Ad Placeholder Image

Ibu Jangan Abai, Ini Jadwal Imunisasi Bayi Berdasarkan Usia

5 menit
Ditinjau oleh  dr. Erlin SpA   29 Januari 2026

“Imunisasi dapat membantu mencegah sampai 3 juta kematian anak-anak setiap tahunnya. Inilah sebabnya, orang tua perlu mengetahui dengan baik jadwal imunisasi anak sesuai dengan usianya.”

Ibu Jangan Abai, Ini Jadwal Imunisasi Bayi Berdasarkan UsiaIbu Jangan Abai, Ini Jadwal Imunisasi Bayi Berdasarkan Usia

DAFTAR ISI

Hubungi Admin Whatsapp Halodoc untuk Booking Vaksin Flu Mulai dari Rp 440rb!


Ada banyak sekali manfaat memberikan imunisasi untuk sang buah hati. Inilah sebabnya, sudah menjadi kewajiban orang tua untuk mengetahui jadwal imunisasi anak mulai dari hari kelahirannya hingga usianya beranjak 18 tahun nanti. 

Pemberian imunisasi pada anak bisa membantu melindungi anak dari penyakit akibat virus yang hingga kini belum ada obatnya.

Selain itu, imunisasi secara rutin juga bisa memberikan perlindungan untuk anak-anak lain yang tidak bisa mendapatkan vaksin karena satu dan lain hal. 

Jadwal Imunisasi Bayi Sesuai dengan Usianya

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah memperbarui jadwal imunisasi untuk anak pada 2020 lalu.

Melalui jadwal ini, dokter dan orang tua akan menjadi lebih mudah dalam mengetahui apa saja imunisasi yang harus anak dapatkan dan kapan untuk memberikannya. 

Selain itu, apabila ibu ingin memberikan vaksin untuk Si Kecil namun memiliki kendala untuk ke rumah sakit, jangan khawatir!

Halodoc menyediakan fasilitas vaksinasi untuk anak melalui layanan Halodoc Homecare (tersedia di Jabodetabek, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Denpasar).

Layanan dari Halodoc ini akan mendatangkan petugas ke tempat ibu atau di lokasi mana pun yang dipilih untuk pemberian vaksin.

Berikut informasi lengkap jadwal pemberian imunisasi untuk anak sesuai dengan usianya yang perlu menjadi perhatian kedua orang tua:

Usia 0 – 6 bulan

Mulai dari usia 0 sampai 6 bulan, bayi wajib mendapatkan imunisasi berikut ini:

  • Hepatitis B

Pemberian monovalent ketika usia bayi 1 bulan. Bayi mendapat vaksin ini sebanyak 4 kali sebelum usianya 6 bulan dengan jarak 1 bulan, yaitu usia 0 bulan, 2, 3, dan 4 bulan. Pemberian imunisasi ini juga bisa bersamaan dengan vaksin DPT.

  • Polio

Pemberian bisa melalui oral atau Oral Poliovirus (OPV) saat baru lahir hingga 1 bulan. Lalu, ulangi setiap 2, 3, dan 4 bulan.

Setidaknya, bayi harus mendapatkan satu kali imunisasi polio suntik atau Inactive Poliovirus Vaccine (IPV).

  • BCG

Bayi mendapatkan vaksin ini hanya satu kali saat usianya 3 bulan. Hanya, imunisasi lebih efektif dan optimal saat usia bayi 2 bulan.

  • DPT

Pemberian vaksin saat bayi berusia 2 bulan dengan jeda satu bulan, yaitu 2, 3, dan 4 bulan. Imunisasi bisa bersamaan dengan vaksin polio dan hepatitis B.

Jadwal imunisasi ini ketika bayi berusia 6 bulan dan pengulangan setiap tahun sekali. Kamu juga bisa dapatkan Vaksin Influenza (Vaxigrip Tetra) jadi Rp 365ribu dengan kode promo KEBALFLU2 di Halodoc Homecare.

Tunggu apa lagi? Yuk booking sekarang!
Booking Vaksinasi Influenza (Vaxigrip Tetra) Lebih Mudah di Rumah Lewat Halodoc.

Kamu bisa pesan layanan vaksin flu melalui aplikasi atau hubungi langsung nomor WhatsApp 0888-0999-9226.

  • PCV

Vaksin ini wajib untuk bayi mulai usia 2 bulan dengan jeda setiap 4 sampai 8 minggu, sehingga pemberiannya pada usia 2, 4, dan 6 bulan

Vaksin rotavirus diberikan di usia bayi 2 – 6 bulan. Pemberian imunisasi rotavirus jenis monovalen sebanyak 2 kali, ketika usia bayi 6 sampai 14 minggu, lalu pemberian kedua setelah jeda selama minimal 4 minggu.

Sementara itu, pemberian imunisasi rotavirus jenis pentavalen sebanyak 3 kali, yaitu usia bayi 4 sampai 16 minggu, lalu kedua dan ketiga setelah jeda selama 4 sampai 10 minggu.

Booking Vaksinasi Rotavirus (Rotarix) di Rumah Lebih Mudah Lewat Halodoc.

Setelah tindakan, kamu akan mendapat gratis voucher senilai 25rb di Halodoc untuk chat dokter. Kamu bisa order melalui aplikasi atau hubungi langsung nomor WhatsApp 0888-0999-9226.

Usia 6 – 12 bulan

Memasuki usia 6 bulan, berikut jenis vaksin yang perlu ibu berikan pada anak:

  • Campak, Mumps, Rubella (MMR)

Bayi mendapatkan vaksin ini ketika berusia 9 bulan. Lalu, pemberian pengulangan ketika bayi berusia 18 bulan. 

Usia 12 – 24 bulan

Kemudian, anak yang sudah berusia 12 sampai 24 bulan akan mendapat vaksin berikut ini.

  • Japanese encephalitis (JE)

Anak mendapat vaksin ini ketika usianya 12 bulan, lalu pengulangan dengan jeda 1 sampai 2 tahun.

  • Hepatitis A

Jadwal imunisasi vaksin ini diberikan pada anak usia 2 tahun sebanyak 2 kali dengan jeda selama 6 sampai 12 bulan setelah suntikan awal. 

Memasuki usia 12 sampai 24 bulan, anak juga mendapatkan vaksin tambahan atau booster. Jenis vaksin tambahan untuk anak pada rentang usia ini yaitu: 

  • PCV, antara usia 12 sampai 15 bulan.
  • HiB tambahan, antara usia 15 sampai 18 bulan.
  • DPT dan polio tambahan, ketika usia 18 bulan. 

Jadwal imunisasi usia 2 sampai 18 tahun

Sebenarnya, imunisasi untuk anak usia 2 sampai 18 tahun bersifat ulangan atau tambahan. Adapun jadwal imunisasi untuk rentang usia ini yaitu:

  • Tifoid. Anak mendapat vaksin ini ketika usia 2 tahun dan mendapat booster setiap tiga tahun sekali. 
  • HPV. Pemberian vaksin ini adalah pada usia 9 sampai 14 tahun sebanyak dua kali dengan jeda 6 sampai 12 bulan setelah suntikan pertama. 
  • Dengue. Jenis vaksin ini memiliki jadwal pemberian saat usia anak 9 sampai 16 tahun. 

Cek lagi aplikasi rekomendasi IDAI atau tanyakan langsung pada dokter anak di Halodoc untuk mendapatkan jadwal imunisasi anak sesuai usianya. Download Halodoc supaya bisa mendapatkan kemudahan akses kesehatan, termasuk cek kebutuhan medis

Referensi:
IDAI. Diakses pada 2026. Vaksin Kombinasi.
Satuan Tugas Imunisasi IDAI. Diakses pada 2026. Jadwal Imunisasi Anak Usia 0 – 18 tahun. Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia 2017
IDAI. Diakses pada 2026. Apakah Vaksin Aman Bagi Anak?

FAQ

1. Imunisasi wajib bayi sampai umur berapa?

Imunisasi dasar lengkap wajib diberikan sejak bayi baru lahir hingga usia 12 bulan, yang dilanjutkan dengan imunisasi lanjutan (booster) pada usia 18 bulan dan selama masa sekolah dasar.

2. Imunisasi bayi disuntik dimana?

Untuk bayi di bawah usia 12 bulan, suntikan umumnya diberikan di otot paha luar karena massanya lebih besar, sedangkan bagi anak yang sudah lebih besar biasanya dilakukan di lengan atas.

3. Apa resiko jika bayi tidak diimunisasi?

Tanpa imunisasi, sistem imun bayi menjadi lebih rentan terhadap serangan penyakit menular berbahaya yang berisiko menyebabkan komplikasi kesehatan jangka panjang hingga gangguan tumbuh kembang yang serius.