Advertisement

Faktor yang Tak Pengaruhi Pernapasan? Cek Di Sini!

3 menit
Ditinjau oleh  dr. Budiyanto, MARS   13 Agustus 2025

Frekuensi pernapasan dapat berubah karena berbagai faktor.

Faktor yang Tak Pengaruhi Pernapasan? Cek Di Sini!Faktor yang Tak Pengaruhi Pernapasan? Cek Di Sini!

DAFTAR ISI


Frekuensi pernapasan adalah ukuran jumlah napas yang diambil seseorang dalam satu menit. Normalnya, frekuensi pernapasan pada orang dewasa yang sehat berkisar antara 12 hingga 20 napas per menit saat beristirahat. Frekuensi ini dapat bervariasi tergantung pada berbagai faktor.

Pernapasan merupakan proses vital yang memasok oksigen ke seluruh tubuh dan membuang karbon dioksida. Proses ini diatur oleh pusat pernapasan di otak, yang merespons berbagai sinyal dari tubuh.

Lantas, apa saja faktor dan bukan merupakan faktor yang mempengaruhi frekuensi pernapasan

Faktor yang Tidak Memengaruhi Frekuensi Pernapasan

Banyak faktor yang memengaruhi frekuensi pernapasan seseorang. Namun, ada beberapa aspek yang secara tidak langsung atau tidak signifikan memengaruhi laju pernapasan. Faktor yang bukan merupakan faktor langsung yang memengaruhi frekuensi pernapasan adalah asupan makanan.

Meskipun asupan makanan penting untuk energi dan metabolisme tubuh, pengaruhnya terhadap frekuensi pernapasan tidak secepat dan sebesar faktor-faktor seperti aktivitas fisik atau kadar oksigen dalam darah.

Mau tahu frekuensi pernapasan berdasarkan usia? Baca di sini: Perlu Tahu, Ini Frekuensi Pernapasan Normal dari Bayi hingga Lansia

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Frekuensi Pernapasan

Frekuensi pernapasan dapat berubah karena berbagai alasan. Beberapa faktor utama yang memengaruhi frekuensi pernapasan meliputi:

1. Aktivitas fisik

Saat beraktivitas fisik, tubuh membutuhkan lebih banyak oksigen untuk menghasilkan energi. Akibatnya, frekuensi pernapasan meningkat untuk memenuhi kebutuhan oksigen yang meningkat ini.

2. Suhu lingkungan

Suhu lingkungan juga dapat memengaruhi frekuensi pernapasan. Pada suhu yang sangat panas, tubuh mungkin meningkatkan frekuensi pernapasan untuk membantu mendinginkan diri melalui penguapan. 

Sebaliknya, pada suhu yang sangat dingin, frekuensi pernapasan mungkin menurun untuk mengurangi kehilangan panas. 

3. Kadar CO2 dan O2 dalam Darah

Kadar karbon dioksida (CO2) dan oksigen (O2) dalam darah adalah regulator utama frekuensi pernapasan. Ketika kadar CO2 meningkat atau kadar O2 menurun, tubuh akan meningkatkan frekuensi pernapasan untuk menyeimbangkan kadar gas-gas ini. 

Tiba-tiba mengalami sesak napas? Baca ini: Sesak Napas Tiba-Tiba? Ini Cara Mengatasinya

4. Hormon

Hormon tertentu seperti adrenalin dapat memengaruhi frekuensi pernapasan. Adrenalin, yang dilepaskan saat stres atau kegembiraan, dapat meningkatkan frekuensi pernapasan. 

5. Emosi dan psikologis

Emosi yang kuat seperti stres atau kecemasan dapat menyebabkan peningkatan sementara dalam frekuensi pernapasan. 

6. Usia

Frekuensi pernapasan normal bervariasi berdasarkan usia. Bayi dan anak-anak memiliki frekuensi pernapasan yang lebih tinggi daripada orang dewasa.

7. Kondisi kesehatan

Kondisi medis tertentu, seperti penyakit paru-paru atau penyakit jantung, dapat memengaruhi frekuensi pernapasan. Misalnya, seseorang dengan penyakit paru-paru mungkin mengalami peningkatan frekuensi pernapasan karena tubuhnya berusaha untuk mendapatkan cukup oksigen.

  • Asma: menyebabkan penyempitan saluran napas
  • Pneumonia: infeksi paru-paru yang menyebabkan peradangan
  • PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis): menghalangi aliran udara di paru-paru.

Apa saja penyebab PPOK? Cari tahu di sini: Ini Penyebab Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) yang Perlu Diketahui

Kapan Harus ke Dokter?

Segera cari pertolongan medis jika mengalami gejala berikut:

  • Sesak napas yang parah
  • Napas berbunyi (mengi)
  • Nyeri dada
  • Kebingungan
  • Pusing
  • Kulit, bibir, atau kuku membiru

Kesimpulan

Meskipun asupan makanan penting untuk kesehatan secara keseluruhan, faktor ini bukan merupakan faktor utama yang memengaruhi frekuensi pernapasan secara langsung. 

Faktor-faktor seperti aktivitas fisik, suhu lingkungan, kadar gas dalam darah, hormon, emosi, usia, dan kondisi medis memiliki dampak yang lebih signifikan terhadap laju pernapasan. 

Penting untuk memahami faktor-faktor ini agar dapat menjaga kesehatan pernapasan yang optimal. 

Jika kamu memiliki kekhawatiran tentang frekuensi pernapasan, konsultasikan saja langsung pada dokter spesialis paru di Halodoc. Dokter dapat membantu memberikan saran dan pengobatan yang paling sesuai untuk kondisimu. 

Dapatkan juga obat atau produk kesehatan lainnya yang kamu butuhkan di Toko Kesehatan Halodoc. Produknya 100% asli (original) dan tepercaya. Tak perlu keluar rumah, produk diantar dalam waktu 1 jam.

Referensi:
Association of the British Pharmaceutical Industry. Diakses pada 2025. Factors affecting breathing
National Library of Medicine. Diakses pada 2025. Physiology, Respiratory Rate
Johns Hopkins Medicine. Diakses pada 2025. Vital Signs (Body Temperature, Pulse Rate, Respiration Rate, Blood Pressure).
Very Well Health. Diakses pada 2025. What Is a Normal Respiratory Rate?