27 July 2018

Waspadai 5 Gejala Hepatitis B yang Datang Diam-Diam

gejala hepatitis b

Halodoc, Jakarta – Hepatitis B merupakan salah satu penyakit hati yang perlu diwaspadai. Pasalnya, penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV) ini bisa menyebabkan kondisi akut dan kronis pada pengidapnya. Bahkan nyawa pengidap bisa terancam bila hepatitis B sudah mencapai level kronis. Namun sayangnya, gejala hepatitis B tidak langsung terasa bahkan ada yang tidak menimbulkan gejala, sehingga penyakit hati ini sulit dideteksi. Ketahui gejala-gejala hepatitis B berikut ini sebelum terlambat.

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya mengidap hepatitis B lantaran gejalanya yang tidak terlalu terasa. Akibatnya, ketika penyakit ini terdeteksi, kondisi pengidap sudah dalam tahap yang parah. Bila tidak segera ditangani, pengidap hepatitis B kronis berisiko terkena sirosis, kanker hati atau gagal hati. Baca juga: Sirosis atau Hepatitis? Kenali Bedanya!

Memang butuh waktu sekitar 1-5 bulan bagi virus hepatitis B untuk berkembang sejak terpapar virus sampai menimbulkan gejala pertamanya. Secara umum, berikut beberapa gejala hepatitis B:

  • Nafsu Makan Menurun.
  • Mual dan muntah.
  • Perut bagian bawah terasa nyeri.
  • Sakit kuning (bisa dilihat dari kulit dan bagian putih mata yang menguning).
  • Gejala menyerupai flu, seperti lelah, badan terasa nyeri, dan sakit kepala.

Penyebab Hepatitis B

Agar kamu lebih waspada terhadap hepatitis B, kamu perlu tahu beberapa hal yang bisa membuatmu berisiko terkena hepatitis B:

  • Menggunakan obat-obatan terlarang dan berbagi jarum suntik.
  • Berhubungan seks dengan pengguna obat-obatan terlarang yang menggunakan dan berbagi jarum suntik.
  • Memiliki luka terbuka dan terkena darah orang yang terinfeksi.
  • Memiliki pekerjaan yang berurusan dengan darah, seperti paramedis dan staf laboratorium.
  • Berbagi peralatan mandi seperti sikat gigi, alat cukur dan handuk yang sudah terkontaminasi dengan darah pengidap. Baca juga: Wanita, Hindari Bertukar Barang Ini dengan Orang Lain
  • Melakukan tindik atau tato tubuh di tempat yang peralatannya tidak steril.

Cara Mendiagnosis Hepatitis B

Bila kamu mengalami dua dari gejala-gejala hepatitis B di atas, segera periksakan diri ke dokter. Untuk mendiagnosis hepatitis B, kamu akan melewati serangkaian pemeriksaan darah, yaitu tes antigen dan antibodi untuk virus hepatitis B, serta pemeriksaan darah untuk melihat fungsi hati.

Ada tiga jenis pemeriksaan antigen dan antibodi untuk hepatitis B, yaitu:

  • Hepatitis B surface antigen (HbsAg), untuk menilai penularan virus hepatitis B.
  • Hepatitis B core antigen (HbcAg), untuk menilai apakah hepatitis B yang kamu alami sudah memasuki tahap akut atau kronis.
  • Antibodi hepatitis B surface antigen (anti-HbsAg), untuk mengetahui kekebalan tubuh kamu terhadap virus hepatitis B.

Karena gejala hepatitis B seringkali menyerupai penyakit lainnya, seperti gangguan hati, maka tes fungsi hati diperlukan untuk memeriksa kemungkinan adanya penyakit hati lainnya.

Cara Mengobati Hepatitis B

Sama seperti hepatitis A, hepatitis B juga tidak memerlukan penanganan khusus. Obat-obatan yang diberikan dokter hanya untuk mengurangi gejala yang ditimbulkan penyakit tersebut.

Sedangkan pengobatan untuk hepatitis B kronis disesuaikan dengan tingkat keparahan infeksi pada hati. Biasanya dokter akan memberikan obat-obatan yang berfungsi untuk menghambat produksi virus dan mencegah kerusakan pada hati.

Jadi, jangan sepelekan gangguan kesehatan yang kamu rasakan karena bisa jadi itu adalah gejala hepatitis B. Untuk tindakan pencegahan hepatitis B, pemberian vaksin adalah cara yang terbaik. Bahkan di Indonesia sendiri, vaksin hepatitis B merupakan salah satu vaksin wajib dalam imunisasi. Bila kamu belum pernah menerima vaksin hepatitis B waktu masih kecil, kamu dianjurkan untuk melakukan vaksin sedini mungkin agar bisa terhindar dari penyakit hati ini.

Buat kamu yang ingin tahu lebih jauh seputar gejala hepatitis B, tanyakan saja pada ahlinya lewat aplikasi Halodoc. Ibu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.