Ad Placeholder Image

FDA Setujui Lipfendra, Obat PCSK9 Oral Pertama untuk Menurunkan Kolesterol LDL

5 menit
Ditinjau oleh  dr. Fauzan Azhari SpPD 23 Juli 2026

Persetujuan FDA terhadap Lipfendra (enlicitide) menjadi tonggak baru dalam pengobatan kolesterol tinggi.

FDA Setujui Lipfendra, Obat PCSK9 Oral Pertama untuk Menurunkan Kolesterol LDLFDA Setujui Lipfendra, Obat PCSK9 Oral Pertama untuk Menurunkan Kolesterol LDL

DAFTAR ISI


Kolesterol tinggi merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke. Sayangnya, kondisi ini sering kali tidak menimbulkan gejala sehingga banyak orang baru menyadarinya setelah menjalani pemeriksaan kesehatan atau mengalami komplikasi.

Kabar baiknya, kini tersedia pilihan terapi baru. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) baru saja menyetujui Lipfendra (enlicitide), obat PCSK9 inhibitor oral pertama yang digunakan untuk membantu menurunkan kadar kolesterol LDL (low-density lipoprotein) atau kolesterol jahat pada orang dewasa dengan hiperkolesterolemia.

Kehadiran obat ini menjadi langkah penting karena sebelumnya seluruh obat golongan PCSK9 hanya tersedia dalam bentuk suntikan.

Apa Itu Lipfendra?

Lipfendra adalah obat yang mengandung enlicitide, yaitu obat golongan PCSK9 inhibitor dalam bentuk tablet yang diminum satu kali sehari.

Obat ini digunakan sebagai tambahan terhadap pola makan sehat, olahraga, serta terapi penurun kolesterol lain, seperti statin, pada pasien yang masih memiliki kadar LDL tinggi.

Lipfendra telah disetujui untuk digunakan pada orang dewasa dengan:

  • Hiperkolesterolemia (kolesterol tinggi).
  • Hiperkolesterolemia familial heterozigot (HeFH), yaitu kolesterol tinggi akibat kelainan genetik.

Simak juga informasi lebih dalam mengenai Apa itu Kolesterol? Gejala, Penyebab & Pengobatannya di sini agar kamu bisa melakukan pencegahan.

Apa Itu PCSK9 Inhibitor?

PCSK9 inhibitor adalah kelompok obat yang bekerja dengan menghambat protein proprotein convertase subtilisin/kexin type 9 (PCSK9).

Protein PCSK9 berperan menghancurkan reseptor LDL di hati. Padahal, reseptor tersebut dibutuhkan tubuh untuk membersihkan kolesterol LDL dari aliran darah.

Ketika aktivitas PCSK9 dihambat:

  • Jumlah reseptor LDL di hati meningkat,
  • Hati dapat menyerap lebih banyak kolesterol LDL,
  • Kadar kolesterol jahat dalam darah pun menurun.

Sebelumnya, terapi PCSK9 hanya tersedia dalam bentuk suntikan yang diberikan setiap beberapa minggu. Lipfendra menjadi obat pertama yang menawarkan mekanisme serupa dalam bentuk tablet.

Mengapa Persetujuan Ini Penting?

Selama ini, sebagian pasien mengalami kesulitan menggunakan obat suntik secara rutin, baik karena rasa tidak nyaman maupun keterbatasan akses.

Dengan hadirnya obat oral, diharapkan lebih banyak pasien dapat memperoleh terapi tambahan ketika statin saja belum cukup menurunkan kolesterol.

Meski demikian, Lipfendra bukan pengganti statin, melainkan terapi tambahan bagi pasien yang membutuhkan penurunan LDL lebih besar.

Jika pengobatan kurang efektif, ini Daftar Dokter yang Bisa Bantu Pengobatan Kolesterol Tinggi untuk kamu hubungi.

Hasil Uji Klinis Lipfendra

Persetujuan FDA didasarkan pada dua uji klinis acak yang melibatkan 3.207 pasien dewasa dengan kolesterol tinggi yang tetap menjalani terapi statin dosis maksimal yang masih dapat ditoleransi.

1. Pasien dengan penyakit jantung aterosklerotik (ASCVD)

Pada penelitian pertama, peserta memiliki kadar LDL rata-rata 96 mg/dL sebelum pengobatan.

Setelah menggunakan Lipfendra selama 24 minggu, kadar LDL turun sekitar 56 persen dibandingkan kelompok plasebo.

2. Pasien dengan hiperkolesterolemia familial

Pada penelitian kedua, peserta memiliki kadar LDL awal sekitar 119 mg/dL.

Setelah 24 minggu terapi, Lipfendra mampu menurunkan kadar LDL rata-rata hingga 59 persen dibandingkan plasebo.

Hasil ini menunjukkan bahwa terapi oral tersebut memberikan penurunan kolesterol yang cukup besar pada kelompok pasien berisiko tinggi.

Siapa yang Berpotensi Mendapat Manfaat?

Lipfendra ditujukan untuk pasien dewasa yang:

  • Memiliki kolesterol LDL tinggi meski sudah menjalani pola hidup sehat,
  • Masih memiliki kadar LDL tinggi walaupun telah menggunakan statin,
  • Memiliki hiperkolesterolemia familial heterozigot,
  • Memiliki risiko tinggi penyakit kardiovaskular akibat kolesterol tinggi.

Dokter akan menentukan apakah pasien memerlukan terapi tambahan berdasarkan hasil pemeriksaan kolesterol dan faktor risiko masing-masing.

Efek Samping Lipfendra

Secara umum, Lipfendra menunjukkan profil keamanan yang baik dalam uji klinis.

Pada penelitian pertama, angka efek samping hampir sama dengan kelompok plasebo.

Pada penelitian kedua, efek samping yang paling sering dilaporkan meliputi:

  • Diare,
  • Pusing.

Sebagian besar efek samping bersifat ringan hingga sedang.

Angka penghentian pengobatan akibat efek samping juga relatif rendah dan tidak berbeda bermakna dibandingkan plasebo.

Mengapa Kolesterol LDL Perlu Dikendalikan?

Kolesterol LDL yang terlalu tinggi dapat menumpuk di dinding pembuluh darah dan membentuk plak aterosklerosis.

Seiring waktu, plak tersebut dapat mempersempit pembuluh darah sehingga meningkatkan risiko:

  • Penyakit jantung koroner,
  • Serangan jantung,
  • Stroke,
  • Penyakit arteri perifer.

Karena kolesterol tinggi sering tidak menimbulkan gejala, pemeriksaan profil lipid secara berkala sangat penting, terutama pada orang dengan obesitas, diabetes, hipertensi, atau riwayat keluarga penyakit jantung.

Selain Obat, Gaya Hidup Tetap Penting

Meskipun tersedia terapi baru, perubahan gaya hidup tetap menjadi dasar utama dalam mengendalikan kolesterol.

Beberapa langkah yang dianjurkan meliputi:

  • Mengurangi konsumsi lemak jenuh dan lemak trans,
  • Memperbanyak serat dari buah, sayur, dan biji-bijian,
  • Rutin berolahraga minimal 150 menit per minggu,
  • Menjaga berat badan ideal,
  • Berhenti merokok,
  • Membatasi konsumsi alkohol.

Obat akan bekerja lebih optimal jika dikombinasikan dengan pola hidup sehat.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Segera lakukan pemeriksaan apabila:

  • Hasil pemeriksaan menunjukkan kadar kolesterol LDL tinggi,
  • Memiliki riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi atau penyakit jantung dini,
  • Sudah menggunakan statin tetapi kadar LDL belum mencapai target,
  • Memiliki diabetes, hipertensi, atau obesitas yang meningkatkan risiko penyakit jantung.

Dokter dapat menentukan apakah perubahan gaya hidup sudah cukup atau diperlukan tambahan terapi penurun kolesterol.

Hubungi Dokter Ini untuk Konsultasikan Kolesterol

Untuk mengevaluasi kadar kolesterol dan profil lipid dalam darah secara akurat, menentukan jenis dan dosis obat penurun kolesterol yang sesuai, serta mendapatkan panduan diet yang tepat, kamu bisa berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis penyakit dalam (Sp.PD) atau dokter umum.

Berikut adalah rekomendasi dokter di Halodoc yang bisa kamu hubungi:

  • dr. Muhammad Giovanni Abdillah, Sp.PD: Ia adalah dokter spesialis penyakit dalam dengan pengalaman 11 tahun, berhasil lulus dari Universitas Sriwijaya pada 2014. Ia kini praktik di Bekasi, Jawa Barat, tercatat sebagai anggota PAPDI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
  • dr. Puguh Krisnadi Sandjojo, Sp.PD: Ia adalah dokter spesialis penyakit dalam dengan pengalaman 12 tahun, berhasil lulus dari Universitas Hang Tuah Surabaya pada 2012 dan Universitas Sam Ratulangi pada 2020. Ia kini praktik di Cikarang, Jawa Barat, tercatat sebagai anggota PAPDI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
  • dr. Maya Puspita Sari, Sp.PD, AIFO-K: Ia adalah dokter spesialis penyakit dalam dengan pengalaman 9 tahun, berhasil lulus dari Universitas Sriwijaya pada 2015 dan Universitas Hasanuddin pada 2023. Ia kini praktik di Lampung Tengah, Lampung, tercatat sebagai anggota PAPDI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.

Dokter tersebut tersedia selama 24 jam di Halodoc sehingga kamu bisa lakukan konsultasi dari mana saja dan kapan saja.

Namun, jika dokter sedang tidak tersedia atau offline, kamu tetap bisa membuat janji konsultasi melalui aplikasi Halodoc.

Tunggu apalagi? Ayo, pakai Halodoc sekarang juga

Referensi:
FDA. Diakses pada 2026. FDA Approves First Oral PCSK9 Inhibitor to Lower LDL Cholesterol in Adults with High Cholesterol.
JAMA Network. Diakses pada 2026. Efficacy and Safety of Oral PCSK9 Inhibitor Enlicitide in Adults With Heterozygous Familial Hypercholesterolemia.
Empirical. Diakses pada 2026. Lipfendra (enlicitide), the first oral PCSK9 inhibitor, lowers LDL by 60%.