• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu Hamil Punya Kolesterol Tinggi, Apa Bahayanya?

Ibu Hamil Punya Kolesterol Tinggi, Apa Bahayanya?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Berbicara kehamilan pastinya juga membicarakan sederet perubahan fisik pada tubuh bumil. Hal yang perlu diingat, perubahan ini bukan cuma menyoal morning sickness, sembelit, atau anemia saja. Sebab dalam beberapa kasus, ibu hamil juga bisa saja berhadapan dengan kolesterol tinggi. 

Jangan main-main dengan kolesterol tinggi. Kondisi ini bisa berujung pada berbagai komplikasi yang membahayakan nyawa. Nah, pertanyaannya apa jadinya bila ibu hamil mengidap kolesterol tinggi? 

Baca juga: Awas! Kolesterol Tinggi Picu Berbagai Penyakit

Meningkat Selama Kehamilan? 

Menurut ahli gizi di Reproductive Medicine Associate, umumnya ketika hamil kolesterol dalam tubuh bisa meningkat sebanyak 25 hingga 50 persen. Kondisi ini biasanya terjadi selama trimester kedua dan ketiga. Ingat, kolesterol tak selalu jahat. Kolesterol juga diperlukan untuk memproduksi dan menjalani fungsi hormon steroid, seperti estrogen dan progesteron. Kedua hormon ini berperan penting dalam kehamilan. 

Tak cuma itu saja, menurut ahli di sana kolesterol juga berperan penting untuk perkembangan bayi. Mulai dari perkembangan otak bayi, anggota tubuh, perkembangan sel, hingga produksi ASI yang sehat.

Namun, apa jadinya bila ibu hamil mengidap kolesterol tinggi? Hmm, rasanya ibu perlu harap-harap cemas. Sebab kondisi ini bisa menimbulkan beragam masalah kesehatan.

Kadar kolesterol yang normal pada orang dewasa berkisar 120–190 mg/dL. Kolesterol memang bisa meningkat saat hamil, tetapi bila kadar kolesterol bumil lebih dari 240 mg/dL, segeralah temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Ibu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. 

Kembali ke pertanyaan di atas, apa jadinya bila ibu hamil mengidap kolesterol tinggi? 

Baca Juga: Hati-Hati, Ini 5 Penyakit yang Dapat Terjadi karena Kolesterol Tinggi

Punya Dampak bagi Ibu dan Janin

Ibu hamil yang mengidap kolesterol tinggi tak boleh abai dengan kondisi ini. Kolesterol yang tinggi (di atas normal) bisa menyebabkan hipertensi yang terinduksi pada kehamilan. Nah, bila kondisi ini dibiarkan tanpa penanganan, masalah ini bisa mengakibatkan gangguan pada janin dan ibu. 

Tak hanya itu saja, ibu hamil yang mengidap kolesterol tinggi juga bisa memunculkan masalah pada anak di masa mendatang. Sebab, anak yang lahir dari ibu yang memiliki riwayat kolesterol tinggi sebelum hamil yang berisiko mengidap gangguan hipertensi ketika dewasa. 

Mau tahu bahaya lainnya lain dari kolesterol tinggi? Kondisi ini bisa berimbas pada menyempitnya pembuluh darah arteri, sehingga menghambat aliran darah. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut dengan aterosklerosis. Awas, aterosklerosis ini bisa memicu penyakit jantung koroner, stroke, hingga memicu penyakit arteri perifer. Tuh, seram kan? 

Hal yang perlu digarisbawahi, kolesterol tinggi umumnya tak menimbulkan gejala pada tubuh. Satu-satunya cara untuk mengetahui level kolesterol dalam tubuh, yaitu dengan pemeriksaan tes darah.

Baca Juga: Kapan Waktu yang Tepat untuk Cek Kolesterol?

Tak Harus dengan Obat

Dalam kebanyakan kasus, biasanya kadar kolesterol akan menurun setelah empat hingga enam minggu setelah melahirkan. Akan tetapi, bila ibu memiliki riwayat kolesterol sebelum kehamilan, cobalah tanyakan ke dokter untuk mendapatkan saran dan penanganan medis yang tepat.

Ingat, jangan minum obat penurun kolesterol tanpa resep dokter. Sebab, beberapa obat kolesterol mungkin tak direkomendasikan selama kehamilan. Tak menutup kemungkinan dokter akan mengambil langkah lain untuk menurunkan kolesterol tanpa obat-obatan. Misalnya: 

  • Meningkatkan aktivitas fisik.

  • Makan lebih banyak serat.

  • Pilih lemak sehat seperti yang berasal dari kacang dan alpukat.

  • Batasi makanan yang digoreng dan yang tinggi lemak jenuh dan gula.

  • Konsumsi makanan yang banyak mengandung omega 3 atau konsumsi suplemennya

Mau tahu lebih jauh mengenai dampak kolesterol tinggi pada ibu hamil? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah kapan dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. How to Manage Your Cholesterol Levels During Pregnancy.
Heart UK- The Cholesterol Charity. Diakses pada 2020. Pregnancy and Blood Fats.
National Institutes of Health - Medlineplus. Diakses pada 2020. High blood cholesterol levels.