• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hamil Setelah Preeklamsia, Ini 6 Hal yang Perlu Diperhatikan

Hamil Setelah Preeklamsia, Ini 6 Hal yang Perlu Diperhatikan

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Kabar bahagia datang dari pasangan selebriti Indonesia, Irish Bella dan Ammar Zoni. Irish Bella dikabarkan kembali mengandung buah hati, setelah Oktober 2019 lalu ia mengalami keguguran. Sebelumnya, anak kembar yang dikandung Irish Bella diduga mengalami mirror syndrome yang akhirnya memicu preeklamsia, sehingga sebabkan keguguran.

Baca juga: Inilah 5 Cara Mengatasi Preeklamsia pada Ibu Hamil

Dilansir dari Preeclampsia Foundation, kematian bayi dan kematian ibu karena kejang menjadi dampak paling fatal dari preeklamsia. Diperkirakan setengah juta bayi meninggal akibat preeklamsia setiap tahunnya. Kondisi ini yang menyebabkan angka kematian neonatal cukup tinggi pada beberapa negara, khususnya yang tidak memiliki kesiapan peralatan yang memadai. Lantas, apa yang harus diperhatikan ketika menjalani kehamilan setelah preeklamsia? 

Kenali Gejala Preeklamsia

Preeklamsia menjadi gangguan yang dialami oleh ibu hamil karena tekanan darah tinggi serta adanya gangguan pada fungsi organ tubuh. Kondisi ini bisa membahayakan ibu hamil dan janin di dalam kandungannya. Umumnya, gejala preeklamsia tidak langsung dialami oleh ibu hamil. Gejala biasanya muncul ketika usia kehamilan yang dijalani telah memasuki usia 20 minggu ke atas. 

Gejala yang paling khas dari kondisi ini adalah melonjaknya tekanan darah ibu hamil. Maka dari itu, disarankan ibu hamil rutin melakukan tekanan darah selama menjalani masa kehamilan. Selain tekanan darah yang cukup tinggi, ada gejala lain yang dialami oleh ibu hamil dengan preeklamsia, seperti kandungan protein dalam urine dan tekanan darah yang cukup tinggi.

Sebaiknya segera kunjungi dokter kandungan rumah sakit terdekat ketika ibu hamil mengalami gejala preeklamsia yang sudah cukup parah. Dilansir dari American Pregnancy Association, gejala preeklamsia yang harus segera ditangani, seperti sakit kepala, gangguan penglihatan, sangat sensitif terhadap cahaya, kelelahan, mual, muntah, nafas yang menjadi lebih pendek, dan nyeri pada bagian perut.

Baca juga: Ini Pemeriksaan untuk Deteksi Preeklamsia

Hamil Setelah Preeklamsia, Perhatikan Hal Ini

Meskipun pernah mengalami preeklamsia, ibu masih bisa menjalani program kehamilan, seperti yang dialami oleh Irish Bella. Sebelum menjalani masa kehamilan, tidak ada salahnya untuk bertanya pada dokter kandungan melalui aplikasi Halodoc mengenai kesehatan ibu setelah preeklamsia. Tanyakan langsung pada dokter kandungan tentang faktor yang meningkatkan ibu mengalami kondisi yang serupa. Sebaiknya, miliki kebiasaan pola hidup lebih sehat hingga ibu menjalani masa kehamilan selanjutnya.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika ibu menjalani masa kehamilan setelah preeklamsia, yaitu: 

  1. Lakukan pemeriksaan lebih sering pada dokter kandungan untuk memastikan kondisi kesehatan ibu dan janin selalu dalam kondisi yang optimal;

  2. Jangan lupa untuk rutin lakukan cek darah dan urine pada saat pemeriksaan kandungan pada dokter untuk memastikan tekanan darah stabil dan seluruh organ pada tubuh berfungsi optimal;

  3. Perhatikan pola makan yang ibu jalani. Tidak ada salahnya mengurangi pengonsumsian garam setiap harinya untuk menjaga tekanan darah tetap stabil;

  4. Dilansir dari BabyCenter, rutin menjalani USG khususnya pada trimester pertama perlu dilakukan untuk mencegah preeklamsia di kehamilan berikutnya. Melalui pemeriksaan USG, dokter dapat mengetahui kondisi berat badan bayi dan jumlah air ketuban dalam kandungan. Kurang air ketuban bisa dapat menghambat suplai darah menuju bayi dalam kandungan.

  5. Penuhi kebutuhan istirahat dengan menciptakan ruangan yang nyaman. Ruangan yang nyaman dapat membuat ibu hamil merasa lebih rileks saat beristirahat. Tidak ada salahnya siapkan buku bacaan menarik, aroma terapi, atau musik yang menenangkan untuk menemani.

  6. Jangan lupa untuk selalu berpikiran positif terhadap kehamilan yang sedang kamu jalani. Hindari kondisi stres atau terlalu memikirkan hal-hal yang buruk terhadap kehamilan. Perasaan gembira membantu ibu memiliki kehamilan yang sehat.

Baca juga: Mitos atau Fakta Tes Darah pada Ibu Hamil Bisa Identifikasi Preeklamsia

Itulah hal yang perlu diperhatikan ibu yang menjalani kehamilan setelah preeklamsia. Untuk mendukung kesehatan ibu dan bayi dalam kandungan, jangan lupa untuk penuhi asupan nutrisi dan gizi yang dibutuhkan oleh ibu dan bayi. Tidak lupa, penuhi kebutuhan air putih agar ibu terhindar dari dehidrasi dan dapat mencukupi kebutuhan air ketuban bagi bayi.

Referensi:
Preeclampsia Foundation. Diakses pada 2020. Pregnant Again After Preeclampsia?
Preeclampsia Foundation. Diakses pada 2020. How Does Preeclampsia Affect The Baby?
Baby Center. Diakses pada 2020. Pregnancy After Preeclampsia
Healthline Parenthood. Diakses pada 2020. Preeclampsia: Second Pregnancy Risks
American Pregnancy Association. Diakses pada 2020. Preeclampsia