• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hal yang Terjadi pada Tubuh saat Alami Sindrom Mielodisplasia

Hal yang Terjadi pada Tubuh saat Alami Sindrom Mielodisplasia

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Tubuh manusia membutuhkan sel darah agar dapat berfungsi dengan normal setiap harinya. Sel darah berguna untuk memastikan jika oksigen dan sari makanan tersebar ke seluruh tubuh, terutama pada organ penting. Sumsum tulang adalah bagian yang dapat memproduksi sebagian besar sel darah baru untuk menggantikan yang sudah tua dan rusak. 

Jika sumsum tulang mengalami gangguan, beberapa gangguan pada sel darah dapat terjadi. Salah satu penyakit yang dapat terjadi saat sumsum tulang mengalami kelainan adalah sindrom mielodisplasia. Meski begitu, kamu harus tahu cara sindrom tersebut saat menyebabkan gangguan pada tubuh. Berikut ulasannya!

Baca juga: Kenali Penyebab Seseorang Idap Neutropenia

Cara Sindrom Mielodisplasia Menyebabkan Gangguan pada Tubuh

Sindrom mielodisplasia adalah jenis kanker darah langka yang dapat menyebabkan pengidapnya tidak memiliki cukup sel darah sehat. Hal ini terjadi ketika sumsum tulang mengalami masalah yang membuat sel darah belum matang dihasilkan. Seseorang yang mengidap gangguan dapat terbagi dalam beberapa jenis. Jika sudah tahap parah, akan terjadi peningkatan risiko untuk mengalami leukemia myelogenous akut.

Selain itu, jenis dan tingkat keparahan dari gangguan sindrom mielodisplasia ini bergantung dari banyak faktor, seperti seberapa rendah jumlah darah dan segala perubahan genetik yang terjadi pada sel-sel sumsum tulang. Gangguan ini juga lebih berisiko terjadi pada seseorang yang usianya sudah di atas 60 tahun. Paparan zat kimia dan perawatan dengan radiasi juga dapat meningkatkan risiko dari penyakit ini.

Lalu, apa yang terjadi pada tubuh saat mengalami sindrom mielodisplasia? Biasanya, jaringan yang menyerupai spons pada sumsum tulang akan menghasilkan beberapa sel darah, yaitu:

  • Sel darah merah yang berguna untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh.
  • Sel darah putih yang membantu tubuh melawan infeksi.
  • Trombosit yang membantu pembekuan darah.

Namun, pada seseorang yang mengidap sindrom mielodisplasia, sumsum tulangnya tidak cukup untuk membuat sel-sel darah sehat tersebut. Sebaliknya, kelainan ini memproduksi sel-sel abnormal yang tidak berkembang dengan penuh. Saat kondisi semakin parah, seluruh tubuh secara bertahap diambil alih oleh sel-sel darah yang belum matang, sehingga tidak berfungsi dengan baik.

Sel-sel darah yang bermasalah ini sering mati lebih awal dibandingkan dari sel normal. Tubuh juga dapat menghancurkan beberapa sel darah abnormal dan membuat tubuh tidak memiliki sel darah normal yang cukup. Semua jenis sel darah dapat terpengaruh karena gangguan ini, tetapi hal yang paling umum terjadi adalah kekurangan sel darah merah atau anemia.

Baca juga: 4 Jenis Kelainan Darah yang Memengaruhi Sel Darah Merah

Gejala yang Timbul saat Mengidap Sindrom Mielodisplasia

Semua gejala yang terjadi pada tubuh tergantung dari jenis sindrom mielodisplasia yang menyerang. Umumnya, seseorang dengan gangguan ini akan mengalami gejala ringan di awal dan perlahan semakin memburuk. Beberapa gejala tersebut antara lain:

  • Kelemahan, kelelahan, dan sesak napas sesekali, dapat disebabkan oleh jumlah sel darah merah yang rendah.
  • Infeksi yang lebih sering terjadi karena sel darah putih yang rendah.
  • Memar dan mudah berdarah layaknya mimisan disebabkan trombosit yang sedikit pada tubuh.

Baca juga: 3 Kelainan Darah yang Berhubungan dengan Sel Darah Merah

Beberapa orang lainnya yang terserang sindrom ini tidak menimbulkan satu gejala apa pun dan hanya diketahui saat melakukan tes darah untuk keperluan lain. Maka dari itu, jika seseorang mengalami gejala ini, ada baiknya langsung memastikannya ke dokter dari Halodoc. Caranya cukup download aplikasinya dan nikmati fitur Chat serta Voice/Video Call agar pemeriksaan gejala lebih mudah dilakukan tanpa perlu ke luar rumah!

Referensi:
NHS. Diakses pada 2020. Myelodysplastic syndrome (myelodysplasia).
Cancer. Diakses pada 2020. What Are Myelodysplastic Syndromes?