Emfisema

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Emfisema

Emfisema adalah salah satu penyakit progresif jangka panjang yang menyerang paru-paru dan umumnya menyebabkan napas seseorang menjadi pendek. Jaringan paru-paru, yang berperan pada bentuk fisik paru-paru dan fungsi pernapasan, pada pengidap emfisema sudah mengalami kerusakan.

Emfisema termasuk dalam kelompok penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) karena kerusakan jaringan paru-paru di sekitar saluran udara yang lebih kecil, yaitu bronkiolus. Kerusakan ini membuat bentuk fisik paru-paru tidak normal saat menghembuskan napas keluar. Bentuk abnormal ini akan mengganggu pertukaran udara kotor dan udara bersih, sehingga oksigen yang masuk dan karbondioksida yang keluar dari aliran darah di paru-paru tidak maksimal.

 

Faktor Risiko Emfisema

Selain asap rokok, ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko enfisema yaitu:

  • Polusi udara, yang memberikan efek mirip seperti asap rokok pada paru-paru.

  • Kekurangan zat Alpha-1-antitrypsin, protein yang berfungsi melindungi struktur elastis pada paru-paru.

  • Usia. Jaringan paru-paru pada orang-orang lansia akan lebih rentan rusak, sehingga bisa menyebabkan emfisema.

Baca juga: Enggak Populer, Emfisema Tidak Akan Sembuh Selamanya

 

Penyebab Emfisema

Penyebab utama terjadinya emfisema adalah asap rokok yang masuk ke paru-paru. Asap rokok dapat berdampak negatif seperti:

  • Menghancurkan jaringan paru-paru, sehingga menimbulkan obstruksi.

  • Menyebabkan peradangan dan iritasi saluran pernapasan yang bisa memperburuk emfisema.

  • Melemahkan sel kekebalan tubuh di paru-paru, sehingga tidak efektif saat melawan bakteri atau membersihkan paru-paru dari partikel-partikel yang terkandung dalam rokok.

 

Gejala Emfisema

Pada beberapa kasus, mereka yang mengidap emfisema tidak menyadari gejalanya hingga bertahun-tahun. Gejala utama emfisema adalah napas pendek atau lebih dikenal dengan istilah sesak napas. Pengidap kesulitan menghembuskan napas dan ini terjadi secara bertahap. Selain napas pendek, gejala-gejala umum emfisema lainnya adalah batuk dan suara mengi saat bernapas. Segera temui dokter jika mengalami gejala-gejala seperti:

  • Kemampuan untuk berolahraga dan menjalani aktivitas rutin menurun secara bertahap.

  • Napas pendek, sehingga tidak bisa menaiki tangga.

  • Bibir dan kuku menjadi biru atau abu-abu.

  • Menjadi kurang awas secara mental.

Baca juga: Emfisema Mengintai, Perlu Ketahui Hal Ini

 

Diagnosis Emfisema

Untuk mendiagnosis emfisema perlu diketahui sejara arah medis, apakah ada kebiasaan merokok, juga kemungkinan berdomisili atau bekerja di lingkungan yang berpolusi. 

Adapun tes lanjutan untuk diagnosis adalah:

  • Pemeriksaan pencitraan, seperti CT scan dan X-ray untuk melihat paru-paru.

  • Pemeriksaan darah untuk memeriksa cara kerja dari aliran darah pada paru-paru.

  • Pulse oximetry untuk mengukur oksigen pada darah.

  • Uji fungsi paru-paru, atau spirometri, yang menggunakan alat spirometer untuk mengukur udara pada paru-paru yang dihirup dan dihembuskan.

  • Pemeriksaan analisis gas darah arteri untuk mengukur kadar darah dan karbon dioksida pada darah.

  • Elektrokardiogram (EKG) untuk melihat adanya gangguan pada jantung.

 

Pengobatan Emfisema

Bagi pengidap emfisema yang merokok, langkah awal pengobatan adalah dengan berhenti merokok untuk menghentikan efek kerusakan akibat emfisema. Karena emfisema tidak dapat disembuhkan, maka penanganan dilakukan untuk meringankan gejala yang dirasakan pengidapnya, serta memperlambat perkembangan penyakit. Penanganan emfisema ada beberapa jenis, yaitu:

  • Obat-obatan.

  • Terapi.

  • Pembedahan.

Baca juga: Pilihan Olahraga Terbaik untuk Pengidap Emfisema

 

Pencegahan Emfisema

Hal yang bisa dilakukan untuk mencegah emfisema adalah menghentikan kebiasaan merokok. Jika tidak merokok, usahakanlah sebisa mungkin untuk tidak menghirup asap rokok (menjadi perokok pasif).

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter apabila merasakan gejala-gejala di atas. Penanganan yang tepat dapat meminimalisir akibat, sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. 

Referensi:
American Lung Association. Diakses pada 2019. Emphysema.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Emphysema.
Web MD. Diakses pada 2019. What is Emphysema?
Healthline. Diakses pada 2019. Emphysema

Diperbarui pada 4 September 2019