Ketahui Tanda Gangguan Psikologi pada Anak Sejak Dini

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
gangguan psikologi anak, emosi anak

Halodoc, Jakarta - Belajar mengenal dan mengontrol emosi anak memang hal yang sulit dilakukan. Padahal, hal tersebut penting bagi orangtua. Pasalnya, banyak kondisi buruk yang dapat terjadi pada anak karena tingkat emosional yang tidak stabil, seperti gangguan psikologi pada anak.

Baca juga: 7 Gangguan Psikologi yang Bisa Muncul dalam Masa Pertumbuhan

Beberapa emosi dan tingkah laku anak mungkin akan terlihat normal dan baik-baik saja. Namun, hal tersebut bisa jadi pertanda jika anak mengidap sejumlah gangguan psikologi. Ibu, kenali tanda gangguan psikologi anak dengan sejumlah tanda dan gejala berikut ini:

  • Memiliki Tingkat Kepercayaan Diri yang Minim

Si Kecil dengan gangguan kepribadian biasanya memiliki kepercayaan diri yang rendah, serta bergantung pada persetujuan orang lain untuk menemukan jati diri. Anak dengan tipe ini akan mengungkapkan pikiran dan perasaan melalui amarah yang meledak-ledak.

  • Memiliki Rasa Cemas yang Berlebihan

Rasa cemas wajar dimiliki oleh semua orang. Namun, jika rasa cemas yang dimiliki disertai dengan rasa gugup, panik, dan tegang, mungkin ada yang salah dengan Si Kecil. Anak dengan tipe ini akan merasa lebih sensitif dengan tindakan orang lain.

  • Memiliki Sifat Penakut

Perasaan takut yang berlebihan dan terjadi secara terus-menerus pada Si Kecil pengidap gangguan psikologi akan mengganggu aktivitas sehari-harinya. Mereka akan cenderung takut untuk bersosialisasi, bahkan pada teman-teman sebayanya. 

Baca juga: 5 Gangguan Mental yang Kerap Dialami Anak Milenial

  • Memiliki Kecenderungan untuk Menyendiri

Pengidap gangguan psikologi ini akan merasa senang dengan kesendiriannya. Si Kecil dengan gangguan psikologi bisa saja tidak dapat merasakan kesenangan ketika harus dihadapkan dengan keramaian, walaupun dikelilingi oleh teman sebayanya. Mereka akan bersikap dingin dan acuh tak acuh terhadap lingkungan sekitar.

  • Memiliki Sifat Kaku dan Perfeksionis

Ibu mana yang tidak senang melihat anak dengan segala keteraturan yang dimilikinya. Hal ini merupakan hal yang baik. Namun, jika anak menjadi tidak fleksibel terhadap nilai, etika, dan peraturan, ini menjadi hal yang janggal. Kondisi ini disebut dengan gejala gangguan kepribadian yang mencakup perfeksionisme ekstrem.

  • Memiliki Kecenderungan untuk Mengakhiri Hidup

Saat Si Kecil selalu mengucapkan ingin mati ketika marah, itu tandanya ibu harus memberikan perhatian khusus bagi mereka. Hal tersebut menandakan bahwa Si Kecil selalu terlintas ide untuk mengakhiri hidupnya. Dalam hal ini, ibu tidak perlu takut untuk menanyakan alasan mengapa anak ingin mati, dan jangan pernah mengabaikan komentar apapun yang mereka lontarkan.

  • Memiliki Kecenderungan Ingin Selalu Diperhatikan

Gangguan psikologi pada anak ini kerap membuatnya mencari perhatian dengan sejumlah drama yang mereka buat. Selain bersikap dramatis, anak akan memiliki emosional yang berlebihan atau provokatif hanya untuk mendapat perhatian.

Gangguan yang satu ini bukan merupakan gangguan yang berbahaya. Pengidap kondisi ini biasanya pandai bersosialisasi dengan teman-temannya. Namun, dalam beberapa kasus, pelaku bisa saja mengalami depresi dan berhalusinasi jika tidak mendapat perhatian yang mereka inginkan.

Baca juga: Perhatikan, 5 Gejala Awal Anak Mengalami Penyakit Mental

Jika ibu menemukan sejumlah gejala gangguan psikologi pada anak, segera diskusikan dengan psikolog di Halodoc untuk menentukan langkah pengobatan yang tepat pada Si Kecil. Pasalnya, jika gejala dibiarkan, anak bisa saja menjadi obsesif dari waktu ke waktu.

Hal tersebut dapat membuat terganggunya hubungan sosial anak dengan lingkungannya. Harus ibu ketahui bahwa gangguan psikologi anak memang sulit untuk disembuhkan total. Langkah penanganan akan membuat gejala yang muncul tidak semakin parah.

Referensi:
Health. Diakses pada 2019. 11 Signs of Borderline Personality Disorder.
Borderline Personality Disorder Demystified. Diakses pada 2019. Borderline Personality Disorder In Children and Adolescents.
Child Mind Institute. Diakses pada 2019. What Is Borderline Personality Disorder?