• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Harus Tahu, Begini Cara Mengobati Atelektasis

Harus Tahu, Begini Cara Mengobati Atelektasis

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Atelektasis merupakan penyakit yang terjadi akibat sebagian atau satu lobus paru-paru mengalami gangguan. Hal itu kemudian menyebabkan organ tersebut tidak bisa berfungsi secara normal. Penyakit atelektasis menyebabkan kantung-kantung udara alias alveoli pada paru-paru mengempis dan mengganggu fungsi pernapasan. 

Ada beragam penyebab atelektasis yang bisa memengaruhi tingkat keparahan serta kerusakan jaringan alveolus. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, termasuk orang yang memiliki riwayat penyakit pernapasan. Pada orang yang sebelumnya sudah mengidap penyakit pernapasan, munculnya atelektasis bisa memperparah kesulitan napas yang terjadi. Kondisi ini juga bisa menurunkan kadar oksigen di dalam darah. Lantas, bagaimana cara mengobati penyakit atelektasis?  

Baca juga: Penyebab Terjadinya Atelektasis

Cara Mengobati Atelektasis yang Perlu Diketahui 

Penyakit ini dibedakan menjadi dua jenis, yaitu atelektasis obstruktif dan atelektasis non-obstruktif. Atelektasis sering terjadi akibat penggunaan anestesi untuk pembedahan. Pasalnya, anestesi bisa memicu perubahan pada pola pernapasan serta penyerapan gas asing dan tekanan pada paru-paru. Hal ini kemudian menyebabkan alveoli mengempis dan menimbulkan atelektasis. Selain anestesi, penyakit atelektasis juga bisa disebabkan oleh beragam hal lain. 

Sayangnya, gejala dari penyakit ini sering sulit diamati karena tidak muncul secara cepat. Tingkat keparahan dan ukuran paru-paru yang terkena atelektasis menjadi faktor penentu munculnya gejala. Selain itu, gejala penyakit ini juga tergantung pada ada atau tidaknya penyumbatan pada bronkus atau adanya infeksi yang bisa memperparah atelektasis. 

Secara umum, ada beberapa gejala yang sering muncul sebagai tanda penyakit ini. Atelektasis ditandai dengan gejala, seperti kesulitan bernapas, batuk, serta napas cepat dan pendek. Penyakit ini juga bisa terjadi akibat adanya penyumbatan pada bronkus. Pada kondisi ini, gejala yang muncul adalah nyeri pada daerah yang terkena atelektasis, dispnea mendadak, sianosis, meningkatnya denyut jantung, demam, syok, serta tekanan darah rendah alias hipotensi.  

Baca juga: Atelektasis Obstruktif dengan Non Obstruktif, Apa Bedanya?

Pengobatan harus segera diberikan pada pengidap atelektasis, terutama jika gejala yang ditimbulkan berat. Penanganan penyakit ini bergantung pada penyebabnya. Atelektasis yang bersifat ringan umumnya bisa sembuh dengan sendirinya tanpa perlu penanganan khusus. Namun, sebaiknya gangguan pada pernapasan tidak disepelekan begitu saja. 

Atelektasis yang disebabkan oleh penyakit atau kondisi tertentu diobati dengan cara mengatasi penyakit yang mendasari. Jika kondisi ini disebabkan oleh tumor, maka pengobatan yang dilakukan untuk mengatasi atelektasis harus melibatkan prosedur kemoterapi atau pembedahan untuk mengangkat tumor dari tubuh. Penyakit ini juga bisa muncul sebagai komplikasi pembedahan. 

Penyakit atelektasis yang muncul pasca pembedahan bisa ditangani secara bertahap melalui fisioterapi dada dan pernapasan. Cara pengobatan ini bertujuan untuk membantu alveoli mengembang kembali setelah sebelumnya mengalami pengempisan akibat pembedahan. Langkah terapi yang dilakukan adalah:  

  • Menepuk Dada 

Pengobatan ini dilakukan dengan teknik menepuk dada pada bagian yang mengalami pengempisan akibat atelektasis. Tujuannya untuk melemaskan kembali alveoli, sehingga fungsi paru bisa kembali normal.  

  • Teknik Pernapasan Dalam 

Latihan teknik pernapasan dalam juga bisa dilakukan untuk mengobati atelektasis. Cara ini bisa dilakukan dengan bantuan alat spirometri insentif dan dikombinasikan dengan teknik latihan batuk untuk mengeluarkan cairan mukosa. 

  • Mengeluarkan Cairan 

Penyakit atelektasis diobati dengan cara mengeluarkan cairan mukosa. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah memosisikan kepala lebih rendah dari tubuh, sehingga cairan bisa keluar lebih banyak dari sebelumnya. 

Baca juga: Gejala Atelektasis yang Perlu Diwaspadai

Cari tahu lebih lanjut seputar penyakit atelektasis dan cara mengobatinya dengan bertanya kepada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa kapan dan di mana saja dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Atelectasis.
Medscape. Diakses pada 2019. Atelectasis.