Ad Placeholder Image

Fakta Menarik Kehidupan Kera yang Jarang Diketahui Orang

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 01 September 2026

Mengenal Kehidupan Unik Kera di Hutan Tropis yang Perlu Diketahui Semua Orang

Fakta Menarik Kehidupan Kera yang Jarang Diketahui OrangFakta Menarik Kehidupan Kera yang Jarang Diketahui Orang

DAFTAR ISI


Kera adalah kelompok primata yang memiliki kemampuan belajar, berkomunikasi, dan beradaptasi dengan lingkungan. Istilah ini sering digunakan untuk menyebut primata, baik kera besar maupun jenis monyet dalam percakapan sehari-hari.

Selain menarik untuk dipelajari, kera juga berperan penting dalam ekosistem dan penelitian ilmiah. Namun, pengamatan terhadap hewan ini perlu dilakukan dengan aman karena kera adalah satwa liar yang dapat membawa risiko cedera maupun penularan penyakit tertentu.

Mengenal Kera

Dalam ilmu biologi, kera termasuk ordo primata. Kera besar, seperti orangutan, gorila, simpanse, dan bonobo, umumnya tidak memiliki ekor dan mempunyai kemampuan kognitif yang kompleks. Sementara itu, banyak jenis monyet memiliki ekor, meskipun tidak semua ciri primata dapat dibedakan hanya dari keberadaan ekor.

Kera menggunakan penglihatan, suara, bahasa tubuh, dan perilaku sosial untuk berinteraksi. Pola hidupnya berbeda-beda, bergantung pada spesies dan habitat, mulai dari hutan hujan hingga kawasan yang berdekatan dengan permukiman manusia.

Karena topik kera berkaitan dengan zoologi, bukan pengobatan manusia, artikel ini tidak merekomendasikan obat atau produk kesehatan tertentu. Jika terjadi gigitan, cakaran, atau kontak dengan cairan tubuh hewan, segera cari pertolongan medis.

Fakta Menarik tentang Kera

  • Beberapa kera besar dapat menggunakan benda sebagai alat untuk memperoleh makanan.
  • Kera memiliki kehidupan sosial yang kompleks dan dapat membentuk hubungan dalam kelompok.
  • Orangutan dikenal menghabiskan banyak waktu di atas pohon, sedangkan spesies lain lebih sering beraktivitas di permukaan tanah.
  • Perusakan habitat menjadi salah satu ancaman penting bagi berbagai spesies primata.

Jangan memberi makan atau menyentuh kera liar. Jaga jarak, hindari kontak mata yang menantang, dan hubungi petugas berwenang jika hewan memasuki area permukiman.

Studi Terkait

Penelitian primatologi membantu ilmuwan memahami perilaku, komunikasi, kesehatan, dan kebutuhan konservasi kera. Informasi tersebut juga mendukung perlindungan habitat serta pencegahan konflik antara satwa dan manusia.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc , lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.  
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Jika kamu mengalami gigitan, cakaran, atau keluhan setelah kontak dengan kera, konsultasi ke dokter Halodoc dapat membantu menentukan langkah awal yang sesuai.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan diri ke dokter umum jika luka akibat gigitan atau cakaran menembus kulit, mengalami perdarahan, kemerahan yang meluas, bengkak, demam, atau nyeri yang memburuk. Jangan menunda pertolongan, terutama bila status vaksinasi tetanus tidak jelas atau hewan sulit diidentifikasi.

Referensi
PubMed. Diakses pada 2026. Nonhuman Primate Behavior and Conservation.
World Health Organization. Diakses pada 2026. Rabies.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Rabies.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Informasi Keamanan Produk Kesehatan.
WebMD. Diakses pada 2026. Animal Bites and Scratches.

FAQ

Apakah kera dan monyet itu sama?

Dalam percakapan sehari-hari, istilah kera dan monyet sering dipakai bergantian. Namun, dalam klasifikasi biologi, keduanya dapat merujuk pada kelompok primata yang berbeda.

Apakah kera boleh dipelihara di rumah?

Kera adalah satwa liar dengan kebutuhan habitat, makanan, dan sosial yang kompleks. Pemeliharaan tanpa izin dan pengetahuan yang tepat dapat membahayakan manusia serta kesejahteraan hewan.

Apa yang harus dilakukan setelah dicakar kera?

Cuci luka dengan air mengalir dan sabun, lalu tutup dengan perban bersih. Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan untuk menilai risiko infeksi, tetanus, atau rabies.

Apakah kera bisa menularkan penyakit?

Kontak dengan satwa liar dapat menimbulkan risiko penularan penyakit, terutama melalui gigitan, cakaran, atau cairan tubuh. Risiko bergantung pada jenis hewan, kondisi luka, dan penyakit yang mungkin dibawa hewan tersebut.