Hati-Hati, Ini 9 Tanda Tubuh Mengalami Infeksi Parasit
Ada berbagai macam keluhan pada tubuh ketika mengalami infeksi parasit, mulai dari masalah pencernaan, anemia, kelelahan kronis, masalah kulit, hingga sakit atau nyeri otot dan sendi.

DAFTAR ISI
- Jenis-Jenis Parasit
- Tanda Tubuh Terinfeksi Parasit
- Penyebab Parasit Cacing
- Diagnosis Infeksi Parasit
- Cara Mengobati Parasit Cacing
- Komplikasi Akibat Infeksi Parasit
- Cara Mencegah Parasit Cacing
- Kapan Harus ke Dokter?
Parasit hidup di organisme inang dan bergantung pada inang untuk bertahan hidup. Tanpa inang, parasit tidak dapat hidup, tumbuh, dan berkembang biak.
Untuk alasan ini, parasit jarang membunuh inangnya, tapi ia tetap menyebarkan penyakit. Bahkan, beberapa penyakit bisa berakibat fatal.
Ada beberapa cara parasit “hinggap” di inang atau tubuh manusia. Kamu bisa terinfeksi parasit dari makanan mentah (termasuk sushi), berjalan tanpa alas kaki di area yang terkontaminasi, atau membersihkan kotak kotoran kucing.
Lantas, seperti apa tanda tubuh yang terinfeksi parasit? Ini ulasannya!
Jenis-Jenis Parasit
Terdapat tiga kelas utama parasit yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia:
- Protozoa: Organisme bersel satu mikroskopis. Contohnya termasuk Plasmodium (penyebab malaria), Giardia lamblia (penyebab giardiasis), dan Toxoplasma gondii (penyebab toksoplasmosis).
- Cacing (Helminths): Cacing multiseluler yang hidup di dalam tubuh inang (endoparasit). Contohnya adalah cacing pita, cacing gelang (Ascaris lumbricoides), cacing tambang, dan cacing cambuk.
- Ektoparasit: Organisme yang hidup di permukaan luar inang. Contohnya termasuk kutu rambut, caplak, tungau (penyebab kudis/skabies), dan nyamuk (vektor penyakit).
Berikut Ini Rekomendasi Dokter Spesialis Anak di Halodoc yang bisa dihubungi seputar kesehatan anak.
Tanda Tubuh Terinfeksi Parasit
Parasit usus cenderung menjadi masalah yang paling besar, karena cara ia masuk ke tubuh pun relatif mudah jika kamu tidak hati-hati. Berikut ini beberapa tanda tubuh terinfeksi parasit:
Masalah pencernaan
Secara alami, parasit usus berakar di saluran gastrointestinal (GI). Hal tersebut akan menyebabkan sistem kekebalan tubuh bereaksi dan menyebabkan gejala yang berbeda berdasarkan organisme.
Diare berair, diare berdarah, kembung, perut bergas, dan sembelit semuanya bisa menjadi gejala infeksi parasit.
Kelelahan kronis
Infeksi parasit bisa menyebabkan perasaan lelah pada tubuh. Bahkan, parasit tertentu dapat menyebabkan sindrom kelelahan kronis, menyebabkan defisiensi dan malabsorpsi nutrisi tertentu, seperti zat besi dan B12.
Masalah kulit
Ruam tanpa alasan, gatal-gatal, rosacea, atau eksim dapat menjadi tanda infeksi parasit, bahkan parasit usus.
Parasit dapat merangsang produksi immunoglobulin (IgE), antibodi yang dibuat oleh sistem kekebalan tubuh. Hal itu kemudian menghasilkan reaksi alergi di tubuh, termasuk masalah kulit.
Sakit atau nyeri pada otot dan sendi
Beberapa parasit dapat masuk ke otot, menyebabkan sakit dan nyeri. Contohnya trikinosis yang disebabkan oleh sejenis cacing gelang. Seseorang bisa mendapatkan parasit tersebut akibat makan daging yang kurang matang.
Anemia
Infeksi tertentu yang disebabkan oleh cacing tambang dan cacing cambuk dapat menyebabkan tubuh kehilangan darah sehingga anemia defisiensi besi. Hal ini karena cacing memang memakan darah, sehingga menyebabkan anemia pada manusia.
Merasa tidak kenyang setelah makan
Infeksi parasit usus bisa menyebabkan seseorang merasa lapar terus-terusan meskipun setelah makan. Misalnya cacing pitang yang menetas di perut, ia akan memakan apa saja yang kamu makan.
Rasa gatal
Pelepasan IgE dalam tubuh setelah tertular infeksi parasit dapat menyebabkan gatal. Namun, parasit tertentu seperti cacing kremi dapat menyebabkan gatal lokal, di mana gatal hanya di sekitar anus.
Batuk
Beberapa parasit seperti cacing ascaris dapat bergerak melalui tubuh. Ia bahkan bisa berpindah ke dada sehingga menyebabkan batuk.
Kembung
Parasit usus dapat menyebabkan gas berlebih dan menumpuk di saluran pencernaan, sehingga perut terasa kembung. Salah satu parasit lainnya yaitu parasit giardia yang dapat menyebabkan perut kembung dan buncit.
Jika tidak membaik, Ini 5 Dokter yang Bisa Bantu Mengatasi Gejala Perut Kembung untuk kamu hubungi.









Penyebab Parasit Cacing
Infeksi parasit, termasuk infeksi cacing, dapat terjadi melalui berbagai cara, diantaranya:
- Makanan dan air yang terkontaminasi: Mengonsumsi makanan atau air yang terkontaminasi telur cacing atau larva adalah penyebab paling umum. Daging mentah atau kurang matang juga berisiko mengandung parasit.
- Kontak langsung: Kontak dengan tanah yang terkontaminasi tinja yang mengandung telur cacing (misalnya, berjalan tanpa alas kaki di tanah yang terkontaminasi cacing tambang).
- Gigitan serangga: Beberapa parasit, seperti malaria, ditularkan melalui gigitan nyamuk.
- Sanitasi yang buruk: Kondisi sanitasi yang buruk meningkatkan risiko penyebaran telur cacing dari tinja ke makanan dan air.
Menurut data dari Kementerian Kesehatan RI, infeksi cacing masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama pada anak-anak.
Kondisi ini disebabkan oleh sanitasi yang kurang memadai dan kurangnya kesadaran akan kebersihan.
Diagnosis Infeksi Parasit
Untuk mendiagnosis infeksi parasit, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan berikut:
- Pemeriksaan tinja: Untuk mencari telur atau larva cacing.
- Tes darah lengkap: Untuk mendeteksi adanya antibodi terhadap parasit atau tanda-tanda anemia.
- Pemeriksaan endoskopi/kolonoskopi: Pada kasus tertentu, pemeriksaan ini mungkin diperlukan untuk melihat langsung kondisi saluran pencernaan dan mengambil sampel jaringan.
Cara Mengobati Parasit Cacing
Pengobatan infeksi parasit cacing umumnya melibatkan pemberian obat-obatan antiparasit. Jenis obat yang digunakan akan tergantung pada jenis cacing yang menginfeksi.
Beberapa obat yang umum digunakan antara lain:
- Albendazole
- Mebendazole
- Pyrantel pamoate
Penting untuk mengikuti dosis dan durasi pengobatan yang diresepkan oleh dokter. Selain itu, menjaga kebersihan diri dan lingkungan juga penting untuk mencegah infeksi ulang.
Komplikasi Akibat Infeksi Parasit
Jika tidak diobati, infeksi parasit dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti:
- Malnutrisi: Cacing dapat menyerap nutrisi penting, menyebabkan kekurangan gizi.
- Obstruksi usus: Infeksi cacing yang parah dapat menyebabkan penyumbatan usus.
- Kerusakan organ: Beberapa jenis parasit dapat menyerang organ lain, seperti hati dan paru-paru.
- Gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak-anak: Infeksi cacing kronis dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak-anak.
Cara Mencegah Parasit Cacing
Pencegahan adalah kunci utama untuk menghindari infeksi parasit cacing. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan:
- Cuci tangan secara teratur: Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama sebelum makan dan setelah buang air besar.
- Masak makanan dengan matang: Pastikan daging dan ikan dimasak hingga matang sempurna untuk membunuh telur atau larva cacing.
- Minum air bersih: Gunakan air bersih dan aman untuk diminum dan memasak. Jika ragu, rebus air terlebih dahulu.
- Jaga kebersihan lingkungan: Jaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar.
- Hindari kontak dengan tanah yang terkontaminasi: Hindari berjalan tanpa alas kaki di tanah yang berpotensi terkontaminasi tinja.
- Rutin minum obat cacing: Konsultasikan dengan dokter mengenai pemberian obat cacing secara berkala, terutama pada anak-anak yang berisiko tinggi terinfeksi. World Health Organization (WHO) merekomendasikan pemberian obat cacing secara berkala pada anak-anak di daerah endemis.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasikan dengan dokter jika kamu mengalami gejala-gejala infeksi parasit cacing, terutama jika disertai dengan demam, penurunan berat badan drastis, atau adanya darah dalam tinja.
Diagnosis dan pengobatan dini dapat mencegah komplikasi yang lebih serius.
Itulah yang perlu diketahui tentang tanda-tanda infeksi parasit.
Jika kamu mengalami tanda-tanda infeksi, sebaiknya tanyakan pada dokter di Halodoc untuk mendapatkan saran penanganan.
Yuk, tanya dokter di Halodoc dengan klik banner di bawah ini!



