Herpes Zoster pada Ibu Hamil: Info Penting yang Perlu Diketahui
Herpes zoster pada ibu hamil memerlukan perhatian khusus sehingga kamu perlu kenali penyebab, gejala, bahaya, hingga cara pengobatannya.

DAFTAR ISI
- Penyebab Herpes Zoster pada Ibu Hamil
- Gejala Herpes Zoster pada Ibu Hamil
- Diagnosis Herpes Zoster pada Ibu Hamil
- Bahaya Herpes Zoster pada Ibu Hamil
- Pengobatan Herpes Zoster pada Ibu Hamil
- Pencegahan Herpes Zoster pada Ibu Hamil
- Kapan Harus ke Dokter?
- Kesimpulan
Herpes zoster, atau cacar ular, adalah infeksi virus yang disebabkan oleh reaktivasi virus varicella-zoster, virus yang sama yang menyebabkan cacar air.
Pada ibu hamil, herpes zoster dapat menimbulkan risiko komplikasi seperti pneumonia, ensefalitis, dan penularan pada janin.
Gejala awalnya meliputi rasa lelah, demam, dan ruam kulit yang biasanya muncul di satu sisi tubuh.
Pengobatan dengan antivirus seperti acyclovir penting untuk meredakan gejala dan mencegah komplikasi lebih lanjut. Jika ibu hamil mengalami gejala yang mencurigakan, segera konsultasikan dengan dokter.
Apa Itu Herpes Zoster pada Ibu Hamil?
Herpes zoster adalah infeksi virus yang menyebabkan ruam yang menyakitkan. Kondisi ini disebabkan oleh reaktivasi virus varicella-zoster (VZV), virus yang sama yang menyebabkan cacar air.
Setelah seseorang sembuh dari cacar air, virus tetap tidak aktif dalam tubuh. Virus ini dapat aktif kembali bertahun-tahun kemudian dan menyebabkan herpes zoster.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), siapa pun yang pernah menderita cacar air dapat terkena herpes zoster.
Risiko meningkat seiring bertambahnya usia, terutama pada orang dewasa di atas 50 tahun.
Mengapa Nyeri Cacar Api dan Bekasnya Lama Hilang? Ini faktanya
Penyebab Herpes Zoster pada Ibu Hamil
Penyebab utama herpes zoster adalah reaktivasi virus varicella-zoster (VZV). Virus ini tetap tidak aktif di dalam tubuh setelah seseorang mengalami cacar air.
Reaktivasi virus dapat dipicu oleh berbagai faktor, termasuk:
- Usia: Risiko herpes zoster meningkat seiring bertambahnya usia.
- Sistem kekebalan tubuh yang lemah: Kondisi medis atau pengobatan yang menekan sistem kekebalan tubuh, seperti HIV/AIDS, kanker, atau transplantasi organ, dapat meningkatkan risiko.
- Stres: Stres fisik atau emosional dapat memicu reaktivasi virus.
- Kehamilan: Perubahan hormon dan sistem kekebalan tubuh selama kehamilan dapat meningkatkan risiko herpes zoster.
Gejala Herpes Zoster pada Ibu Hamil
Gejala herpes zoster pada ibu hamil mirip dengan gejala pada orang lain. Gejala awal mungkin meliputi:
- Nyeri, gatal, atau kesemutan pada satu sisi tubuh
- Demam
- Sakit kepala
- Sensitivitas terhadap cahaya
Setelah beberapa hari, ruam akan muncul di area yang terkena. Ruam ini biasanya berupa lepuhan kecil berisi cairan yang berkelompok.
Ruam dapat terasa sangat nyeri dan gatal. Gejala lain yang mungkin terjadi meliputi:
- Kelelahan
- Nyeri otot
- Pembengkakan kelenjar getah bening
Diagnosis Herpes Zoster pada Ibu Hamil
Diagnosis herpes zoster biasanya didasarkan pada pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan.
Dokter akan memeriksa ruam dan menanyakan tentang gejala lain yang dialami.
Dalam beberapa kasus, dokter mungkin mengambil sampel cairan dari lepuhan untuk diuji di laboratorium.
Ketahui juga, ini Fakta tentang Herpes Zoster atau Penyakit Dompo.
Bahaya Herpes Zoster pada Ibu Hamil
Herpes zoster pada ibu hamil dapat menimbulkan beberapa risiko, baik bagi ibu maupun janin. Beberapa risiko tersebut meliputi:
- Komplikasi pada ibu: Pneumonia, ensefalitis (radang otak), dan neuralgia postherpetik (nyeri kronis setelah ruam sembuh).
- Penularan pada janin: Jika ibu hamil terkena cacar air atau herpes zoster selama kehamilan, virus dapat menular ke janin. Infeksi VZV pada janin dapat menyebabkan cacat lahir, seperti masalah mata, otak, dan kulit.
- Herpes zoster kongenital: Bayi yang terinfeksi VZV selama kehamilan dapat lahir dengan herpes zoster kongenital. Gejala herpes zoster kongenital meliputi ruam, masalah neurologis, dan masalah mata.
Pengobatan Herpes Zoster pada Ibu Hamil
Pengobatan herpes zoster pada ibu hamil bertujuan untuk meredakan gejala dan mencegah komplikasi. Pilihan pengobatan meliputi:
- Obat antivirus: Acyclovir, valacyclovir, atau famciclovir dapat membantu mengurangi keparahan dan durasi infeksi. Obat ini paling efektif jika dimulai dalam 72 jam setelah munculnya ruam.
- Obat pereda nyeri: Paracetamol atau ibuprofen dapat membantu meredakan nyeri.
- Krim atau losion: Krim atau losion anti-gatal dapat membantu meredakan gatal.
- Kompres dingin: Kompres dingin dapat membantu meredakan nyeri dan peradangan.
Penting untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan atau dokter umum untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Pencegahan Herpes Zoster pada Ibu Hamil
Berikut adalah beberapa langkah pencegahan herpes zoster pada ibu hamil yang bisa dilakukan:
- Vaksinasi: Vaksin cacar air (varicella) dapat mencegah infeksi VZV. Vaksin herpes zoster (Shingrix) direkomendasikan untuk orang dewasa berusia 50 tahun ke atas, tetapi tidak dianjurkan untuk ibu hamil. Konsultasikan dengan dokter mengenai keamanan vaksinasi sebelum atau sesudah kehamilan.
- Hindari kontak dengan orang yang terinfeksi: Hindari kontak dengan orang yang sedang menderita cacar air atau herpes zoster.
- Jaga kesehatan: Jaga kesehatan dengan makan makanan yang sehat, berolahraga secara teratur, dan tidur yang cukup.
- Kelola stres: Kelola stres dengan teknik relaksasi, seperti yoga atau meditasi.
Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, menjaga daya tahan tubuh tetap prima adalah kunci utama dalam mencegah berbagai penyakit infeksi, termasuk herpes zoster.
Kapan Harus ke Dokter?
Ibu hamil yang mengalami gejala herpes zoster harus segera berkonsultasi dengan dokter.
Diagnosis dan pengobatan dini dapat membantu mencegah komplikasi dan melindungi kesehatan ibu dan janin.
Kesimpulan
Herpes zoster pada ibu hamil memerlukan perhatian serius karena dapat menimbulkan risiko bagi ibu dan janin.
Mengenali gejala, penyebab, dan pilihan pengobatan yang tersedia adalah langkah penting dalam melindungi kesehatan selama kehamilan.
Jika kamu seorang ibu hamil dan mencurigai adanya gejala herpes zoster, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Pengobatan dini dapat membantu mengurangi risiko komplikasi dan memastikan kehamilan yang sehat.


