Ad Placeholder Image

Ibu Hamil Pernah Sakit Jantung, Perhatikan Hal Ini

Ditinjau oleh  dr. Verury Verona Handayani   12 Maret 2021
Ibu Hamil Pernah Sakit Jantung, Perhatikan Hal IniIbu Hamil Pernah Sakit Jantung, Perhatikan Hal Ini

Halodoc, Jakarta - Jika ibu memiliki penyakit jantung, ibu memerlukan perawatan khusus selama kehamilan. Pasalnya selama kehamilan, perubahan terjadi pada jantung dan pembuluh darah. Perubahan ini akan memberi tekanan ekstra pada tubuh wanita dan membutuhkan jantung untuk bekerja lebih keras. 

Perubahan tersebut sebetulnya normal, karena ini adalah cara tubuh untuk membantu memastikan bayi mendapatkan oksigen dan nutrisi yang cukup. Namun, untuk ibu yang punya masalah jantung ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Baca juga: Bahaya Ibu Hamil yang Alami SVT

Cara Kehamilan Memengaruhi Jantung

Kehamilan membebani jantung dan sistem peredaran darah. Selama kehamilan, volume darah akan meningkat 30 hingga 50 persen untuk memberi makan bayi yang sedang tumbuh, sehingga jantung memompa lebih banyak darah setiap menit dan detak jantung meningkat.

Persalinan kelak juga akan menambah beban kerja jantung. Selama persalinan, terutama saat mengejan, ibu akan mengalami perubahan tiba-tiba dalam aliran dan tekanan darah. Dibutuhkan beberapa minggu setelah melahirkan agar tekanan pada jantung kembali ke tingkat semula sebelum hamil.

Risikonya ibu hamil yang punya penyakit jantung akan bergantung pada sifat dan tingkat keparahan kondisi jantung. Berikut ini adalah gambaran dari setiap kondisi jantung: 

  • Masalah Irama Jantung. Kelainan minor pada irama jantung sering terjadi selama kehamilan. Mereka biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Jika ibu memerlukan perawatan untuk aritmia, ibu kemungkinan besar akan diberi obat, sama seperti jika ibu tidak hamil.
  • Masalah Katup Jantung. Memiliki katup jantung buatan atau jaringan parut atau kelainan bentuk jantung atau katup dapat meningkatkan risiko komplikasi selama kehamilan. Jika katup tidak berfungsi dengan baik, ibu mungkin mengalami kesulitan untuk menoleransi peningkatan aliran darah yang terjadi selama kehamilan. Selain itu, katup buatan atau abnormal membawa peningkatan risiko infeksi yang berpotensi mengancam nyawa pada lapisan jantung (endokarditis) dan katup jantung. Katup jantung buatan mekanis juga menimbulkan risiko serius selama kehamilan karena kebutuhan untuk menyesuaikan penggunaan pengencer darah, yang berpotensi untuk pembekuan yang mengancam jiwa (trombosis) katup jantung. Mengonsumsi obat pengencer darah juga dapat membahayakan bayi yang sedang berkembang.
  • Gagal Jantung Kongestif. Saat volume darah meningkat, gagal jantung kongestif bisa memburuk.
  • Cacat Jantung Bawaan. Bayi bisa memiliki risiko lebih besar untuk mengalami beberapa jenis cacat jantung juga. Ibu mungkin juga berisiko mengalami masalah jantung yang terjadi selama kehamilan dan kelahiran prematur.

Kondisi jantung tertentu, terutama penyempitan katup mitral atau katup aorta, dapat menimbulkan risiko yang mengancam jiwa ibu atau bayi. Bergantung pada situasinya, beberapa kondisi jantung memerlukan perawatan besar, seperti operasi jantung, sebelum ibu mencoba untuk hamil.

Kehamilan tidak dianjurkan bagi wanita yang memiliki kondisi bawaan langka sindrom Eisenmenger atau tekanan darah tinggi yang memengaruhi arteri di paru-paru dan sisi kanan jantung (hipertensi pulmonal).

Baca juga: Cara Deteksi Sindrom Eisenmenger pada Ibu Hamil

Langkah Mencegah Komplikasi Jantung Selama Kehamilan 

Jika ibu diresepkan obat, maka obat ini dapat memengaruhi bayi. Namun, sering kali manfaatnya lebih besar daripada risikonya. Dokter biasanya akan meresepkan obat teraman dengan dosis yang paling tepat. Minum obat persis seperti yang diresepkan dan jangan berhenti minum obat atau menyesuaikan dosisnya sendiri.

Dokter juga akan terus memantau perkembangan bayi selama kehamilan. Pemeriksaan ultrasonografi rutin dapat digunakan untuk melacak pertumbuhan bayi, dan ultrasonografi khusus dapat digunakan untuk mendeteksi kelainan jantung janin. 

Baca juga: Terdengar Murmur Jantung di Pemeriksaan Kehamilan, Awas Gejala PDA

Merawat diri sendiri adalah cara terbaik untuk merawat bayi dan mencegah komplikasi jantung. Cara yang bisa dilakukan antara lain: 

  • Kunjungi penyedia layanan kesehatan secara teratur selama kehamilan. Kamu pun bisa buat janji di rumah sakit menggunakan Halodoc supaya lebih mudah. Dengan begini, kamu jadi tak perlu antre di rumah sakit karena kamu bisa tiba saat waktu pemeriksaan saja.
  • Minum obat sesuai resep. 
  • Beristirahatlah yang banyak, ibu bisa tidur siang setiap hari, dan pastikan untuk menghindari aktivitas fisik yang berat.
  • Pantau kenaikan berat badan, mendapatkan jumlah berat yang tepat mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi. Namun, bertambahnya berat badan terlalu banyak menambah tekanan pada jantung.
  • Atasi kecemasan dengan mencari tahu apa yang diharapkan selama persalinan. Dengan begini ibu bisa merasa lebih nyaman.
  • Ketahui apa yang terlarang dan hindari hal-hal seperti rokok, alkohol, kafein, dan obat-obatan terlarang.

Referensi:
American Heart Association. Diakses pada 2021. Pregnant Women with Heart Disease Need Specialized Care.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2021. Heart Disease & Pregnancy.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Heart Conditions and Pregnancy: Know the Risks.