Advertisement

Ibu, Ini Penyebab Umum Muntaber pada Anak

4 menit
Ditinjau oleh  dr. Erlin SpA   03 November 2025

Muntaber sangat rentan dialami oleh anak-anak, penyebab utama muntaber pada anak adalah virus dan bakteri yang bisa terpapar melalui makanan atau memegang barang yang terpapar.

Ibu, Ini Penyebab Umum Muntaber pada AnakIbu, Ini Penyebab Umum Muntaber pada Anak

Daftar Isi:


Menjaga kebersihan makanan dan minuman anak adalah hal yang penting, karena paparan kuman, bakteri, atau virus pada asupan sehari-hari bisa memicu berbagai penyakit.

Salah satunya adalah muntaber, yang sering terjadi pada anak dan dapat menyebabkan dehidrasi jika tidak ditangani dengan tepat.

Muntaber sendiri termasuk penyakit yang mudah menular, sehingga penting bagi orang tua untuk memahami faktor penyebabnya.

Dengan mengetahui sumber penularan serta langkah pencegahannya, kesehatan anak dapat lebih terjaga dan risiko komplikasi pun bisa diminimalkan.

Penyebab Muntaber pada Anak

Muntaber pada anak paling sering disebabkan oleh infeksi virus. Beberapa jenis virus yang umum menyebabkan muntaber pada anak antara lain:

  • Rotavirus: Jenis virus ini adalah penyebab utama muntaber pada bayi dan anak kecil. Infeksi rotavirus sangat menular dan dapat menyebabkan gejala yang parah. Vaksin rotavirus sangat efektif untuk mencegah infeksi ini.
  • Norovirus: Virus ini sangat mudah menular dan sering menyebabkan wabah muntaber di lingkungan seperti sekolah dan pusat penitipan anak.
  • Adenovirus: Virus ini dapat menyebabkan berbagai macam penyakit, termasuk muntaber.
  • Astrovirus: Virus ini umumnya menyebabkan gejala muntaber yang lebih ringan dibandingkan dengan rotavirus atau norovirus.

Selain virus, bakteri dan parasit juga dapat menyebabkan muntaber pada anak, meskipun lebih jarang terjadi. Beberapa jenis bakteri dan parasit yang dapat menyebabkan muntaber antara lain:

  • Escherichia coli (E. coli): Beberapa jenis bakteri E. coli dapat menghasilkan racun yang menyebabkan diare dan muntah.
  • Salmonella: Bakteri ini sering ditemukan pada makanan yang tidak dimasak dengan benar, seperti daging, telur, dan produk susu.
  • Shigella: Bakteri ini sangat menular dan dapat menyebabkan diare berdarah.
  • Giardia lamblia: Parasit ini dapat ditemukan pada air yang terkontaminasi dan menyebabkan diare kronis.

Selain infeksi, faktor lain seperti alergi makanan, intoleransi laktosa, dan efek samping obat-obatan juga dapat menyebabkan gejala muntah dan diare pada anak.

Anak alami muntaber, jangan panik dulu. Simak selengkapnya Pilihan Obat Muntaber yang Biasanya Diresepkan Dokter.

Kenali Gejala Muntaber pada Anak

Gejala utama muntaber pada anak adalah muntah dan diare. Gejala ini dapat muncul secara tiba-tiba dan berlangsung selama beberapa hari. Selain kedua gejala utama tersebut, anak yang mengalami muntaber juga dapat menunjukkan gejala lain, seperti:

Dehidrasi adalah komplikasi serius yang dapat terjadi akibat muntaber. Anak yang mengalami dehidrasi mungkin menunjukkan gejala seperti:

  • Mulut dan bibir kering
  • Mata cekung
  • Urin berwarna gelap dan sedikit
  • Tidak buang air kecil selama lebih dari 6 jam
  • Menangis tanpa air mata
  • Lesu dan rewel

Jika anak menunjukkan gejala dehidrasi, segera bawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), rehidrasi oral dengan larutan oralit adalah langkah pertama yang penting dalam mengatasi dehidrasi akibat diare.

Pemberian cairan rehidrasi oral harus dilakukan secara perlahan dan bertahap untuk menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang.

Ibu perlu Cuaca Panas, Ini 6 Cara Mencegah Dehidrasi pada Tubuh.

Cara Mengatasi Muntaber pada Anak di Rumah

Sebagian besar kasus muntaber pada anak dapat diobati di rumah. Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi muntaber pada anak di rumah antara lain:

  • Berikan cairan yang cukup: Cegah dehidrasi dengan memberikan cairan rehidrasi oral (oralit) secara teratur. Berikan sedikit demi sedikit, tetapi sering. Selain oralit, berikan juga air putih, jus buah encer, atau kaldu bening.
  • Berikan makanan yang mudah dicerna: Hindari makanan yang berlemak, pedas, atau mengandung serat tinggi. Berikan makanan seperti nasi tim, bubur, atau roti tawar.
  • Istirahat yang cukup: Pastikan anak mendapatkan istirahat yang cukup untuk memulihkan kondisinya.
  • Jaga kebersihan: Cuci tangan secara teratur dengan sabun dan air mengalir, terutama setelah buang air besar atau kecil, dan sebelum makan.

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, penting untuk menjaga kebersihan lingkungan dan sanitasi yang baik untuk mencegah penyebaran penyakit diare, termasuk muntaber.

Pastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi bersih dan aman, serta buang air besar dan kecil di tempat yang sesuai.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera bawa anak ke dokter jika mengalami gejala berikut:

  • Dehidrasi berat.
  • Demam tinggi (lebih dari 38,5°C).
  • Diare berdarah.
  • Muntah terus-menerus.
  • Sakit perut yang parah.
  • Lesu dan tidak responsif.

Gejala-gejala ini dapat menandakan adanya komplikasi serius yang memerlukan penanganan medis segera.

Segera lakukan konsultasi dengan dokter spesialis anak jika anak Ibu menunjukkan gejala muntaber.

Ibu juga bisa beli obat online atau produk kesehatan lainnya dengan praktis dan mudah di Apotek Online Halodoc. 

Toko Kesehatan Halodoc Produknya 100% asli dan tepercaya. Tanpa perlu antre, obat bisa diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat dari lokasi kamu berada. 

Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga dan dapatkan obat dari apotek 24 jam terdekat! 

Referensi:
Kids Health. Diakses pada 2025. Gastroenteritis (Stomach Flu).
Web MD. Diakses pada 2025. The Truth About Stomach Flu.
Healthline. Diakses pada 2025. What to Do If Your Child Has a Stomach Bug.