Gaslighting Tanda Hubungan Asmara Tidak Sehat
“Pelaku gaslighting memiliki tujuan untuk berkuasa atau mengendalikan orang lain sesuai dengan keinginannya. Perilaku ini dinilai sangat berbahaya, karena saat seseorang sudah terjebak dalam hubungan tersebut, maka kebebasan atas diri sendiri akan hilang seketika.”

Kim Seon Ho, aktor drama Korea yang melejit lewat aktingnya di “Start-Up” dan “Hometown Cha Cha Cha” baru-baru ini diterpa skandal gaslighting dan pemaksaan aborsi dengan mantan pacarnya. Hal tersebut diungkapkan oleh wanita yang berinisial CYA di jagat dunia maya.
Seolah-olah berperan sebagai korban, ia memanipulasi cerita dan keadaan agar mendapat dukungan penuh dari khalayak ramai. Alih-alih mendapat apa yang diinginkan, ia justru terkena serangan senjata makan tuan karena publik kini mengetahui cerita yang sebenarnya.



Waspadai Gaslighting, Tanda Hubungan yang Tidak Sehat
Gaslighting adalah tindakan memanipulasi cerita dan keadaan. Hal tersebut bukan hanya dilakukan dalam hubungan sosial saja, tetapi juga hubungan personal, semata-mata untuk mengambil kendali penuh terhadap kehidupan pasangan.
Seperti Kim Seon Ho, ia pun dilarikan ke rumah sakit dalam beberapa waktu karena merasa cemas, stres, hingga merasakan mental yang terganggu akibat perbuatan mantan kekasih yang tidak bertanggung jawab. Namun, banyak juga orang yang tidak sadar jika tengah terjebak dalam manipulasi gaslighting.
Oleh karena itu, berikut ini beberapa tanda gaslighting dalam hubungan yang perlu kamu ketahui. Ketika memiliki salah satu atau beberapa tanda sekaligus, siap-siap untuk melangkah maju dan tinggalkan hubungan sesat tersebut, ya.
Baca juga: Mengatasi Bosan dalam Hubungan Asmara Agar Mental Sehat
1. Pasangan Sering Berbohong
Jika pasangan sering berbohong dan tidak malu meski kamu sudah mengetahuinya, ini menjadi tanda orang yang manipulatif. Biasanya pelaku berbohong untuk kepentingan diri sendiri, dan tidak akan menyesali saat meski sudah ketahuan berbohong. Jadi, kamu perlu waspada.
2. Pasangan Membuat Ragu pada Kenyataan
Saat kamu dan pasangan terlibat konflik, alih-alih meminta maaf karena bersalah, pelaku gaslighting biasanya akan berbalik menyalahkan dan mengungkit kekurangan pasangan. Meski benar, pasangan yang berbalik menyalahkan bisa saja membuat kamu ragu akan kebenaran yang diyakini.
3. Pasangan Kerap Mengabaikan Perasaan
Hubungan yang sehat melakukan komunikasi dua arah yang melibatkan perasaan dan empati satu sama lain. Namun, pelaku gaslighting justru akan mengacuhkan perasaan yang kamu utarakan. Bahkan, dia tidak segan untuk memotong pembicaraan ketika tidak menyukai topik pembicaraannya.
4. Pasangan Tidak Pernah Meminta Maaf
Pelaku tidak pernah meminta maaf, meski ia bersalah. Alih-alih meminta maaf, ia justru mencari pembenaran atas perbuatan buruk yang dilakukan. Selain itu, pelaku cenderung menganggap remeh kesalahan yang dibuat, dan menganggap jika meminta maaf adalah sesuatu yang berlebihan.
Baca juga: Kenali Aromantis yang Tidak Tertarik dengan Hal Romantis
5. Pasangan Membuat Kamu Merasa Tidak Pantas
Jika pasangan sudah membuat kamu merasa tidak cukup baik dalam hal apa pun, hati-hati karena ini menjadi ciri dari gaslighting. Bahkan, ia terus-menerus mendoktrin jika kamu tidak cukup baik dalam segala hal, termasuk hubungan percintaan.
6. Pasangan Menjauhkan dari Orang Terdekat
Saat pasangan sudah menjauhkan dari orang-orang terdekat terutama keluarga, sepertinya kamu harus bergegas untuk meninggalkan hubungan tersebut. Sudah terlihat jika pasangan berusaha mengambil kendali penuh, dan melihat orang-orang terdekat sebagai ancaman baginya.
7. Pasangan Membuat Kamu Merasa Tidak Berdaya
Ketika pasangan sudah berhasil mengendalikan seluruh hidupmu, maka ia akan membuat kamu menjadi tidak berdaya. Pasangan akan memanipulasi keadaan agar kamu merasa tidak cukup baik dan merasa sendiri. Hal tersebut otomatis membuat kamu hanya bisa bergantung padanya.
8. Pasangan Sering Memutar Balikkan Keadaan
Saat pelaku gaslighting melakukan kesalahan, menegurnya justru membuat ia akan balik menyerang dan mengatakan jika kamu terlalu berlebihan. Ia akan melakukan hal manipulatif, sehingga kamu meragukan perasaan sendiri. Pelaku juga akan menyakinkan jika yang salah adalah kamu, bukan sebaliknya.
Baca juga: Kata Psikolog: Membangun Kepercayaan dalam Hubungan Asmara
Setelah mengetahui tandanya, apakah beberapa di antaranya ada yang tengah kamu alami? Jika ada, bergegaslah untuk meninggalkan hubungan yang tidak sehat tersebut. Jika kesulitan untuk melangkah, kamu bisa mendiskusikan hal tersebut dengan psikolog atau psikiater di aplikasi Halodoc. Download aplikasinya di sini, ya.

Referensi:


