
Ibu, Ini Perbedaan Bintik Merah DBD dan Biang Keringat
Bintik merah biang keringat akan hilang saat ditekan, sedangkan bintik merah DBD tidak menghilang bila ditekan.

DAFTAR ISI
- Perbedaan Bintik Merah DBD dan Biang Keringat pada Anak
- Tips Merawat Anak dengan Bintik Merah di Kulit
- Kapan Harus ke Dokter?
- Studi Terkait
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
- FAQ
Perbedaan bintik merah DBD dan biang keringat penting diketahui orang tua, terutama saat musim hujan dan cuaca panas. Keduanya sama-sama muncul sebagai bintik kemerahan di kulit anak, tetapi penyebab dan tingkat bahayanya sangat berbeda.
Biang keringat umumnya ringan dan bisa membaik dengan perawatan di rumah. Sementara itu, bintik merah pada demam berdarah dengue (DBD) bisa menjadi tanda perdarahan di bawah kulit yang perlu diwaspadai. Yuk, kenali cara membedakannya, Ibu.
Perbedaan Bintik Merah DBD dan Biang Keringat pada Anak
Ciri Bintik Merah DBD
DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti betina. Menurut Kementerian Kesehatan RI, sekitar 4–10 hari setelah digigit nyamuk, seseorang dapat mengalami demam hingga 40 derajat Celsius yang disertai sakit kepala berat, nyeri otot dan sendi, ruam atau bintik merah di kulit, mimisan, serta gusi berdarah ringan.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebutkan salah satu tanda yang perlu diwaspadai adalah bintik-bintik merah di kulit yang tidak hilang saat ditekan. Bintik ini muncul karena perdarahan di bawah kulit, bukan karena sumbatan pori-pori.
Ciri Biang Keringat
Biang keringat atau miliaria terjadi karena saluran kelenjar keringat tersumbat sehingga keringat tidak bisa keluar dengan lancar. Menurut Kemenkes RI, kondisi ini tampak sebagai bintil kecil kemerahan yang terasa gatal dan menyengat, tidak menular, dan biasanya muncul saat cuaca panas dan lembap.
IDAI menjelaskan biang keringat sering muncul di dahi, leher, bahu, dada, punggung, dan lipatan kulit. Bintilnya bisa berisi cairan bening, dan anak biasanya merasa gatal serta tidak nyaman.
Cara Mudah Membedakannya
- Saat ditekan: bintik merah DBD tidak hilang saat kulit ditekan, sedangkan biang keringat berupa bintil yang umumnya tidak disertai tanda perdarahan.
- Gejala penyerta: DBD disertai demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, bahkan mimisan atau gusi berdarah. Biang keringat biasanya tidak disertai demam.
- Rasa di kulit: biang keringat terasa gatal dan menyengat, terutama saat anak berkeringat.
- Pemicu: biang keringat berkaitan dengan cuaca panas, keringat berlebih, dan pakaian yang tidak menyerap keringat.
Perlu diingat, fase paling berbahaya pada DBD justru bisa terjadi saat demam mulai turun. IDAI menyebut fase kritis ini sebagai “hari bebas demam”, ketika syok dapat terjadi. Jadi, jangan langsung merasa tenang hanya karena suhu tubuh anak menurun.
Tips Merawat Anak dengan Bintik Merah di Kulit
- Untuk biang keringat, kenakan pakaian katun yang longgar dan menyerap keringat, lalu segera ganti pakaian yang basah.
- Bersihkan kulit yang terkena biang keringat dengan air hangat secara lembut dan biarkan kering alami tanpa digosok.
- Jaga suhu ruangan tetap sejuk dan hindari aktivitas yang membuat anak berkeringat berlebihan.
- Jika anak demam, pastikan asupan cairan cukup, misalnya air putih, oralit, atau cairan yang mengandung mineral sesuai saran IDAI.
- Pantau suhu tubuh, jumlah buang air kecil, dan kondisi umum anak setiap hari selama demam.
- Cegah DBD dengan 3M Plus, yaitu menguras dan menutup tempat penampungan air, mendaur ulang barang bekas, serta memakai kelambu dan losion antinyamuk.
Kapan Harus ke Dokter?
Menurut IDAI, bawa anak ke dokter jika demam berlangsung lebih dari 3 hari meski sudah diberi obat penurun panas. Segera bawa anak ke rumah sakit bila muncul tanda bahaya, seperti muntah terus-menerus, nyeri perut hebat, tidak buang air kecil selama 4–6 jam, anak lemas atau gelisah, serta tangan dan kaki terasa dingin saat demam turun.
Untuk biang keringat, periksakan anak ke dokter jika keluhan tidak membaik setelah tiga hari, disertai demam, gatal sangat hebat, muncul nanah, atau sering kambuh hingga mengganggu aktivitas.
Konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam untuk memastikan penyebab bintik merah pada kulit anak.
Studi Terkait
Kementerian Kesehatan RI menjelaskan bahwa DBD memiliki tiga fase, yaitu fase demam, fase kritis, dan fase penyembuhan. Pada fase kritis saat demam turun, tekanan darah dan tanda vital bisa menjadi tidak stabil sehingga perlu diwaspadai.
Sementara itu, IDAI menyebutkan bahwa sebagian besar kasus biang keringat dapat sembuh sendiri dengan perawatan kulit yang tepat dan menjaga anak tetap sejuk. Kemenkes RI juga membagi biang keringat menjadi beberapa jenis, yaitu miliaria kristalina, rubra, pustulosa, dan profunda.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
- ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
- ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
- ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
- ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
- ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
- ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
- ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
- ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Bintik merah di kulit anak bisa membuat orang tua cemas, apalagi jika disertai demam. Lewat chat dokter, Ibu bisa menceritakan gejala anak, mendapatkan arahan awal untuk membedakan penyebabnya, dan mengetahui kapan anak perlu segera dibawa ke fasilitas kesehatan.
Chat dengan dokter Halodoc kapan saja untuk mendapatkan saran kesehatan yang sesuai dengan kondisi si kecil.
Referensi
Ikatan Dokter Anak Indonesia. Diakses pada 2026. Waspada Demam Berdarah Dengue.
Ikatan Dokter Anak Indonesia. Diakses pada 2026. Miliaria, Mengenal dan Mencegahnya.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Fakta-Fakta Penting Seputar Demam Berdarah.
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Penyebab Biang Keringat.
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Mengenal Demam Berdarah Dengue.
FAQ
Bagaimana cara membedakan bintik merah DBD dan biang keringat?
Bintik merah DBD tidak hilang saat ditekan dan biasanya disertai demam tinggi. Biang keringat berupa bintil kecil yang gatal, muncul saat cuaca panas, dan umumnya tidak disertai demam.
Apakah biang keringat bisa sembuh sendiri?
Sebagian besar biang keringat bisa sembuh sendiri dengan menjaga kulit tetap sejuk dan bersih. Periksakan ke dokter jika tidak membaik setelah tiga hari atau muncul nanah dan demam.
Kapan anak dengan gejala DBD harus dibawa ke rumah sakit?
Segera bawa anak ke rumah sakit jika muncul muntah terus-menerus, nyeri perut hebat, tidak buang air kecil selama 4–6 jam, lemas, atau tangan dan kaki dingin saat demam turun.
Apakah DBD bisa menular langsung dari orang ke orang?
Tidak. Menurut Kemenkes RI, virus dengue ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti betina, bukan melalui kontak langsung antarmanusia.




