulut kering, atau jantung berdebar.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Tremenza 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Tips Mencegah Keluhan Eustachian Tube
  1. Lakukan manuver Valsalva (menutup hidung dan mulut lalu mencoba mengembuskan napas perlahan melalui hidung) saat tekanan udara berubah.
  2. Tetap terhidrasi untuk menjaga lendir tetap encer dan mudah mengalir.
  3. Hindari paparan alergen seperti debu atau asap rokok yang bisa memicu peradangan hidung.

3. Sterimar Nasal Hygiene 50 ml

Sterimar Nasal Hygiene adalah larutan isotonik air laut alami yang diproses secara khusus. Produk ini berfungsi untuk membersihkan saluran hidung dari debu, kuman, dan lendir berlebih. Dengan menjaga kebersihan rongga hidung, risiko penyumbatan pada pangkal tuba eustachius dapat diminimalisir secara alami tanpa bahan kimia obat yang keras.

Manfaatnya adalah membantu melembapkan membran mukosa hidung dan mempermudah pengeluaran lendir yang bisa menyumbat saluran telinga.

Dosis dan aturan pakai:

  • Gunakan 2 hingga 6 kali sehari pada setiap lubang hidung atau sesuai kebutuhan.
  • Dapat digunakan oleh dewasa maupun anak-anak.

Produk ini termasuk kategori alat kesehatan yang aman digunakan untuk perawatan rutin harian maupun saat sedang pilek.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Sterimar Nasal Hygiene 50 ml di Toko Kesehatan Halodoc

4. Panadol 10 Kaplet

Panadol mengandung Paracetamol yang berfungsi sebagai analgesik (pereda nyeri) dan antipiretik (penurun demam). Pada kasus gangguan tuba eustachius yang parah, sering kali muncul rasa nyeri yang menusuk atau rasa tidak nyaman yang hebat di dalam telinga akibat tekanan yang tidak seimbang atau peradangan.

Paracetamol membantu meredakan rasa sakit tersebut sehingga kamu bisa beristirahat dengan lebih nyaman selama proses pemulihan saluran telinga.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa dan anak di atas 12 tahun: 1-2 kaplet, 3-4 kali sehari (maksimal 8 kaplet dalam 24 jam).
  • Anak usia 6-11 tahun: 1/2-1 kaplet, 3-4 kali sehari.

Obat ini termasuk golongan obat bebas yang relatif aman dikonsumsi selama mengikuti dosis yang dianjurkan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Panadol 10 Kaplet di Toko Kesehatan Halodoc

5. Alco Plus Sirup 100 ml

Alco Plus Sirup mengandung Pseudoephedrine HCl dan Brompheniramine Maleate. Pseudoephedrine bekerja untuk melegakan hidung tersumbat, sementara Brompheniramine adalah antihistamin yang meredakan gejala alergi. Bentuk sirup ini sering menjadi pilihan bagi mereka yang kesulitan menelan tablet atau untuk anak-anak dengan pengawasan dosis yang tepat.

Manfaat utamanya adalah mengurangi pembengkakan di saluran napas atas dan mengencerkan lendir, sehingga aliran udara menuju telinga tengah melalui tuba eustachius kembali lancar.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa dan anak di atas 12 tahun: 5 ml (1 sendok takar), 3 kali sehari.
  • Anak usia 6-12 tahun: 2.5 ml (1/2 sendok takar), 3 kali sehari.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan. Dapat menyebabkan kantuk, hindari mengemudi setelah mengonsumsi obat ini.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Alco Plus Sirup 100 ml di Toko Kesehatan Halodoc

Mengenal Fungsi Eustachian Tube

Tuba eustachius adalah saluran yang menghubungkan ruang telinga tengah dengan nasofaring. Saluran ini biasanya tertutup dan hanya terbuka saat kita melakukan gerakan tertentu seperti menelan, menguap, atau mengunyah. Ada tiga fungsi utama dari saluran ini yang perlu kamu ketahui:

1. Ekualisasi Tekanan Udara

Ini adalah fungsi yang paling penting. Tekanan udara di telinga tengah harus sama dengan tekanan udara atmosfer di luar gendang telinga. Jika saluran tersumbat, gendang telinga bisa tertarik ke dalam atau terdorong ke luar, menyebabkan rasa nyeri dan pendengaran teredam.

2. Drainase Cairan

Telinga tengah secara alami memproduksi cairan. Saluran eustachius berfungsi sebagai “got” pembuangan cairan ini ke arah tenggorokan. Jika tersumbat, cairan akan menumpuk di belakang gendang telinga dan bisa memicu infeksi bakteri.

3. Proteksi dari Infeksi

Dalam kondisi normal, saluran ini melindungi telinga tengah dari masuknya kuman atau cairan dari daerah nasofaring (belakang hidung) ke arah telinga.

Gejala Disfungsi Tuba Eustachius (ETD)

Ketika eustachian tube tidak berfungsi sebagaimana mestinya, kamu akan merasakan beberapa gejala khas. Sangat penting untuk mengenali tanda-tanda ini agar tidak salah mendiagnosisnya sebagai infeksi telinga biasa.

1. Telinga Terasa Penuh atau Tersumbat

Sensasi ini mirip dengan saat telinga kemasukan air atau saat berada di dalam pesawat. Kamu mungkin merasa telinga perlu “diletuskan” (popping) untuk merasa lega.

2. Gangguan Pendengaran Ringan

Suara yang kamu dengar mungkin terasa jauh atau teredam (seperti mendengar dari dalam air). Ini terjadi karena gendang telinga tidak bisa bergetar dengan bebas akibat tekanan yang tidak seimbang.

3. Tinnitus (Telinga Berdenging)

Beberapa orang melaporkan adanya bunyi mendenging, berdesis, atau bunyi “klik” di dalam telinga saat sedang menelan atau menguap.

4. Nyeri dan Pusing

Perubahan tekanan yang drastis bisa menyebabkan nyeri tajam pada telinga. Dalam beberapa kasus, ketidakseimbangan tekanan ini juga bisa memengaruhi sistem keseimbangan di telinga dalam, menyebabkan rasa pusing atau vertigo ringan.

Cara Mengatasi Keluhan Eustachian Tube secara Mandiri

Jika gejala yang kamu rasakan masih tergolong ringan, ada beberapa cara praktis yang bisa dilakukan di rumah untuk membantu membuka saluran eustachius yang tersumbat:

1. Mengunyah atau Menelan

Gerakan otot di sekitar tenggorokan saat mengunyah permen karet atau menelan air dapat membantu menarik saluran eustachius agar terbuka. Ini adalah cara termudah saat kamu merasa telinga mampet di pesawat.

2. Manuver Valsalva

Tutup mulut, jepit kedua lubang hidung dengan jari, lalu coba hembuskan napas melalui hidung dengan sangat lembut. Kamu akan merasakan sensasi “pop” di telinga yang menandakan udara masuk ke telinga tengah.

3. Gunakan Kompres Hangat

Menempelkan kain yang telah direndam air hangat di area telinga dan rahang dapat membantu merelaksasi otot dan membantu pengenceran lendir yang mungkin menyumbat saluran.

Studi Mengenai Gangguan Tuba Eustachius

The Laryngoscope menerbitkan studi di tahun 2020 yang menjelaskan bahwa penggunaan balon dilatasi (Eustachian Tube Balloon Dilatation) menjadi prosedur yang semakin efektif bagi pasien dengan ETD kronis yang tidak merespons pengobatan medis standar.

Studi ini menunjukkan bahwa banyak kasus ETD dipicu oleh disfungsi otot levator veli palatini. Selain tindakan medis, manajemen terhadap kondisi komorbid seperti rhinitis alergi sangat menentukan keberhasilan penyembuhan fungsi tuba eustachius dalam jangka panjang.

Jika gejala telinga tersumbat tidak kunjung membaik setelah 1-2 minggu atau disertai dengan nyeri hebat dan keluarnya cairan, segera lakukan konsultasi ke dokter. Kamu bisa dengan mudah konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan diagnosis yang lebih akurat.

Untuk kebutuhan pengobatan, jangan ragu untuk beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah. Selain praktis, kamu juga bisa membandingkan harga dan mendapatkan informasi lengkap mengenai aturan pakai setiap produk.

Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc agar mendapatkan penanganan yang tepat sesuai kondisi medis kamu.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Eustachian Tube Dysfunction.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Eustachian Tube Dysfunction: Symptoms, Causes & Treatment.
American Academy of Otolaryngology–Head and Neck Surgery. Diakses pada 2026. Clinical Practice Guideline: Eustachian Tube Dysfunction.
Harvard Health Publishing. Diakses pada 2026. That plugged-up feeling: Eustachian tube dysfunction.
PubMed – National Center for Biotechnology Information. Diakses pada 2026. Physiology, Eustachian Tube Function.

FAQ

1. Apa penyebab utama eustachian tube tersumbat?

Penyebab paling umum adalah peradangan saluran napas akibat pilek, flu, sinusitis, atau alergi. Peradangan ini menyebabkan lapisan saluran eustachius membengkak dan menumpuk lendir.

2. Apakah telinga mampet saat terbang berbahaya?

Biasanya tidak berbahaya dan bersifat sementara. Namun, jika tekanan tidak diseimbangkan, bisa terjadi barotrauma yang melukai gendang telinga. Mengunyah permen bisa membantu mencegah hal ini.

3. Berapa lama disfungsi tuba eustachius berlangsung?

Jika penyebabnya adalah pilek, biasanya membaik dalam hitungan hari hingga dua minggu. Jika disebabkan oleh alergi atau masalah struktur, kondisinya bisa berlangsung kronis dan butuh bantuan dokter.

4. Apakah boleh membersihkan telinga dengan cotton bud saat terasa tersumbat?

Sangat tidak disarankan. Masalah tuba eustachius terjadi di telinga bagian tengah (di belakang gendang telinga), sedangkan cotton bud hanya menjangkau saluran telinga luar dan justru berisiko mendorong kotoran lebih dalam atau melukai gendang telinga.

Telinga Terasa Tersumbat dan Tak Nyaman? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan pada telinga, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.