• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Gangguan Psikologis pada Anak yang Harus Diketahui

4 Gangguan Psikologis pada Anak yang Harus Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta – Selain orang dewasa, anak-anak dari usia 1-5 tahun cukup rentan mengalami gangguan psikologis di usia tumbuh kembangnya. Sebaiknya orangtua mengerti keadaan kondisi anak-anak apalagi ketika ia mengalami beberapa perubahan pada sikapnya, seperti perubahan kebiasaan yang dilakukan anak, gangguan makan, gangguan tidur, tidak dapat berkomunikasi dengan baik, dan mengalami perubahan suasana hati yang begitu cepat.

Tentunya, ibu perlu memeriksakan kesehatan mental anak jika beberapa gejala tersebut dialami oleh anak. Pemeriksaan lebih dini membuat gangguan psikologis yang dialami anak lebih cepat diatasi dengan baik. Ketahui gangguan psikologis yang rentan dialami oleh anak di usia 1-5 tahun.

1. Stres

Stres bukan hanya dialami oleh orang dewasa. Anak-anak pun rentan mengalami stres. Melansir Kids Health, berada di sekolah terlalu lama atau memiliki aktivitas yang sangat padat setiap harinya dapat memicu anak-anak mengalami stres.

Bukan hanya kejadian yang dilalui, bahkan berita yang menayangkan kekerasan pun dapat memicu anak mengalami stres. Stres pada anak menyebabkan anak menjadi lebih cepat emosi, gangguan pola tidur, atau bahkan mengompol.

2. Gangguan Kecemasan

Anak yang mengalami rasa cemas tentunya merupakan hal yang normal. Namun, perhatikan beberapa gejala, seperti kesulitan berkonsentrasi, tidak dapat tidur nyenyak, sering mimpi buruk, gangguan pola makan, lebih mudah marah, terus menerus merasa cemas atau merasa ketakutan, sering menangis, dan tidak bisa jauh dari kedua orangtua.

Melansir National Health Service UK, umumnya, anak-anak lebih sering mengalami separation anxiety. Tentunya, orangtua harus mendukung anak secara emosional agar kondisi ini dapat diatasi dengan baik. Sebaiknya bertanya langsung pada dokter atau psikolog melalui aplikasi Halodoc untuk mengatasi gangguan kecemasan yang dialami oleh anak. 

3. Attention Deficit Hyperactivity Disorder

Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) sering terjadi pada anak-anak. Umumnya, gejala dari ADHD dapat terdeteksi sejak anak berusia 3 tahun. Gejalanya juga berbeda pada tiap pengidap. Melansir Mayo Clinic, anak yang mengalami kekurangan perhatian umumnya lebih ceroboh dalam melakukan pekerjaan, kesulitan untuk berkonsentrasi, kurang memberikan perhatian pada orang lain, dan mengalami kesulitan dalam mengikuti instruksi yang diberikan.

Sedangkan anak yang mengalami hiperaktif akan terlihat sulit untuk diam atau duduk dalam waktu yang cukup lama, berlari dan memanjat dalam kondisi yang tidak sesuai, terlalu banyak bicara, dan senang mengganggu orang lain. 

4. Autistic Spectrum Disorder (ASD)

Autistic Spectrum Disorder (ASD) dikenal juga sebagai istilah autisme. Anak dengan ASD umumnya memiliki kegiatan yang dapat menyibukkan dirinya sendiri. Saat anak fokus dengan satu kegiatan, maka pengidap ASD sulit untuk dialihkan perhatiannya termasuk untuk berinteraksi atau diajak berbicara.

Tentunya, gangguan psikologis yang dialami anak dapat diatasi lebih dini dengan pengobatan, seperti terapi maupun penggunaan obat-obatan. Selain itu, dukungan orangtua dan lingkungan juga sangat menentukan keberhasilan pengobatan yang dilakukan oleh anak.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Attention Deficit Hyperactivity Disorder
National Health Service UK. Diakses pada 2020. Anxiety Disorder in Children
Kids Health. Diakses pada 2020. Childhood Stress