Gejala Kurang Darah yang Perlu Ditangani Dokter Spesialis
Kurang darah perlu penanganan dokter bila gejala berat, serta bisa dicegah lewat pola makan sehat.

DAFTAR ISI
- Kapan Kurang Darah Perlu Ditangani Dokter Spesialis?
- Waspada Komplikasi Anemia
- Cara Mencegah Kurang Darah
Kurang darah atau anemia dapat menimbulkan gejala yang cukup serius sampai perlu ditangani dokter spesialis.
Namun, gejala anemia kerap kali diabaikan dan dianggap kondisi yang bisa sembuh sendirinya. Padahal, bila tidak segera ditangani kurang darah bisa berkembang lebih parah dan akan sulit diobati.
Pengobatan kurang darah pun bisa berbeda-beda pada setiap orang. Pasalnya, pengobatan harus disesuaikan dengan penyebab anemia.
Sebenarnya, kurang darah tidak melulu harus ditangani dokter. Namun, ada beberapa gejala yang membuat kurang darah perlu ditangani oleh dokter spesialis.
Kapan Kurang Darah Perlu Ditangani Dokter Spesialis?
Anemia atau kurang darah umumnya ditandai dengan lemas, pusing dan pucat. Namun, sebaiknya kunjungi dokter spesialis jika mengalami gejala kurang darah berikut ini:
- Kelelahan, sesak napas, detak jantung cepat, kulit pucat yang terjadi terus-menerus.
- Pola makan yang buruk atau asupan vitamin dan mineral yang tidak memadai.
- Periode menstruasi yang sangat berat.
- Mengalami gejala maag, gastritis, wasir, tinja berdarah atau lembek.
- Memiliki riwayat keluarga yang mengidap anemia atau mengidap anemia herediter.
- Mengalami gejala setelah terpapar timbal.
Apabila kamu mengalami gejala kurang darah seperti di atas, sebaiknya jangan tunda untuk memeriksakan diri sebelum anemia berlanjut memburuk. Sebab, anemia yang tidak kunjung diobati rentan menyebabkan komplikasi serius.
Kamu Punya Pertanyaan Terkait Cek Darah? Hubungi 5 Dokter Ini.
Waspada Komplikasi Anemia
Sel darah merah, terutama hemoglobin berperan penting dalam memasok oksigen ke seluruh tubuh, sehingga ketika kadarnya turun, gejala kurang darah dapat menyebabkan berbagai komplikasi berikut ini:
1. Masalah jantung
Saat mengalami kekurangan darah, jantung harus bekerja lebih keras dari biasanya untuk mengatasi kekurangan hemoglobin.
Alhasil, jantung perlu memompa lebih keras untuk memastikan darah yang mengandung oksigen beredar ke seluruh tubuh.
Namun, pekerjaan yang berat ini lama kelamaan dapat membebani jantung dan menyebabkan komplikasi seperti murmur jantung, hipertrofi jantung sampai gagal jantung.
2. Masalah kehamilan
Ibu hamil adalah salah satu kelompok individu yang rentan mengalami anemia.
Jika anemia yang terjadi cukup parah dan tidak segera diobati, kondisi ini dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah atau kelahiran prematur sampai perdarahan saat persalinan.
Anemia juga dapat meningkatkan risiko bayi mengalami anemia selama masa pertumbuhannya.
3. Depresi
Kerusakan saraf akibat anemia pernisiosa dapat menyebabkan depresi. Ibu hamil yang mengalami anemia defisiensi besi selama kehamilan juga lebih berisiko mengalami depresi pascapersalinan.
4. Menurunnya sistem kekebalan tubuh
Anemia defisiensi besi dapat menyebabkan sistem kekebalan terganggu, sehingga kamu lebih rentan terkena infeksi dan mengurangi kemampuan tubuh untuk melawannya.
5. Sindrom kaki gelisah
Penyakit Willis-Ekbom atau lebih sering disebut sebagai sindrom kaki gelisah juga termasuk komplikasi dari anemia.
Kondisi ini terjadi ketika sistem saraf menghasilkan dorongan tak tertahankan untuk menggerakkan kaki. Dorongan ini biasanya dirasakan pada sore dan malam hari.
6. Pertumbuhan terhambat
Banyak penelitian menunjukkan bahwa zat besi dibutuhkan otak untuk berkembang dengan baik.
Anemia khususnya anemia defisiensi besi pada masa bayi dan anak-anak, dapat menyebabkan keterlambatan perkembangan mental, kognitif, dan motorik.
Cara Mencegah Kurang Darah
Kurang darah atau anemia terjadi saat tubuh kekurangan sel darah merah yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh jaringan.
Kondisi ini bisa menyebabkan kamu merasa lemas, pusing, sesak napas, bahkan sulit berkonsentrasi.
Untungnya, kurang darah bisa dicegah dengan pola makan dan gaya hidup yang sehat. Berikut beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk mencegahnya:
1. Konsumsi Makanan Kaya Zat Besi
Zat besi berperan penting dalam pembentukan hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen. Kamu bisa mendapatkan zat besi dari makanan seperti:
- Daging merah (sapi, kambing) dan hati ayam.
- Ikan laut seperti tuna, sarden, atau salmon.
- Sayuran hijau seperti bayam, kangkung, dan brokoli.
- Kacang-kacangan dan tahu-tempe untuk sumber nabati.
Jika kamu vegetarian, pastikan mengonsumsi makanan tinggi vitamin C (seperti jeruk, jambu, atau tomat) untuk membantu penyerapan zat besi dari sumber nabati.
Ketahui juga informasi lain mengenai, Diet dan Nutrisi Kebutuhan Tubuh – Informasi Lengkapnya berikut ini.



2. Penuhi Asupan Asam Folat dan Vitamin B12
Asam folat dan vitamin B12 membantu tubuh memproduksi sel darah merah yang sehat. Sumber asam folat bisa ditemukan pada sayuran hijau, alpukat, asparagus, dan biji-bijian utuh.
Sedangkan vitamin B12 banyak terdapat pada produk hewani seperti telur, susu, keju, dan ikan. Bagi kamu yang menjalani pola makan nabati, bisa mempertimbangkan suplemen vitamin B12 sesuai saran dokter untuk mencegah defisiensi.
Ketahui juga informasi lain mengenai Vitamin dan Suplemen – Jenis, Manfaat, dan Waktu Konsumsinya berikut ini.
3. Konsumsi Vitamin C Secara Cukup
Vitamin C membantu tubuh menyerap zat besi lebih efektif. Kamu bisa mendapatkannya dari buah-buahan seperti jeruk, stroberi, jambu biji, atau kiwi.
Mengonsumsi segelas jus jeruk bersamaan dengan makanan tinggi zat besi dapat meningkatkan penyerapan zat besi non-heme hingga dua kali lipat.
4. Hindari Kebiasaan yang Menghambat Penyerapan Zat Besi
Beberapa makanan dan minuman bisa mengganggu penyerapan zat besi bila dikonsumsi berdekatan dengan waktu makan, seperti:
- Teh dan kopi (mengandung tanin yang mengikat zat besi).
- Produk susu (mengandung kalsium tinggi).
- Makanan tinggi serat dalam jumlah berlebihan.
Cobalah beri jeda minimal satu hingga dua jam antara konsumsi makanan tinggi zat besi dengan teh, kopi, atau susu.
5. Perhatikan Kondisi Kesehatan Khusus
Beberapa kondisi medis seperti menstruasi berat, kehamilan, atau perdarahan lambung dapat meningkatkan risiko kurang darah.
- Ibu hamil dianjurkan rutin mengonsumsi suplemen zat besi dan asam folat sesuai anjuran dokter kandungan.
- Wanita dengan menstruasi berat sebaiknya periksa kadar hemoglobin secara berkala.
- Penderita gangguan lambung atau pencernaan seperti maag kronis atau celiac perlu pemantauan khusus karena bisa mengganggu penyerapan nutrisi.
6. Rutin Periksa Kesehatan
Pemeriksaan darah secara rutin penting untuk mendeteksi dini gejala anemia. Tes sederhana seperti pemeriksaan hemoglobin (Hb) dapat membantu mengetahui apakah kamu berisiko mengalami kurang darah.
Kamu bisa melakukan tes ini di laboratorium, rumah sakit, atau melalui layanan cek darah di Halodoc tanpa harus keluar rumah.
Tes Anemia di Rumah Praktis Pakai Halodoc
Tes anemia adalah hal yang penting untuk memahami kesehatan tubuh kamu dengan lebih baik.
Jika kamu mengalami beberapa gejala, seperti mudah marah, sering sakit kepala, atau mengalami sembelit, sebaiknya kamu perlu segera melakukan tes anemia, ya!
Sekarang, tidak perlu khawatir tentang melakukan tes anemia karena dengan layanan Homecare Halodoc, kamu dapat melakukan tes dengan mudah di rumah.
Tenaga kesehatan akan datang langsung ke rumah atau lokasi yang kamu mau.
Kemudahan tes di rumah bisa memantau kondisi kesehatan kamu dan orang terdekatmu.
Nah, ada beberapa keunggulan dari layanan tes lab ini, antara lain:
- Tak perlu repot keluar rumah.
- Hemat waktu dan biaya karena tidak perlu antre di rumah sakit.
- Ditangani oleh tenaga kesehatan tepercaya dan responnya cepat.
- Protokol kesehatan ketat. Ini Daftar Phlebotomist yang Tangani Layanan Tes Lab Halodoc.
- Sampel diambil secara aman dan steril.
- Peralatan yang digunakan berkualitas, aman, tersegel, dan sesuai standarisasi.
- Harganya terjangkau, mulai dari Rp 579.000,-, kamu bahkan bisa melakukan family booking untuk mendapatkan ekstra diskon.
- Semua layanan tes lab terdiri dari pemeriksaan laboratorium dan konsultasi dokter.
- Setelah tes, kamu akan mendapatkan voucher 25 ribu untuk konsultasi hasil dengan dokter terpercaya dari Halodoc.
Jadi, kapan saja kamu atau keluarga ingin melakukan tes anemia, cukup pesan langsung melalui aplikasi Halodoc.
Kamu bisa order melalui aplikasi Halodoc atau hubungi langsung nomor WhatsApp 0888-0999-9226.
Booking Tes Anemia Lebih Mudah di Rumah Pakai Halodoc.


