• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Golongan Darah O Berisiko Rendah Tertular COVID-19, Ini Penjelasannya

Golongan Darah O Berisiko Rendah Tertular COVID-19, Ini Penjelasannya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh The New England Journal of Medicine, orang dengan golongan darah O memiliki risiko lebih rendah tertular COVID-19 dibandingkan orang dengan golongan darah lain. Ketika akhirnya terinfeksi pun, mereka yang bergolongan darah O lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan penyakit serius. Meski begitu, bukan berarti orang dengan golongan darah O tidak perlu waspada dan melakukan tindakan pencegahan. Selengkapnya baca di sini!

Golongan Darah O Tidak Rentan Pembekuan Darah

Sebenarnya tidak hanya minim risiko tertular COVID-19, secara keseluruhan orang dengan golongan darah O lebih kebal terhadap penyakit. Golongan darah O, dibandingkan tipe lain, juga lebih terlindungi dari serangan jantung dan pembekuan darah di pembuluh darah vena, yang dikenal sebagai trombosis vena.

Ini dikarenakan golongan darah O memiliki perbedaan secara mekanisme pembekuan dan sirkulasi yang berhubungan dengan koneksi sel lapisan pembuluh darah. Kondisi tersebut membuatnya memiliki risiko lebih kecil terhadap serangan infeksi dan penyakit parah. 

Baca juga: Alasan Uji Vaksin Corona Sebaiknya Dilakukan di Zona Merah

Apakah ini menjadi salah satu penjelasan kenapa jumlah orang dengan golongan darah O yang terinfeksi COVID-19 lebih kecil ketimbang golongan darah lain? Temuan ini terjadi di beberapa negara, dua diantaranya adalah Denmark dan Kanada. 

Menurut data kesehatan yang tercatat di jurnal Blood Advances, golongan darah O memiliki lebih sedikit faktor pembekuan darah, sehingga kurang rentan terhadap masalah pembekuan dalam darah. Penggumpalan darah telah menjadi pendorong utama komplikasi parah dari infeksi COVID-19.

Penjelasan lainnya adalah bagaimana antigen memengaruhi produksi antibodi melawan infeksi. Ini juga bisa dikaitkan dengan gen yang terkait dengan golongan darah dan pengaruhnya terhadap reseptor dalam sistem kekebalan.

Berbeda dengan golongan darah O, golongan darah lainnya (A, B, dan AB) berisiko lebih tinggi mengalami trombosis alias pembekuan darah di dalam pembuluh darah dan penyakit kardiovaskular, yang merupakan kondisi yang biasanya terjadi bersamaan saat seseorang terinfeksi COVID-19.

Baca juga: Ini Alasan Rapid Tes Antigen Lebih Akurat Dibandingkan Antibodi

Orang dengan golongan darah A atau AB yang terinfeksi COVID-19 menunjukkan tingkat keparahan penyakit yang lebih besar ketimbang mereka dengan golongan darah O atau B. Studi tersebut juga mencatat bahwa mereka yang bergolongan darah A atau AB memiliki risiko lebih tinggi dan memerlukan ventilasi dan durasi yang lebih lama dalam perawatan intensif, dibandingkan dengan mereka yang bergolongan darah O atau B.

Baca juga: Ini yang Terjadi pada Paru-Paru saat Terserang Virus Corona

Walaupun golongan darah O berisiko rendah tertular COVID-19, tetap saja mereka tidak boleh menganggap sepele. Itu artinya tetap harus jaga protokol kesehatan dan melakukan tindakan pencegahan. 

Cuci tangan, jangan keluar rumah bila tidak terlalu penting, tetap berolahraga untuk menjaga kesehatan fisik dan psikis, berpikir positif, dan kalau punya keluhan kesehatan tanyakan saja langsung ke dokter di Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.


Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Does Your Blood Type Increase Your Risk for Coronavirus?
The New England Journal of Medicine. Diakses pada 2020. Genomewide Association Study of Severe Covid-19 with Respiratory Failure.
Anadolu Agency. Diakses pada 2020. 2 studies suggest blood type O at less COVID-19 risk.
Ctv News. Diakses pada 2020. Blood type O may mean lower risk of COVID-19 infection and severe illness, new studies suggest.