
Gampang! Ini Arti Overweight dan Beda dengan Obesitas
Faktanya, overweight belum termasuk dalam kategori obesitas parah dan kondisi ini diukur menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT).

DAFTAR ISI
- Apa Itu Arti Overweight?
- Kategori IMT untuk Menentukan Overweight (Khusus Asia/Indonesia)
- Perbedaan Jelas Antara Overweight dan Obesitas
- Penyebab Utama Kondisi Overweight
- Dampak Kesehatan dari Kondisi Overweight
- Cara Mengatasi dan Mencegah Overweight
- Turunkan Berat Badan 10-12 Kg dalam 60 Hari dengan Program Diet Halofit
Istilah “overweight” seringkali disamakan dengan obesitas, padahal keduanya memiliki perbedaan signifikan dalam konteks kesehatan.
Memahami arti overweight secara tepat sangat penting untuk menilai status kesehatan dan mengambil langkah pencegahan yang sesuai.
Kondisi ini merujuk pada berat badan berlebih atau kegemukan, di mana berat seseorang lebih tinggi dari kisaran sehat berdasarkan tinggi badannya.
Namun, overweight belum termasuk dalam kategori obesitas parah. Kondisi ini umumnya diukur menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT), sebuah indikator standar untuk mengevaluasi berat badan relatif terhadap tinggi badan.
Apa Itu Arti Overweight?
Arti overweight adalah kondisi di mana seseorang memiliki berat badan yang melebihi batas normal atau ideal.
Berat badan berlebih ini dapat disebabkan oleh penumpukan lemak, namun bisa juga karena massa otot, cairan, atau tulang yang lebih banyak.
Meski demikian, secara umum, istilah overweight seringkali merujuk pada kelebihan lemak tubuh.
Untuk menentukan overweight, metode pengukuran paling umum adalah dengan menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT).
IMT dihitung dengan membagi berat badan dalam kilogram dengan kuadrat tinggi badan dalam meter (IMT = berat (kg) / (tinggi (m)²)).
Angka IMT ini kemudian dibandingkan dengan kategori standar untuk menentukan status berat badan seseorang.
Jika butuh saran tentang pola makan sesuai kondisi tubuhmu, Ini Rekomendasi Dokter Gizi di Halodoc yang Bisa Dihubungi.
Kategori IMT untuk Menentukan Overweight (Khusus Asia/Indonesia)
Kategori IMT dapat bervariasi tergantung pada etnis dan wilayah geografis.
Untuk populasi Asia, termasuk Indonesia, standar yang digunakan sedikit berbeda dari standar umum WHO.
Berikut adalah kategori IMT berdasarkan standar Asia/Indonesia:
- Kurang berat badan (Underweight): IMT < 18,5 kg/m²
- Normal: IMT 18,5 – 22,9 kg/m²
- Berat Badan Berlebih (Overweight): IMT 23,0 – 24,9 kg/m²
- Obesitas (Tingkat 1): IMT ≥ 25,0 kg/m²
Sedangkan untuk standar umum WHO, kategori overweight berada pada IMT 25 – 29,9 kg/m².
Perbedaan ini menunjukkan pentingnya menggunakan standar yang relevan dengan populasi.
Perbedaan Jelas Antara Overweight dan Obesitas
Meskipun sama-sama menunjukkan berat badan di atas normal, overweight dan obesitas adalah dua kondisi yang berbeda dalam tingkat keparahannya.
Overweight adalah tahap awal atau kondisi yang belum seberat obesitas. Ini ditandai dengan IMT 23-24,9 kg/m² untuk Asia, atau 25-29,9 kg/m² secara umum.
Sebaliknya, obesitas merupakan kondisi yang lebih serius dan parah. Obesitas ditandai dengan penumpukan lemak tubuh yang ekstrem, mencapai tingkat yang dapat membahayakan kesehatan secara signifikan.
Kategori IMT untuk obesitas adalah ≥ 25 kg/m² untuk Asia, atau ≥ 30 kg/m² secara umum. Perbedaan ini krusial karena risiko kesehatan yang menyertainya juga berbeda tingkatannya.
Pahami lebih dalam soal Obesitas – Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya supaya kamu lebih waspada dengan kondisi ini.
Penyebab Utama Kondisi Overweight
Penyebab utama dari kondisi overweight adalah ketidakseimbangan antara asupan kalori dan energi yang dikeluarkan tubuh.
Ketika kalori yang masuk melalui makanan dan minuman lebih banyak daripada kalori yang dibakar melalui aktivitas fisik dan metabolisme basal, tubuh akan menyimpan kelebihan energi tersebut dalam bentuk lemak.
Hal ini secara bertahap menyebabkan peningkatan berat badan.
Beberapa faktor yang berkontribusi pada ketidakseimbangan ini meliputi: pola makan tinggi gula dan lemak, kurangnya aktivitas fisik, gaya hidup sedentari, faktor genetik, stres, kurang tidur, dan beberapa kondisi medis atau penggunaan obat-obatan tertentu.
Memahami penyebab ini membantu dalam menentukan strategi penanganan yang efektif.
Dampak Kesehatan dari Kondisi Overweight
Walaupun belum seberat obesitas, kondisi overweight tetap merupakan faktor risiko yang signifikan untuk berbagai masalah kesehatan serius.
Kelebihan berat badan secara bertahap dapat meningkatkan beban kerja pada organ vital dan memicu perubahan metabolisme yang merugikan.
Beberapa dampak kesehatan yang terkait dengan overweight meliputi peningkatan risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi (hipertensi), kadar kolesterol tinggi, stroke, sleep apnea, osteoartritis, dan beberapa jenis kanker.
Oleh karena itu, menjaga berat badan dalam kisaran normal sangat penting untuk mencegah komplikasi ini.
Cara Mengatasi dan Mencegah Overweight
Mengatasi dan mencegah kondisi overweight memerlukan komitmen jangka panjang terhadap gaya hidup sehat.
Pendekatan yang efektif mirip dengan upaya penanganan obesitas, berfokus pada perubahan kebiasaan sehari-hari yang berkelanjutan.
- Pola Makan Sehat: Mengonsumsi makanan bergizi seimbang dengan porsi yang terkontrol. Prioritaskan buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, serta sumber protein tanpa lemak. Batasi asupan makanan olahan, minuman manis, serta makanan tinggi lemak jenuh dan trans.
- Olahraga Teratur: Lakukan aktivitas fisik minimal 150 menit per minggu dengan intensitas sedang, seperti jalan cepat, bersepeda, atau berenang. Olahraga tidak hanya membakar kalori tetapi juga meningkatkan metabolisme dan kesehatan jantung.
- Cukup Istirahat: Tidur yang cukup (7-9 jam per malam) membantu mengatur hormon nafsu makan dan metabolisme, yang berperan penting dalam pengelolaan berat badan.
- Manajemen Stres: Stres kronis dapat memicu peningkatan nafsu makan dan penumpukan lemak. Temukan cara sehat untuk mengelola stres, seperti meditasi atau yoga.
Penting untuk diingat bahwa penurunan berat badan yang sehat adalah proses bertahap dan berkelanjutan, bukan hasil instan.
Jika mengalami kesulitan dalam mengelola berat badan atau memiliki kekhawatiran terkait kondisi overweight, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan.
Melalui aplikasi Halodoc, dapat dengan mudah terhubung dengan dokter atau ahli gizi terpercaya untuk mendapatkan rekomendasi dan panduan yang tepat sesuai kondisi kesehatan.
Atau, kamu juga bisa ikut program diet Halofit by Halodoc yang dirancang khusus untuk membantu kamu menemukan cara menurunkan berat badan berlebih atau overweight yang efektif, bukan sekadar diet sementara.
Turunkan Berat Badan 10-12 Kg dalam 60 Hari dengan Program Diet Halofit
Sedang mencari cara menurunkan berat badan dengan cepat tapi tetap aman dan diawasi dokter?
Kini kamu bisa mencapainya lewat Halofit, layanan Klinik Obesitas Digital dari Halodoc yang menawarkan pendekatan klinis, nutrisi, dan gaya hidup sehat secara menyeluruh.
Halofit dirancang khusus untuk membantu kamu menemukan cara menurunkan berat badan yang benar-benar efektif, bukan sekadar diet sementara.
Dengan dukungan dokter dan ahli gizi profesional, setiap program Halofit disesuaikan dengan kondisi tubuh, pola makan, dan target penurunan berat badanmu.
Berikut dua pilihan program yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan:
1. Halofit Advanced – Rp750.000/bulan

Cocok bagi kamu yang ingin memulai perjalanan sehat dengan pendampingan dokter dan ahli gizi selama 30 hari. Program Halofit Advanced mencakup meal plan personal, serta obat pendamping penurun berat badan yang diresepkan langsung oleh dokter untuk mendukung hasil yang aman dan maksimal.
2. Halofit Transform – Mulai dari Rp3.300.000/bulan

Program Halofit Transform adalah program premium bagi kamu yang membutuhkan cara menurunkan berat badan dengan cepat dan terukur melalui terapi injeksi GLP-1.
Terapi ini telah terbukti secara klinis membantu mengontrol nafsu makan dan mempercepat penurunan berat badan.
Dengan pengawasan dokter, kamu akan mendapatkan dukungan medis lengkap beserta obat diet paling ampuh sesuai kebutuhan tubuhmu.
Semua layanan ini tersedia langsung di aplikasi Halodoc, mulai dari konsultasi, pemesanan paket, hingga pemantauan progres, semuanya bisa dilakukan tanpa perlu datang ke klinik.
Tunggu apa lagi? Kamu bisa klik di sini untuk mulai coba program Halofit!


