• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah Gangguan Kepribadian Antisosial dalam Kdrama Psycho But It’s Okay

Inilah Gangguan Kepribadian Antisosial dalam Kdrama Psycho But It’s Okay

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Buat kamu para pecinta drama Korea (drakor), tentu sudah tidak asing lagi dengan drama berjudul “Psycho But It’s Okay”. Drakor terbaru ini cukup menarik perhatian banyak orang untuk menontonnya, karena selain dibintangi oleh aktor dan aktris ternama, “Psycho But It’s Okay” juga dinilai memiliki cerita yang tidak biasa dengan menampilkan karakter-karakter yang unik.

Salah satu karakter yang cukup mencuri perhatian dalam drakor tersebut adalah Go Mun Yong yang diperankan oleh aktris cantik, Seo Ye Ji. Go Mun Yong diceritakan sebagai seorang wanita yang senang melontarkan kata-kata yang tajam pada lawan bicaranya, sehingga ia tidak disukai banyak orang. 

Ia juga kurang memiliki rasa empati terhadap orang lain, meski anak kecil sekalipun. Hal itu adalah ciri-ciri orang yang memiliki gangguan kepribadian antisosial atau antisocial personality disorder (ASPD). Yuk, cari tahu tentang gangguan kepribadian ini lebih lanjut di bawah ini.

Mengenal Gangguan Kepribadian Antisosial

Gangguan kepribadian antisosial atau yang kadang-kadang disebut sosiopati adalah gangguan mental di mana seseorang secara konsisten berperilaku tanpa memedulikan benar dan salah, serta mengabaikan hak dan perasaan orang lain. Orang dengan gangguan kepribadian ini cenderung memusuhi, memanipulasi, atau memperlakukan orang lain dengan kasar atau menunjukkan ketidakpedulian. Mereka juga tidak merasa bersalah atau menyesal atas perilakunya.

Orang dengan gangguan kepribadian antisosial juga seringkali melanggar hukum atau menjadi penjahat. Mereka mungkin berbohong, berperilaku kasar atau impulsive, dan memiliki masalah dengan penggunaan narkoba dan alkohol. Karena karakteristik tersebut, orang dengan gangguan ini biasanya tidak dapat memenuhi tanggung jawab dalam keluarga, pekerjaan, atau sekolah.

Baca juga: Kenali Perbedaan Introvert dan Gangguan Antisosial

Apa yang Menyebabkan Seseorang Memiliki Gangguan Kepribadian Antisosial?

Kepribadian adalah kombinasi pikiran, emosi, dan perilaku yang membuat setiap orang menjadi unik. Seseorang cenderung memandang, memahami dan berhubungan dengan dunia luar, serta memandang diri mereka sendiri berdasarkan kepribadiannya. Kepribadian dibangun selama masa kanak-kanak, lalu dibentuk melalui interaksi kecenderungan bawaan dan faktor lingkungan.

Penyebab gangguan kepribadian antisosial tidak diketahui secara pasti, tetapi beberapa faktor berikut diduga dapat berpengaruh terhadap terjadinya gangguan tersebut:

  • Faktor Genetik. Gen dapat membuat seseorang rentan terhadap pengembangan gangguan kepribadian antisosial, dan situasi kehidupan dapat memicu perkembangannya.

  • Perubahan Fungsi Otak. Hal ini mungkin dapat terjadi selama perkembangan otak.

Selain penyebab di atas, ada juga beberapa faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan kepribadian antisosial:

  • Diagnosis gangguan perilaku masa kecil.

  • Riwayat keluarga dengan gangguan kepribadian antisosial atau gangguan kepribadian lainnya atau gangguan kesehatan mental.

  • Pernah menjadi korban pelecehan atau pengabaian selama masa kanak-kanak.

  • Memiliki kondisi keluarga yang tidak stabil, keras, atau kacau selama masa kanak-kanak. 

  • Pria berisiko lebih besar mengalami gangguan kepribadian antisosial daripada wanita.

Apa Saja Gejala Gangguan Kepribadian Antisosial?

Berikut ini gejala-gejala yang biasanya ditunjukkan orang dengan gangguan kepribadian antisosial:

  • Mengabaikan benar dan salah.

  • Berbohong atau menipu untuk mengeksploitasi orang lain.

  • Tidak berperasaan, sinis, dan tidak sopan terhadap orang lain.

  • Menggunakan pesona atau kecerdasannya untuk memanipulasi orang lain demi keuntungan atau kesenangannya sendiri.

  • Bertindak arogan dan sangat keras kepala.

  • Memiliki masalah yang berulang dengan hukum, termasuk perilaku kriminal.

  • Berulang kali melanggar hak orang lain melalui intimidasi dan ketidakjujuran.

  • Impulsif dan tidak dapat merencanakan masa depan.

  • Kurangnya empati terhadap orang lain dan tidak menyesal bila merugikan orang lain.

Baca juga: Sering Impulsif, Gejala Awal Gangguan Kepribadian Ambang

Itulah gangguan kepribadian antisosial yang perlu kamu tahu. Bila kamu ingin bertanya lebih lanjut seputar gangguan kepribadian ini, tanyakan saja pada ahlinya dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Melalui Video/Voice Call dan Chat, kamu bisa menghubungi dokter untuk bertanya apa saja seputar kesehatan, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Antisocial personality disorder.