• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Gaya Hidup Sehat untuk Membantu Pengobatan Emfisema
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Gaya Hidup Sehat untuk Membantu Pengobatan Emfisema

Gaya Hidup Sehat untuk Membantu Pengobatan Emfisema

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 22 September 2020
Gaya Hidup Sehat untuk Membantu Pengobatan EmfisemaGaya Hidup Sehat untuk Membantu Pengobatan Emfisema

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar istilah emfisema sebelumnya? Kondisi ini merupakan penyakit yang menyebabkan pengidapnya mengalami sesak napas, sehingga sulit untuk bernapas. Kondisi ini tidak terjadi secara mendadak, melainkan telah terjadi selama bertahun-tahun dan secara perlahan. Pengidap kondisi ini mengalami kerusakan pada dinding kantung-kantung udara dan tidak dapat kembali ke kondisi sehat seperti sebelumnya.

Meski terlihat berbahaya, tetapi proses pengobatan emfisema dapat dimaksimalkan dengan penerapan gaya hidup sehat. Berikut sejumlah gaya hidup sehat guna mengatasi emfisema!

Baca juga: Alasan Sering Terpapar Polusi Udara Berisiko Terkena Emfisema

Gaya Hidup Sehat Bisa Membantu Mengatasi Emfisema

Emfisema merupakan penyakit yang akan terus bertambah parah seiring dengan berjalannya waktu. Kondisi tersebut dikenal dengan penyakit progresif. Jika terjadi kerusakan, maka pengidap masih bisa melakukan sejumlah langkah guna mencegah kerusakan semakin bertambah parah. Meski tidak dapat disembuhkan total, setidaknya proses pengobatan yang dilakukan dapat meningkatkan kualitas hidup pengidapnya menjadi lebih baik. Begini sejumlah langkah yang diterapkan:

1.Jangan Merokok

Bagi seseorang yang telah didiagnosis mengidap penyakit pada paru-paru, rokok adalah musuh terbesar bagi mereka. Jika kebiasaan yang satu ini terus-menerus dilakukan, maka kerusakan pada paru-paru akan semakin parah dan dapat menyebar. Langkah pertama yang dapat dilakukan guna mendukung proses pengobatan adalah dengan berhenti merokok.

2.Melakukan Vaksinasi

Saat paru-paru sudah rusak, maka organ tersebut akan sangat rentan untuk terinfeksi bakteri berbahaya. Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, maka kamu disarankan melakukan vaksin influenza dan pneumokokus. Kedua vaksin tersebut akan memberi perlindungan ganda pada organ paru-paru.

Baca juga: Fakta Tentang Emfisema yang Perlu Kamu Ketahui

3.Rutin Berolahraga

Pengidap emfisema tidak bisa melakukan segala aktivitas yang diinginkan. Meski peluang untuk melakukan aktivitas cukup terbatas, tetapi kamu tetap perlu melakukan olahraga. Olahraga dapat dilakukan dengan intensitas ringan, seperti berenang atau berjalan kaki. Tidak hanya dapat membantu mengatasi emfisema, berolahraga secara teratur juga dapat meningkatkan fungsi organ paru-paru.

4.Konsumsi Makanan Sehat Bergizi Seimbang

Penyakit ini akan membuat pengidapnya menjadi malas makan. Meski demikian, kamu harus tetap memaksakan diri, ya! Hal tersebut dilakukan untuk menunjang pengobatan agar lebih maksimal. Mengonsumsi makanan sehat bukan hanya dapat membantu menjaga kesehatan organ paru-paru saja, tetapi juga sebagai sumber energi tubuh.

5.Mengatasi Rasa Cemas yang Berlebihan

Emfisema kerap membuat pengidap mengalami rasa cemas yang berlebihan. Jika dibiarkan begitu saja, kondisi ini dapat berujung pada depresi. Untuk mencegahnya, kamu bisa mengatasi rasa cemas berlebihan dengan melakukan hal-hal yang disukai dan mempraktikkan sejumlah gaya hidup sehat.

Baca juga: Ini Perbedaan Bronkitis Kronis dan Emfisema

Emfisema merupakan masalah paru-paru yang memerlukan penanganan secepatnya, karena organ ini adalah alat utama seseorang untuk bernapas. Segera temui dokter di rumah sakit terdekat saat kamu mengalami sejumlah gejala berikut ini:

  • Sesak napas yang semakin memburuk dari waktu ke waktu.
  • Saat tidur kamu memerlukan bantal yang tinggi untuk kepala, agar kamu dapat bernapas dengan lega.
  • Bernapas memerlukan usaha dan membuat kamu merasa lelah.
  • Bangun tidur dengan napas pendek. Jika hal ini terjadi secara berulang, waspadai, ya!
  • Batuk-batuk yang disertai dengan mengi.
  • Merasa pusing saat bangun tidur di pagi hari.
  • Kebiruan atau keabuan di bibir dan kuku.

Waspadai saat kamu mengalami sejumlah gejala yang telah disebutkan, ya! Apalagi jika hal-hal tersebut telah terjadi selama berbulan-bulan lamanya. Selain beberapa hal tersebut, kamu juga perlu waspada jika mudah kehilangan fokus dan rasa waspada.

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Emphysema.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD).
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Emphysema.