• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hal yang Dapat Sebabkan Anemia karena Penyakit Kronis

Hal yang Dapat Sebabkan Anemia karena Penyakit Kronis

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Anemia bisa terjadi karena beberapa faktor, salah satunya riwayat penyakit kronis. Jika itu yang terjadi, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit untuk mendapat penanganan medis yang tepat. Sebab, anemia yang tidak ditangani segera bisa meningkatkan risiko terjadinya komplikasi yang mengakibatkan kondisi fisik semakin buruk. 

Anemia adalah jenis penyakit yang terjadi karena rendahnya kadar hemoglobin alias sel darah merah di dalam tubuh. Hemoglobin yang rendah dalam dalam bisa memengaruhi dan mengganggu penyebaran oksigen ke seluruh organ tubuh. Hal itu yang kemudian menyebabkan pengidapnya penyakit anemia rentan mengalami kelelahan dan kulit pucat, terutama pada wajah. 

Baca juga: Apa Saja Gejala Anemia karena Penyakit Kronis?

Anemia Akibat Penyakit Kronis 

Penyebab utama penyakit ini adalah rendahnya kadar hemoglobin alias sel darah merah di dalam tubuh. Hal itu kemudian bisa mengganggu peredaran darah di dalam tubuh dan membuat beberapa organ tubuh tidak mendapat pasokan oksigen yang cukup. 

Kondisi ini bisa menyebabkan pengidapnya mudah merasa letih dan lelah. Hal itu kemudian bisa memengaruhi aktivitas harian dan kondisi tubuh secara keseluruhan. 

Pada orang dewasa, anemia bisa dikenali melalui gejala dan hasil pemeriksaan kadar hemoglobin. Seseorang dikatakan mengidap penyakit anemia bila kadar hemoglobinnya di bawah 14 gram per desiliter untuk laki-laki, dan di bawah 12 gram per desiliter untuk wanita. Waspadai jika kadar hemoglobin sangat rendah, yaitu di bawah 8 gram per desiliter.

Karena penyebabnya beragam, mengatasi anemia pun dilakukan dengan cara yang beragam pula, tergantung pada penyebabnya. Anemia bisa terjadi dalam jangka waktu yang pendek maupun panjang dan bisa dipicu oleh riwayat penyakit kronis. Pasalnya, ada beberapa jenis penyakit kronis yang bisa memengaruhi proses pembentukan sel darah merah, sehingga memicu anemia. 

Beberapa jenis penyakit kronis yang berlangsung dalam jangka panjang bisa meningkatkan risiko anemia. Seseorang berisiko mengalami anemia jika memiliki riwayat penyakit kronis, seperti penyakit Crohn, penyakit ginjal, kanker, rheumatoid arthritis, dan HIV/AIDS. Mengatasi anemia karena penyakit-penyakit tersebut dilakukan dengan pengobatan sesuai dengan jenis penyakit kronis yang diidap. 

Penyakit anemia bisa dikenali melalui gejala-gejala penyakit yang muncul, mulai dari badan terasa lemas dan mudah lelah, kulit pucat, detak jantung tidak beraturan, napas pendek, pusing, dan berkunang-kunang. Penyakit ini juga sering ditandai dengan nyeri dada, tangan dan kaki terasa dingin, sakit kepala, sulit berkonsentrasi, hingga gangguan tidur di malam hari alias insomnia. 

Seringnya penyakit ini tidak disadari dan baru terasa setelah gejala-gejala tersebut muncul. Seiring berjalannya waktu, gejala penyakit anemia bisa menjadi lebih buruk dan mengganggu. 

Penyakit ini juga rentan memicu komplikasi berupa kelelahan berat, rentan terkena infeksi, gangguan jantung, kehilangan kesadaran, bahkan kematian. Segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika merasa mengalami gejala-gejala penyakit ini. 

Baca juga: Benarkah Pengidap Anemia Tidak Boleh Mengonsumsi Timun?

Cari tahu lebih lanjut seputar penyakit anemia dan risikonya pada pengidap penyakit kronis dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
American Society of Hematology. Diakses pada 2020. Anemia.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Anemia.
MSD Manuals. Diakses pada 2020. Anemia of Chronic Disease.
Web MD. Diakses pada 2020. Understanding Anemia -- The Basics.
Crohn’s and Colitis Foundation. Diakses pada 2020. Anemia.