
Hati-Hati, Ini Bahaya Minum Rebusan Daun Sukun bagi Kesehatan
“Meski rebusan daun sukun bermanfaat untuk kesehatan tubuh, tapi ada beberapa efek sampingnya yang perlu diwaspadai. Contohnya seperti sembelit, gangguan ginjal, hingga sariawan.”

DAFTAR ISI
- Bahaya dan Efek Samping Rebusan Daun Sukun
- Tips Aman Mengonsumsi Obat Herbal
- Kapan Harus ke Dokter?
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
- FAQ
Penggunaan tanaman herbal tradisional sebagai pengobatan alternatif makin populer di masyarakat, salah satunya adalah daun sukun. Meski dipercaya mengandung senyawa aktif bermanfaat, konsumsi rebusan daun sukun yang tidak tepat justru berisiko menimbulkan masalah kesehatan serius.
Penting bagi kamu untuk memahami dampak negatif racikan herbal ini sebelum menjadikannya sebagai konsumsi rutin harian.
Bahaya dan Efek Samping Rebusan Daun Sukun
Meskipun daun sukun (Artocarpus altilis) sering dimanfaatkan secara tradisional untuk membantu menurunkan tekanan darah atau asam urat, penggunaannya tanpa takaran medis yang presisi memiliki berbagai risiko. Ketiadaan standar dosis baku menjadi pemicu utama munculnya efek samping pada fungsi organ vital tubuh.
Berikut adalah beberapa bahaya dan efek samping minum rebusan daun sukun yang perlu diwaspadai:
- Kerusakan Fungsi Ginjal: Rebusan daun sukun mengandung senyawa kimia alami murni yang harus difiltrasi oleh ginjal. Jika dikonsumsi secara berlebihan atau jangka panjang, penumpukan zat ini dapat membebani kerja ginjal dan memicu gagal ginjal akut.
- Toksisitas pada Hati (Liver): Organ hati bekerja keras menetralkan kandungan racun serta senyawa aktif tanaman. Dosis yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan sel hati (hepatotoksisitas).
- Hipoglikemia dan Hipotensi Mendadak: Daun sukun memiliki efek menurunkan gula darah dan tekanan darah. Jika diminum bersamaan dengan obat resep penderita diabetes atau hipertensi, kadar gula dan tekanan darah bisa anjlok drastis secara berbahaya.
- Iritasi Lambung dan Gangguan Pencernaan: Kandungan tanin dan tingkat keasaman tinggi pada ekstrak daun yang tidak terstandarisasi dapat memicu nyeri ulu hati, mual, hingga diare.
Jika kamu mengalami keluhan atau efek samping setelah mengonsumsi racikan herbal, kamu bisa melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.
Tips Aman Mengonsumsi Obat Herbal
Agar terhindar dari risiko efek samping racikan herbal secara mandiri, perhatikan langkah-langkah keselamatan berikut:
- Gunakan Produk Terdaftar BPOM: Pilih olahan herbal yang sudah diuji keamanan, mutu, serta dosisnya oleh lembaga berwenang.
- Jangan Campur dengan Obat Dokter: Hindari meminum jamu atau rebusan herbal bersamaan dengan obat kimia resep medis untuk mencegah interaksi obat yang berbahaya.
- Perhatikan Kondisi Kesehatan Khusus: Ibu hamil, menyusui, penderita gangguan ginjal, dan hati sebaiknya menghindari konsumsi rebusan herbal yang belum teruji secara klinis.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika gejalamu tidak membaik dalam 2–3 hari atau muncul tanda keracunan seperti mual hebat, urine berwarna gelap, serta pusing berat setelah minum rebusan herbal, segera konsultasi dengan Dokter Penyakit Dalam di Halodoc.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
- ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
- ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
- ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
- ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
- ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
- ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
- ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
- ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Konsultasi masalah kesehatan kini lebih praktis dan terpercaya melalui layanan telemedis Halodoc.
- ✅ Dokter Berpengalaman: Terhubung langsung dengan ribuan dokter umum dan spesialis yang memiliki legalitas resmi (STR & SIP).
- ✅ Akses 24 Jam: Layanan konsultasi siap melayani pertanyaan medis kapan saja dan dari mana saja.
- ✅ Privasi Terjamin: Kerahasiaan data pribadi serta riwayat obrolan medis kamu terjaga dengan aman.
Referensi
BPOM RI. Diakses pada 2026. Pedoman Penggunaan Obat Herbal Bebas dan Terstandar.
PubMed Central (NIH). Diakses pada 2026. Phytochemical Profiling and Toxicological Evaluation of Artocarpus altilis Leaf Extracts.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. WHO Guidelines on Safety Monitoring of Herbal Medicines in Pharmacovigilance Systems.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Regulasi dan Keamanan Konsumsi Jamu Tradisional di Indonesia.
FAQ
1. Apakah minum rebusan daun sukun setiap hari aman?
Tidak disarankan mengonsumsi rebusan daun sukun setiap hari tanpa dosis dan pengawasan medis yang jelas. Penggunaan jangka panjang berisiko membebani fungsi ginjal dan hati.
2. Siapa yang tidak boleh minum rebusan daun sukun?
Penderita gangguan ginjal, penderita gangguan fungsi hati, penderita hipotensi, wanita hamil, serta ibu menyusui dilarang mengonsumsinya. Orang yang sedang menjalani terapi obat resep juga harus menghindarinya.
3. Apa tanda ginjal atau hati bermasalah akibat herbal?
Gejala awal meliputi urine berwarna gelap, nyeri pinggang bawah, pembengkakan pada area kaki, mual muntah berlebih, serta warna mata atau kulit yang menguning.




