• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hal yang Terjadi pada Tubuh saat Terinfeksi Streptococcus

Hal yang Terjadi pada Tubuh saat Terinfeksi Streptococcus

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Ukuran sangat kecil, bahkan tak terlihat oleh mata, tetapi dampak yang ditimbulkan pada kesehatan tak main-main. Sudah tahu apa yang akan kita bicarakan? Bagi kamu menjawab bakteri, tepat jawabannya. Nah, dari banyaknya jenis bakteri, bakteri Streptococcus merupakan salah satu bakteri nakal yang bisa menimbulkan banyak masalah

Bakteri ini sendiri dibagi menjadi dua tipe, yaitu A dan B. Bakteri Streptococcus A ini bisa hidup di kulit dan tenggorokan. Penularannya melalui kontak langsung, seperti melalui sentuhan kulit. Sedangkan tipe B bisa hidup di usus, vagina, dan bagian akhir dari usus besar (rektum). 

Bakteri Streptococcus sebenarnya merupakan jenis bakteri yang bisa hidup dan tumbuh di tubuh manusia. Bakteri ini terkadang tak menimbulkan penyakit yang serius. Namun, dalam beberapa kasus, infeksi bakteri ini bisa menyebabkan gejala dari ringan hingga serius. 

Lalu, apa sih dampak bila tubuh terinfeksi bakteri Streptococcus?

Baca juga: Waspada, Ini Jenis Infeksi Streptococcus yang Menyerang Organ Intim Wanita

Beragam Keluhan pada Tubuh

Hal yang perlu diketahui, tipe-tipe Streptococcus ini bisa menimbulkan penyakit yang berbeda. Nah, oleh sebab itu gejala atau keluhan Streptococcus bisa saja berbeda-beda pada tiap orang. Nah, berikut gejala Streptococcus berdasarkan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus A:

  • Radang tenggorokan. Gejalanya berupa demam, sulit menelan, lemas, mual, kehilangan selera makan, tenggorokan kemerahan dan bercak putih atau abu-abu. 

  • Demam Scarlet. Gejala yang timbul dari demam scralet bisa berupa demam, amandel bengkak, wajah kemerahan, sakit kepala, lidah bengkak dan bergelombang, mual dan muntah, terdapat garis-garis merah di sekitar ketiak dan lutut, bercak (merah, putih, kuning) pada tenggorokan. 

Selain itu, bakteri Streptococcus juga bisa menyebabkan penyakit demam reumatik, impetigo, dan glomerulonephritis dengan gejala-gejala yang berbeda. 

Sedangkan gejala atau keluhan yang bakal timbul akibat infeksi Streptococcus tipe B beda lagi ceritanya. Pada orang dewasa bakteri Streptococcus bisa menimbulkan kondisi: 

  • Sepsis.

  • Infeksi saluran kemih.

  • Infeksi kulit dan jaringan halus.

  • Meningitis atau radang selaput otak.

  • Infeksi paru atau pneumonia. 

Tuh, tidak main-main kan dampak terinfeksi bakteri Streptococcus? 

Baca juga: Ketahui Jenis Penyakit yang Disebabkan karena Infeksi Streptococcus

Tips Simpel Mencegah Infeksi Streptococcus

Untungnya terdapat berbagai upaya yang bisa kita lakukan untuk mencegah infeksi Streptococcus. Untuk tipe A bisa dilakukan dengan menghindari terjadinya penularan, seperti: 

  • Menggunakan masker, terutama pengidap infeksi saat bersin atau batuk.

  • Tak berbagi peralatan makan (sendok, piring, atau gelas). 

  • Bersihkan barang-barang yang mungkin terkontaminasi.

  • Selalu mencuci tangan setelah beraktivitas.

Sementara itu, untuk mencegah infeksi Streptococcus tipe B berbeda. Untuk bayi yang baru lahir, bumil dianjurkan untuk selalu melakukan pemeriksaan rutin. Tujuannya jelas, agar penanganan dapat segera dilakukan bila terdeteksi adanya infeksi. Pemeriksaan ini bisa dilakukan pada minggu ke-35 hingga ke-37 umur kehamilan. Pemeriksaan yang dilakukan biasanya berupa prosedur usap vagina atau rektal untuk mengambil sampel cairan tubuh. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
NIH - National Institute of Allergy and Infectious Diseases. Diakses pada 2020. Group A Streptococcal Infections. 
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Diseases & Conditions. Group B Strep Disease.
MedicineNet. Diakses pada 2020. Group A Streptococcus Infections.