
Hari Kanker Anak Sedunia, Waspada Gejala Dini pada Si Kecil
Hari Kanker Anak Sedunia menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran akan gejala kanker pada anak.

DAFTAR ISI
- Kasus Kanker Anak di Indonesia
- Jenis Kanker Anak yang Umum Terjadi
- Gejala Kanker Anak yang Perlu Diwaspadai
- Jenis Kanker Anak Menentukan Gejala yang Terjadi
Kanker bukanlah penyakit yang hanya terjadi pada orang dewasa saja. Anak-anak juga bisa menderita penyakit mematikan ini. Selain itu, jika gejala yang muncul tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat. Gejala kanker pada anak merupakan hal yang sering orang tua tidak pahami.
Karenanya, orang tua harus mengenali gejala kanker anak sebagai deteksi awal agar dapat melakukan tindakan pengobatan yang tepat untuk meningkatkan peluang keberhasilan.
Untuk mengetahui deteksi lebih lanjut, Ibu juga bisa membaca artikel mengenai Pemeriksaan untuk Deteksi Kanker pada Anak.
Kasus Kanker Anak di Indonesia
Dilansir dari Kementerian Kesehatan Indonesia, setiap harinya terdapat sekitar 1.000 anak yang terdiagnosis menderita kanker.
Angka ini menunjukkan bahwa kanker anak merupakan masalah kesehatan serius yang membutuhkan perhatian lebih.
Data Kemenkes menyebutkan total kasus kanker di Indonesia mencapai 408.661 orang per tahun, dengan tingkat kematian tinggi, yaitu sekitar 60 persen.
Salah satu penyebab tingginya angka kematian ini adalah keterlambatan deteksi dini, di mana 70 persen kasus kanker baru ditemukan saat sudah dalam kondisi lanjut.
Kondisi ini tentu membuat pengobatan semakin sulit, menurunkan peluang sembuh, serta meningkatkan beban biaya perawatan.
Oleh sebab itu, penting bagi orang tua untuk memahami tanda-tanda kanker pada anak sejak dini, sekaligus menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan rutin agar kanker dapat terdeteksi lebih cepat.
Jenis Kanker Anak yang Umum Terjadi
Beberapa jenis kanker yang umum terjadi pada anak-anak antara lain:
- Leukemia: Jenis kanker anak yang paling umum
- Tumor otak: Bentuk kanker paling umum kedua pada anak-anak
- Limfoma: Seperti limfoma Hodgkins dan non-Hodgkins
- Neuroblastoma: Tumor padat paling umum di luar otak pada anak-anak
- Tumor tulang: Termasuk sarkoma Ewing dan osteosarkoma
- Retinoblastoma: Tumor mata yang biasanya terdeteksi dengan memeriksa refleks merah pada mata anak
- Tumor Wilm: Tumor ginjal yang sebagian besar menyerang anak kecil antara usia 2 dan 4 tahun
Gejala Kanker Anak yang Perlu Diwaspadai
Beberapa jenis kanker yang sering terjadi pada anak-anak antara lain leukemia, tumor otak, kanker mata, limfoma, dan kanker hati.
Gejala awal kanker pada anak-anak dapat bervariasi tergantung pada jenis kanker dan stadiumnya.
Berikut merupakan gejala umum yang sering terjadi, seperti:
1. Demam dengan penyebab tidak pasti
Demam yang penyebabnya tidak pasti dan berlangsung lebih dari satu minggu dapat menjadi tanda-tanda pertama dari kanker pada anak.
Jika anak mengalami demam tanpa gejala lain yang jelas, segera periksakan ke dokter.
2. Kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan
Hilangnya nafsu makan dan berat badan yang menurun secara signifikan tanpa penyebab yang jelas dapat menjadi tanda-tanda awal kanker pada anak.
3. Nyeri yang terus-menerus
Nyeri yang terasa secara terus menerus dan tidak bisa teratasi dengan obat biasa dapat menjadi tanda-tanda kanker pada anak.
4. Pembengkakan kelenjar getah bening
Kelenjar getah bening yang bengkak terjadi di beberapa bagian tubuh, seperti leher, ketiak, atau pangkal paha dapat menjadi tanda-tanda kanker pada anak.
5. Sakit kepala dan mual yang berkepanjangan
Nyeri kepala dan rasa mual yang berkepanjangan dan tidak membaik dapat menjadi tanda-tanda kanker pada anak. Biasanya, gejala ini muncul bersamaan dengan penglihatan ganda atau kabur, pusing, atau kejang.
Jenis Kanker Anak Menentukan Gejala yang Terjadi
Ada banyak jenis kanker yang bisa terjadi. Berikut merupakan jenis kanker yang terjadi pada anak serta gejala yang timbul.
- Kanker darah atau leukemia. Penyakit yang memiliki gejala hilangnya nafsu makan, demam dan menggigil, nyeri sendi dan tulang, pembengkakan kelenjar getah bening, pucat, lelah dan lemas, dan sesak napas.
- Kanker mata. Penyakit dengan gejala pupil putih, menyipitkan mata, kemerahan pada area mata, pandangan kabur, dan bola mata membesar.
- Kanker saraf. Penyakit yang gejala dengan hilangnya nafsu makan, pembengkakan perut atau leher, nyeri tulang, nyeri punggung, pembengkakan kelenjar getah bening, kaki lemah, pucat, gangguan fungsi usus dan lain-lain.
- Kanker tulang. Penyakit yang memiliki tanda nyeri tulang, patah tulang secara tiba-tiba, sendi sulit digerakkan, demam, pucat, mudah lelah, penurunan berat badan dan lain-lain.
- Kanker nasofaring. Penyakit yang memiliki gejala pembengkakan kelenjar getah bening di tenggorokan, hidung tersumbat, telinga berdenging, sakit kepala, sulit menelan, sulit membuka atau menutup mulut, dan lain-lain.
- Kanker kelenjar getah bening. Penyakit dengan gejala pembengkakan ketiak, sesak napas, demam, lemas, kehilangan nafsu makan, gangguan pencernaan, dan lain-lain.
Untuk memperingati Hari Kanker Anak Sedunia, harapannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kanker pada anak-anak, memberikan dukungan kepada anak-anak yang terkena kanker dan keluarga mereka, serta mempromosikan upaya pencegahan dan deteksi dini kanker pada anak-anak.
Untuk mencegah risiko terjadinya kanker pada anak, sebaiknya Ibu selalu memberikan makanan yang sehat, seimbang dan bergizi serta menerapkan pola hidup sehat lainnya sejak dini.
Multivitamin atau suplemen juga bisa anak konsumsi, jika merasa asupan nutrisi belum tercukupi secara optimal.
Untuk mengetahui vitamin apa saja yang anak butuhkan, Ibu bisa berkonsultasi langsung dengan dokter melalui aplikasi Halodoc.
Jadi tunggu apalagi, segera download aplikasi Halodoc sekarang juga!



