• Home
  • /
  • Benarkah Pengidap Anemia Tidak Boleh Mengonsumsi Timun?

Benarkah Pengidap Anemia Tidak Boleh Mengonsumsi Timun?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Benarkah Pengidap Anemia Tidak Boleh Mengonsumsi Timun?

Halodoc, Jakarta - Pernahkah kamu merasakan lemas, cepat lelah, sakit kepala, pusing, dan kulit tampak pucat atau kekuningan? Bisa jadi tanda kamu alami anemia. Kurang darah atau anemia terjadi saat tubuh kekurangan sel darah merah yang sehat atau saat sel darah merah tidak mampu berfungsi dengan baik. Hasilnya, organ tubuh tidak mendapat cukup oksigen, dan gejala seperti yang tadi disebutkan akan muncul. 

Anemia juga kerap terjadi akibat kondisi kehamilan atau pada wanita selama menstruasi. Jika kondisi tersebut yang menjadi penyebabnya, maka anemia ini bisa diatasi dengan cara memperbaiki asupan makanan. Namun, ada dugaan yang menyebutkan bahwa pengidap anemia tidak boleh makan timun karena akan memperburuk gejala. Apakah benar demikian? Coba simak ulasannya berikut! 

Baca juga: Ini Tanda Anemia pada Anak yang Harus Diwaspada

Timun Memperburuk Gejala Anemia?

Mentimun secara ilmu botani diklasifikasikan sebagai buah, meskipun lebih sering mereka disiapkan dan diolah seperti sayuran pada umumnya. Selain terdiri dari sekitar 90 persen air, mentimun juga mengandung sejumlah besar nutrisi bermanfaat yang meningkatkan kesehatan dan pemeliharaan banyak sel dalam tubuh.

Nah, salah satu nutrisi yang terkandung dalam timun adalah asam folat. Asam folat adalah bagian dari kelompok vitamin B-kompleks dan penting dalam produksi sel darah merah dalam tubuh. Kadar asam folat yang rendah dapat berkontribusi pada jenis anemia tertentu, atau jumlah sel darah merah yang rendah.

Memiliki jumlah sel darah merah yang rendah kemudian menyebabkan pengiriman oksigen ke sel-sel tubuh berkurang. Mengonsumsi jumlah asam folat yang cukup seperti yang terkandung dalam timun membantu mencegah terjadinya anemia. Jadi, bisa dikatakan pengidap anemia tidak boleh mengonsumsi timun hanya mitos belaka. 

Namun, apabila kamu merasakan gejala anemia semakin memburuk, sebaiknya hubungi dokter di Halodoc untuk mendapatkan penanganan awal. Dokter juga bisa merujuk kamu ke rumah sakit terdekat jika dibutuhkan. Tidak perlu khawatir, membuat janji dengan dokter pun kini bisa dilakukan lewat aplikasi Halodoc. Dengan begini, kamu jadi tidak perlu repot antre di rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan.

Baca juga: Apakah Anemia Bisa Sebabkan Komplikasi?

Gaya Hidup Sehat untuk Mencegah Anemia

Anemia bisa terjadi karena banyak hal, seringnya adalah kekurangan zat besi dan asam folat. Untuk itu, perawatan anemia umumnya berfokus pada perubahan pola makan. Jika kamu ingin mencegah anemia dengan gejala yang ringan, maka kamu bisa memulainya dengan mengonsumsi makanan yang kaya zat besi dan asam folat.

Ada dua jenis zat besi dalam makanan, yakni zat besi heme dan zat besi nonheme. Zat besi heme ditemukan dalam daging, unggas, dan makanan laut. Sementara itu zat besi nonheme ditemukan dalam makanan nabati dan makanan yang diperkaya zat besi. Tubuh dapat menyerap kedua jenis ini, tetapi lebih mudah menyerap zat besi heme.

Meskipun rencana perawatan untuk atasi anemia bersifat individual, namun secara umum kamu membutuhkan 150 hingga 200 mikrogram zat besi setiap hari. Jika kamu merasa kesulitan mencapai asupan zat besi melalui makanan, maka kamu mungkin perlu minum suplemen zat besi.

Terkait dengan asam folat, kamu membutuhkan 200 mikrogram per harinya. Sumber makanan yang mengandung asam folat bisa didapatkan dari kubis Brussel yang segar baik mentah atau dimasak, asparagus, bayam, brokoli, kangkung, kacang polong, kacang hijau, kembang kol, okra, selada, dan tauge.

Baca juga: 4 Hal yang Harus Diperhatikan saat Ibu Hamil Alami Anemia

Nah, jika kamu membutuhkan suplemen zat besi atau asam folat untuk mengatasi anemia, tidak perlu bingung lagi untuk mendapatkannya. Kamu bisa gunakan layanan beli obat di aplikasi Halodoc. Kamu bisa beli semua kebutuhan kesehatan kamu hanya melalui satu aplikasi. Pesanan kamu pun akan segera dikirimkan ke tempat kamu kurang dari satu jam. Praktis, bukan? Tunggu apa lagi, segera download aplikasi Halodoc sekarang! 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Best Diet Plan for Anemia.
Livestrong. Diakses pada 2020. What Do Cucumbers Do for Your Body?
WebMD. Diakses pada 2020. Understanding Anemia – Symptoms.