• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu Hamil Terkena Virus Corona, Dapatkah Tertular Ke Janin?

Ibu Hamil Terkena Virus Corona, Dapatkah Tertular Ke Janin?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Virus Corona atau yang dikenal juga dengan nama barunya COVID-19 tengah membuat masyarakat menjadi resah saat ini. Pasalnya, virus berbahaya tersebut dapat menyebar dengan sangat mudah dari satu orang ke orang lain melalui udara. Itulah mengapa masker N95, masker yang berguna untuk proteksi diri dari virus Corona, menjadi barang yang sangat dicari oleh banyak orang saat ini. Sebab, banyak orang takut tertular virus yang berasal dari China tersebut.

Kekhawatiran akan virus Corona juga sangat nyata dirasakan oleh ibu hamil. Pasalnya, bila ibu hamil sampai terkena virus yang menyerang pernapasan tersebut, dikhawatirkan virus juga akan ikut menyerang bayi yang ada di dalam kandungan. Namun, benarkah demikian? Cari tahu jawabannya di bawah ini.

Virus Corona yang ditemukan pertama kali di Wuhan, Provinsi Hubei, telah menyebar sangat cepat dan menginfeksi lebih dari 60.000 orang di 25 negara. Namun, sebuah studi baru mengungkapkan pandangan tentang bagaimana penyakit pernapasan tersebut memengaruhi kehamilan. Studi tersebut mengevaluasi 9 wanita hamil berusia antara 26–40 tahun yang didiagnosis mengidap pneumonia yang disebabkan oleh COVID-19. Hasilnya ternyata adalah virus tidak ditularkan dari ibu ke janin di dalam rahim. Ke-9 wanita tersebut sukses melahirkan bayi mereka secara Caesar.

Baca juga: Ibu Hamil bisa Tularkan HIV pada Janin?

Ibu Hamil Mungkin Tidak Akan Menularkan Virus pada Janin

Meski studi baru yang diterbitkan dalam The Lancet di atas hanya mengevaluasi 9 wanita hamil, tetapi penelitian tersebut memberikan gambaran pertama bagaimana penyakit pernapasan tersebut memengaruhi kehamilan. Penelitian tersebut berawal ketika ada bayi baru lahir yang ibunya mengidap COVID-19 dinyatakan positif terinfeksi hanya 36 jam setelah lahir. Berita tersebut akhirnya mendorong para ilmuwan untuk mencari tahu apakah COVID-19 dapat ditularkan ke janin di dalam rahim.

Namun, rekan penulis studi tersebut, Wei Zhang, seorang profesor kedokteran pencegahan di Universitas Northwestern Feinberg School of Medicine mengungkapkan bahwa nampaknya virus Corona tidak menular melalui cairan ketuban, darah tali pusat, maupun ASI, padahal itu semua adalah rute untuk penularan secara vertikal. Sampel cairan ketuban, darah tali pusat, ASI, dan usap tenggorokan neonatal ke-9 wanita telah diuji untuk sindrom pernapasan akut coronavirus 2 (SARS-CoV-2), dan didapatkan hasil bahwa semuanya negatif.

Masih belum jelas bagaimana virus memengaruhi wanita pada masa awal kehamilan, karena penelitian tersebut hanya mengevaluasi mereka yang sudah berada di trimester ketiga. Selain itu, semua wanita yang diteliti tersebut melahirkan melalui operasi Caesar. Jadi, masih belum jelas apakah virus dapat ditularkan ke bayi melalui persalinan normal.

Cara virus Corona menular ke janin pun juga masih belum jelas. Menurut Dr. Jennifer Wu, seorang OB-GYN di Lenox Hill Hospital, bila virus menyebar melalui tetesan udara, maka risiko penularannya akan sama antara persalinan normal dan persalinan Caesar. Namun, bila infeksi virus menyebar melalui darah atau cairan tubuh seperti HIV, maka risiko penularan virus bisa dikurangi melalui operasi Caesar.

Baca juga: Perawat di Cina Diusir dari Kereta, Benarkah Corona Mudah Menular?

Meskipun bukti bahwa COVID-19 tidak menular ke janin tampak sangat meyakinkan, tetapi para peneliti masih berpendapat bahwa penelitian tersebut memiliki lingkup yang kecil, sehingga masih diperlukan lebih banyak penelitian sebelum dapat menyimpulkan apakah infeksi virus Corona dapat menyebar selama kehamilan atau tidak.

Sampai jawaban yang lebih pasti ditemukan, para peneliti menyarankan untuk terus memberikan perhatian khusus pada wanita hamil yang terinfeksi COVID-19 yang berisiko tinggi mengalami komplikasi dan hasil kelahiran negatif. Selain itu, ibu hamil yang terinfeksi virus Corona kemungkinan juga perlu diisolasi dari bayinya setelah lahir untuk mencegah penularan melalui kontak jarak dekat.

Baca juga: Wabah Virus Corona, Ini 2 Jenis Masker yang Perlu Diketahui

Untuk memberi perlindungan diri dari COVID-19, kamu juga bisa membeli masker N95 lewat aplikasi Halodoc, lho. Caranya sangat mudah, tinggal order saja lewat fitur Buy medicine dan pesananmu akan tiba dalam waktu satu jam. Ayo, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
The Lancet. Diakses pada 2020. What are the risks of COVID-19 infection in pregnant women?
Healthline. Diakses pada 2020. Early Research Finds Coronavirus May Be Less Harmful for Children, Pregnant Women.