• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu Hamil Curiga Terkena Hepatitis B, Lakukan Tes Medis Ini

Ibu Hamil Curiga Terkena Hepatitis B, Lakukan Tes Medis Ini

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Bayi yang lahir dari ibu dengan hepatitis B memiliki kemungkinan lebih besar dari 90 persen untuk mengembangkan hepatitis B kronis apabila mereka segera tidak diobati dengan saat lahir. Itulah pentingnya bagi ibu hamil untuk mengetahui status hepatitis B untuk mencegah penularan virus ke bayi yang baru lahir selama persalinan. 

Jika ibu mencurigai sedang mengalami hepatitis B, lakukan tes di rumah sakit. Dokter akan memberikan obat yang tepat untuk mencegah bayi mengalami infeksi. Pada dasarnya, setiap wanita yang mengetahui dirinya hamil di usia kandungan awal, perlu mendapatkan tes hepatitis B. Terutama bagi wanita yang masuk dalam kelompok berisiko tinggi. 

Baca juga: Waspadai 5 Gejala Hepatitis B yang Datang Diam-Diam

Tes Hepatitis B Dilakukan Ibu Hamil Sedini Mungkin

Semua wanita hamil (sejak melakukan testpack pertama) harus mendapatkan tes hepatitis B. Tes ini penting bagi wanita yang masuk dalam kelompok berisiko tinggi seperti perawat, pasangan yang terinfeksi hepatitis B, dan sebagainya. Jika ibu hamil, pastikan dokter melakukan tes hepatitis B sebelum bayi lahir, idealnya sedini mungkin selama trimester pertama. 

Saat memeriksakan kandungan pertama kali, biasanya ibu akan disarankan untuk menjalani serangkaian pemeriksaan darah, termasuk pemeriksaan virus hepatitis B. Jika ibu dinyatakan negatif virus hepatitis B, dokter akan melakukan imunisasi. Namun, jika saat tes ibu dinyatakan positif virus hepatitis B, biasanya akan diberikan vaksin yang dapat memperkuat sistem imunitas tubuh untuk mencegah berkembangnya virus dalam tubuh. 

Jika tes pada ibu positif terinfeksi hepatitis B, dokter juga harus menguji untuk e-antigen hepatitis B (HBeAg), dan jika positif, ibu harus memiliki tes darah viral load. Dalam beberapa kasus, hasil tes laboratorium mungkin menunjukkan viral load yang sangat tinggi. Dalam kasus ini dokter dapat merekomendasikan obat antivirus oral pada trimester ketiga untuk mengurangi risiko menginfeksi bayi baru lahir saat persalinan.

Baca juga: Cara Mengatasi Gangguan yang Ditimbulkan Hepatitis B

Vaksin hepatitis B aman diberikan pada ibu hamil dengan janin yang sedang berkembang. Pada kasus yang lebih parah, biasanya dokter akan memberikan obat antivirus untuk mencegah perkembangan virus hepatitis B pada janin. 

Perlu ibu waspadai bahwa hepatitis B yang dialami ibu hamil akan memicu munculnya komplikasi kesehatan lainnya, seperti mengidap diabetes gestasional, ketubah pecah sebelum waktunya, memiliki faktor risiko lebih tinggi mengalami perdarahan saat kehamilan dan mengidap batu empedu. 

Kelahiran Bayi dengan Ibu yang Terinfeksi Hepatitis B

Jika ibu dinyatakan positif virus hepatitis B, bayi yang baru lahir harus segera diberikan dua suntikan di ruang bersalin:

  • Suntikan pertama vaksin hepatitis B.
  • Suntikan kedua dosis hepatitis B Immune Globulin (HBIG) (vaksin ini direkomendasikan CDC, mungkin tidak tersedia di semua negara). 

Apabila dua obat ini diberikan dengan tepat, bayi yang baru lahir memiliki lebih dari 90 persen terlindungi dari infeksi hepatitis B seumur hidup. Ibu harus memastikan bayi menerima suntikan sesuai jadwal untuk memastikan perlindungan lengkap untuk bayi. 

Baca juga: Prosedur Tes HBsAg untuk Mendiagnosis Hepatitis B

Meskipun CDC (Centers for Disease Control and Prevention) menyatakan bahwa obat-obatan dapat diberikan dalam 12 jam pertama kehidupan bayi, tidak ada kesempatan kedua untuk melindungi bayi begitu peluang ini terlewatkan. Maka itu vaksin hepatitis B sangat direkomendasikan. Tenaga profesional seperti dokter dan perawat harus segera memberikan obat-obatan ini di ruang bersalin untuk menghindari keterlambatan atau kesalahan. 

Jika ibu mengalami masalah kehamilan, ibu dapat bertanya pada dokter melalui aplikasi Halodoc tanpa perlu keluar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Hepatitis B Foundation. Diakses pada 2020. Pregnancy and Hepatitis B
Baby Centre. Diakses pada 2020. Hepatitis B in Pregnancy.